JEJAKDATA, Pasuruan – Deklarasi Gerakan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) mendapat respon dari berbagai Organisasi dan elemen masyarakat di beberapa daerah. Respon tersebut termasuk yang datang dari Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Pasuruan.

“Dalam perspektif kemerdekaan berserikat dan berkumpul, sebuah organisasi dan perkumpulan tidak dilarang selama tidak ada indikasi ingin merubah pancasila atau yang berpotensi melakukan makar.” kata Muhammad Asy’ari selaku Ketua GMBI Pasuruan Raya, Jum’at [11/9/2020]

“KAMI ini merupakan gerakan manuver yang menginginkan pergantian kekuasaan.”, lanjutnya pada Jejakdata.

Namun yang tidak disepakati dari gerakan ini, karena KAMI merupakan gerakan politik yang berbungkus dan mengklaim gerakan moral. Jika dilihat beberapa tokoh deklaratornya seperti Din Syamsudin, Gatot Nurmantyo. Adanya nama tersebut, bisa dilihat itu merupakan gerakan bias terhadap pasukan sakit hati pasca Pilpres.

Gerakan tersebut seolah-olah memiliki arti menyelamatkan Indonesia dengan cara menyampaikan pemerintahan saat ini gagal hingga perlu diselamatkan.

“Selain itu orientasi gerakan dari KAMI juga berpotensi menimbulkan perpecahan di masyarakat.” imbuhnya.

Sebagai organisasi dengan motto SETIA BELA PANCASILA, GMBI memiliki kewajiban menjaga keutuhan serta keberlangsungan kehidupan berbangsa bernegara.

Maka tidak ada alasan lain KAMI harus segera dibubarkan, apalagi gerakan ini tidak memiliki administrasi secara badan hukum.

Sebelumnya, kelompok oposisi ekstraparlementer mendeklarasikan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia namun diwarnai sejumlah kontradiksi. Yang paling jelas adalah karena acara itu sendiri digelar di tengah pandemi COVID-19, namun menuntut penanganan COVID-19 yang lebih baik lagi. Aksi tersebut malah kena kritik karena mengabaikan protokol kesehatan pencegahan COVID-19. (pul)

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *