Neno Warisman sebelum terjun ke dunia politik

Dear Neno Warisman,

Saya tidak terlalu kenal anda, tapi kita pernah satu almamater, walau jarak angkatan kita sangat jauh. Anda membuat kami malu.

Saya sebenarnya malas untuk mengkritisi anda.
Tapi memperhatikan sepak terjang anda akhir-akhir ini, saya jadi jengah.
Menurut saya anda sudah berlebihan.

Benar, semua warga negara punya hak untuk berekspresi. Seperti kata pengacara anda, Pak Mahendratta, semua warga negara punya kebebasan berpendapat.

Tapi anda dan pengacara anda mestinya sadar, seperti Teori Roscoe Pound, hidup dalam masyarakat mempunyai batasan. Kebebasan kita dibatasi oleh orang lain.

Di situlah fungsi hukum mengatur kebebasan tiap warga negara agar tidak merugikan orang lain, terlebih lagi negara.

Anda dan gerakan 2019 ganti presiden ini sebenarnya pintar-pintar bodoh, pintar tapi pura-pura bodoh, lalu playing victim.

Kalian tahu aturan PEMILU, kalian tahu aturan BAWASLU. Maka kalian mencari celah hukum.
Masa kampanye belum mulai, kalian seperti orang kesurupan, sibuk membuat gerakan di berbagai kota.
Kalian memang tidak kampanye secara langsung, tidak menyebut nama kandidat presiden.

Tapi secara logika, saat ini secara resmi sudah ada 2 pasangan capres dan cawapres.
Jika pilihan kalian bukan Jokowi-Maa’ruf, lalu siapa yang anda maksudkan dengan calon dari gerakan ‘ganti presiden’ kalian ?

Yang anda lakukan sangat jahat Neno!
Anda melanggar aturan hukum, membuat konflik (kerusakan) hingga orang mendemo anda, lalu anda berakting sebagai korban.

Presiden sudah pasti akan diganti tiap 5 tahun menurut konstitusi.
Mengapa anda seperti orang sembelit?
Tidak sabar menunggu waktunya.
Kalau anda mengaku seorang ustadzah, mestinya tahu adab menghormati pemimpin.

Anda bilang anda dikawal oleh polisi dengan senjata laras panjang padahal polisi punya SOP, yang polisi lakukan adalah antisipasi dari segala kemungkinan, bukan mengintimidasi anda! Polisi sebenarnya sedang melindungi anda dari pihak-pihak yang sangat emosi atau ingin memperkeruh keadaan akibat tindakan anda!

Ayolah, sebagai lulusan SMA Tarakanita anda pasti cerdas. Kalau ingin mendapatkan kekuasaan raihlah dengan prestasi, dengan cara yang elegan sesuai undang-undang yang berlaku. Jangan mau dijadikan alat oleh orang-orang yang haus kekuasaan !

Kalau anda ingin berpolitik contohlah adik kelas anda, pengacara cerdas yang saat ini duduk menjadi petinggi di salah satu parpol.

Atau contoh saya yang memulai dari bawah dari partai politik baru.

Anda ini mengaku ustadzah tapi menggunakan cara-cara yang tidak islami.
Saya bingung melihat anda.

Usia seperti anda mestinya sudah lebih bijak, cooling down. Sudah mengejar akhirat.

Anda punya kebebasan berpendapat, itu benar, tapi ada batasannya, jangan sampai kebebasan berpendapat itu mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa.

Oia dapat salam dari teman saya di Semarang, Deasy Yunita Sintawati mungkin nama ini mengingatkan anda untuk tafakur karena beliau yg paling tau persis sepak terjang Anda ketika sebelum anda jadi begini…

Salam cinta dari junior satu almamater
###############
*Ayo yang telah mendapat berita ini☝☝☝☝☝☝
*Tolong di Viralkan (Dikirim lagi ke teman2 atau siapapun yang berada di WA Anda)
*Makasih, salam Damai di NKRI harga mati.
🇲🇨🇲🇨🤝🙏

 

Sumber : viral WAG yang diikuti Jejakdata

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *