JEJAKDATA, Jakarta – Marak Gerakan #2019GantiPresiden disebut-sebut mengagendakan pendirian Negara Khilafah di Negara Kesatuan Republlik Indonesia (NKRI). Alasannya, selama ini mereka tak kunjung menyebutkan siapa nama Calon Presiden yang diusung. Benarkah?

Gerakan tersebut selama ini hanya menggelontorkan pepesan kosong baik dari sosok pemimpin idealnya maupun program kerja yang ingin dicapai di pemerintahan. Sang inisiator gerakan Mardani Ali Sera dan Neno Warisman, keduanya kompak bungkam dan lebih memilih mengatakan yang penting Presidennya diganti terlebih dahulu. Untuk program kerja yang akan dicapai akan dikonsolidasikan lebih lanjut.

Namun sayangnya, mendadak muncul penggalan video kampanye gerakan #2019GantiPresiden yang dilakukan oleh Mardani Ali Sera. Seperti dikutip Jejakdata dari video tersebut, Mardani tidak sendiri. Ia ditemani Ismail Yusanto, juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang terkenal getol mendirikan negara Islam di Indonesia dengan mengganti sistem Pancasila menjadi Khilafah.

Bismillahirrahmanirrahim… 2019 Ganti Presiden,” kata Mardani sambil mengepalkan tangan kanannya. Ucapan Mardani ini pun langsung disambung oleh Ismail Yusanto dengan mengatakan “Ganti Sistem”.

Khilafah ingin dijadikan sistem positif Indonesia

Perlu diketahui bahwa Ismail Yusanto adalah corong penting bagi gerakan Hizbut Tahrir cabang Indonesia yang terus menyuarakan pendirian sistem Khilafah di Indonesia. Sistem tersebut akan menggantikan Pancasila sebagai dasar utama NKRI.

Pandangan ini pun pernah disampaikan oleh Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Jenderal Budi Gunawan. Ia menyampaikan bahwa HTI merupakan organisasi lintas negara atau transnasional yang bertujuan menggantikan dasar negara Indonesia. Gerakan yang dibangun HTI, menurutnya untuk memperjuangkan sistem khilafah di suatu negara.

“HTI adalah gerakan transnasional yang ingin mengganti NKRI dan Pancasila menjadi sistem Khilafah,” kata Budi dalam keterangannya dikutip dari situs CNNIndonesia.com, Jumat (12/5/2017).

Dalam situs resmi HTI dijelaskan mengenai pengertian khilafah. Dalam artikel berjudul “Apa itu Khilafah?” disebutkan bahwa khilafah merupakan kepemimpinan umum bagi seluruh kaum Muslim di dunia, dengan menerapkan hukum Islam.

Mantan wakil kepala Kepolisian RI ini mengatakan, setidaknya 14 negara di dunia telah melarang keberadaan Hizbut Tahrir. Budi menyebutkan beberapa negara itu di antaranya Arab Saudi, Belanda, Malaysia, Turki, Perancis, Tunisia, Denmark, Yordania, Jerman, Mesir, Spanyol, Uzbekistan, Rusia, Pakistan.

“Hizbut Thahir dilarang di banyak negara, baik negara-negara demokrasi, negara Islam, maupun negara yang berpenduduk mayoritas muslim,” ujar Budi.

Kiriman serupa

1 Komentar

  1. […] Baca juga : Terbongkar! Tagar #2019GantiPresiden Jadi Agenda Pendirian Khilafah […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *