Balapan Sengit One Make Race 1200 di Mandalika: MGPA Fokus Evaluasi Aspek Keselamatan dan Performa Pembalap

- Jurnalis

Minggu, 26 Oktober 2025 - 16:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Mandala Grand Prix Association (MGPA), Priandhi Satria. (Dok.ist)

Direktur Mandala Grand Prix Association (MGPA), Priandhi Satria. (Dok.ist)

Lombok Tengah | Lombok Fokus — Pertarungan sengit tersaji dalam ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) One Make Race (OMR) 1200 yang menjadi bagian dari Mandalika Festival of Speed (MFoS) di Pertamina Mandalika International Circuit, Minggu (26/10). Aksi saling salip dan manuver tajam di setiap tikungan membuat ribuan penonton terpukau.

 

Direktur Mandala Grand Prix Association (MGPA), Priandhi Satria, mengapresiasi jalannya balapan yang berlangsung seru dan kompetitif. Namun, pihaknya tetap menaruh perhatian besar terhadap aspek keselamatan atau safety para pembalap.

 

“Jalan balapnya seru, jumlah pesertanya cukup banyak. Kita akan melakukan review perihal balap tersebut. Banyak hal yang mesti kita pelajari, mulai dari tata cara balap, perilaku pembalap saat di lintasan, hingga evaluasi teknis kendaraan. Safety itu nomor satu,” ujar Priandhi.

 

 

Priandhi menambahkan, selain keselamatan, keseruan balapan juga menjadi fokus utama agar event berjalan menarik tanpa insiden berarti. Menurutnya, balapan kategori 1200 cc ini menggunakan kendaraan dengan spesifikasi yang seragam—tanpa modifikasi besar—sehingga semua peserta memiliki peluang yang sama.

Baca Juga :  UPTD Sakra Proaktif Tindaklanjuti Kurikulum Nasional dengan Pelatihan Intensif untuk Semua Sekolah

 

“Kendaraannya standar, remnya sama, mesinnya sama, tuning-nya juga sama. Jadi dari start sampai finish kecepatannya relatif sama. Karena itu, saat memasuki tikungan, banyak pembalap yang bersamaan dan saling adu strategi,” jelasnya.

 

 

Dalam putaran ketiga kali ini, MGPA mencatat beberapa insiden kecil, seperti senggolan antar pembalap hingga roda kendaraan yang terlepas.

 

“Kita akan review kenapa roda bisa lepas. Apakah karena faktor mekanis atau pemasangan. Beberapa mobil juga sempat masuk gravel, dan semua itu akan kita lihat kembali lewat rekaman video untuk evaluasi,” tambahnya.

 

 

Priandhi memastikan bahwa insiden tersebut bukan disebabkan oleh kondisi lintasan.

Baca Juga :  Dorong Siswa Peduli Lingkungan, Unram Gelar Edukasi Ekologi Digital di SMKN 2 Gerung

 

“Permukaan sirkuit dalam kondisi baik, tidak ada keluhan dari race control. Tidak ditemukan tetesan oli atau cairan pendingin di lintasan. Artinya, permukaan aman,” tegasnya.

 

Ia juga menyebut, banyak pembalap yang baru pertama kali menjajal lintasan Mandalika, sehingga antusiasme dan euforia mereka sangat tinggi.

 

“Banyak pembalap yang baru kali pertama balap di sini. Jadi semangat menaklukkan tikungan Mandalika luar biasa. Namun, ke depan, kita akan duduk bersama untuk memastikan balapan berikutnya bisa lebih aman dan lebih seru lagi,” tutupnya.

 

Ajang One Make Race 1200 menjadi salah satu magnet utama dalam gelaran Mandalika Festival of Speed kali ini. Selain memacu adrenalin, event ini juga membuktikan komitmen MGPA dalam menghadirkan balapan berkualitas dan berstandar tinggi di Sirkuit Mandalika.

Follow WhatsApp Channel jejakdata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Permainan Proyek Sumur Bor Rp 40 Miliar di Dompu, BWS NTB Didesak Buka RAB
Rapor Merah 2 Tahun Prabowo-Gibran: 75% Publik Tertekan Kebijakan, Mayoritas Ahli Nilai Kepemimpinan Belum Memadai
Marak Blokade Jalan di Bima-Dompu, GAKADA BIDOM Tekankan Pentingnya Polmas Humanis
Dituding Menipu Jamaah Umroh di Media Sosial, Direktur PT Indah Haromain Anugrah Laporkan Dua Akun Facebook ke Polda NTB
KSBSI NTB Desak Ponpes Imam Safi’i Bima Bayar Pesangon Guru Berdasarkan Putusan MA
Pucuk Pimpinan Polda Bergeser: Dadang ke Metro, Dekananto ke Jatim, Wakapolda Metro Naik ke Kursi Kapolda
Gerbong Besar di Mabes Polri Bergerak, Suyudi Rombak 14 PJU dan Mutasi 88 Pati-Pamen
Direktur Eksekutif Visi Indonesia: Suyudi Ario Seto Harus Jadikan Reformasi Polri sebagai Legacy Kepemimpinannya
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:06 WIB

Dugaan Permainan Proyek Sumur Bor Rp 40 Miliar di Dompu, BWS NTB Didesak Buka RAB

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:23 WIB

Rapor Merah 2 Tahun Prabowo-Gibran: 75% Publik Tertekan Kebijakan, Mayoritas Ahli Nilai Kepemimpinan Belum Memadai

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:37 WIB

Marak Blokade Jalan di Bima-Dompu, GAKADA BIDOM Tekankan Pentingnya Polmas Humanis

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:42 WIB

KSBSI NTB Desak Ponpes Imam Safi’i Bima Bayar Pesangon Guru Berdasarkan Putusan MA

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Pucuk Pimpinan Polda Bergeser: Dadang ke Metro, Dekananto ke Jatim, Wakapolda Metro Naik ke Kursi Kapolda

Berita Terbaru