Isu Pasien Ditolak di Puskesmas Puyung Viral, Wabup Lombok Tengah Pastikan Pelayanan Sesuai Prosedur

- Jurnalis

Senin, 6 Oktober 2025 - 16:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Lombok Tengah | Lombok Fokus — Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah memberikan klarifikasi atas isu viral di media sosial yang menyinggung dugaan pasien ditolak di Puskesmas Puyung, Kecamatan Jonggat. Isu tersebut mencuat setelah akun Facebook Nur Mlongk mengunggah postingan tentang seorang pasien berusia 67 tahun yang meninggal dunia pada Minggu (5/10/2025).

 

Dalam unggahannya, akun tersebut menulis ucapan terima kasih bernada sindiran terhadap pelayanan puskesmas. Postingan itu kemudian ramai dibagikan di Facebook dan memicu beragam komentar dari warganet.

 

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Lombok Tengah HM Nursiah menegaskan bahwa tidak ada pasien yang ditolak. Ia memastikan pelayanan di Puskesmas Puyung telah dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).

 

“Tidak ada penolakan pasien. Almarhum merupakan pasien tetap di Puskesmas Puyung,” tegas Wabup HM Nursiah usai meninjau langsung ke lokasi, Senin (6/10/2025).

Baca Juga :  Terganjal Anggaran Pusat, Pembangunan Gedung Baru DPRD NTB Bakal Terlambat?

 

 

Berdasarkan penjelasan petugas medis, pasien datang pada Sabtu (4/10/2025) sekitar pukul 21.00 WITA dengan keluhan demam. Setelah diperiksa dan dikonsultasikan dengan dokter melalui panggilan video, kondisi pasien dinyatakan stabil dan disarankan untuk rawat jalan.

 

Namun, pihak keluarga meminta agar pasien tetap dirawat di puskesmas. Petugas kemudian memberikan penanganan tambahan berupa infus dan oksigen. “Kondisi secara fisik saat itu normal,” jelas Nursiah.

 

Tragisnya, pada waktu Subuh, pasien sempat keluar kamar untuk mengambil air wudhu. Tak lama kemudian, kondisinya menurun drastis dan meskipun sempat ditangani, nyawanya tidak tertolong.

 

“Penanganan secara SOP telah sesuai. Tidak ada unsur kelalaian,” tegas Nursiah. Ia menambahkan, pemerintah daerah tetap menerima semua masukan masyarakat untuk memperbaiki pelayanan kesehatan.

Baca Juga :  Iwan Slenk Sarankan Polemik Pemilihan Senat Unram Dihentikan

 

“Apapun saran itu kami terima dan menjadi bahan evaluasi meningkatkan pelayanan di puskesmas maupun rumah sakit di Lombok Tengah,” ujarnya.

 

 

Sementara itu, Kepala Puskesmas Puyung Eka Susilawati mengatakan bahwa pasien tersebut merupakan pasien tetap yang aktif berobat dan terdaftar dalam layanan BPJS Kesehatan.

 

“Almarhum memiliki riwayat penyakit diabetes dan rutin memeriksakan kesehatannya di Puskesmas Puyung. Kami turut berbelasungkawa atas kepergian beliau,” katanya.

 

Eka menegaskan kembali bahwa semua pasien yang datang ke puskesmas mendapatkan pelayanan sesuai prosedur.

 

“Tidak ada pasien yang kami abaikan. Semua kami layani sesuai dengan standar medis,” pungkasnya.

 

Follow WhatsApp Channel jejakdata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Permainan Proyek Sumur Bor Rp 40 Miliar di Dompu, BWS NTB Didesak Buka RAB
Rapor Merah 2 Tahun Prabowo-Gibran: 75% Publik Tertekan Kebijakan, Mayoritas Ahli Nilai Kepemimpinan Belum Memadai
Marak Blokade Jalan di Bima-Dompu, GAKADA BIDOM Tekankan Pentingnya Polmas Humanis
Dituding Menipu Jamaah Umroh di Media Sosial, Direktur PT Indah Haromain Anugrah Laporkan Dua Akun Facebook ke Polda NTB
KSBSI NTB Desak Ponpes Imam Safi’i Bima Bayar Pesangon Guru Berdasarkan Putusan MA
Pucuk Pimpinan Polda Bergeser: Dadang ke Metro, Dekananto ke Jatim, Wakapolda Metro Naik ke Kursi Kapolda
Gerbong Besar di Mabes Polri Bergerak, Suyudi Rombak 14 PJU dan Mutasi 88 Pati-Pamen
Direktur Eksekutif Visi Indonesia: Suyudi Ario Seto Harus Jadikan Reformasi Polri sebagai Legacy Kepemimpinannya
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:06 WIB

Dugaan Permainan Proyek Sumur Bor Rp 40 Miliar di Dompu, BWS NTB Didesak Buka RAB

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:23 WIB

Rapor Merah 2 Tahun Prabowo-Gibran: 75% Publik Tertekan Kebijakan, Mayoritas Ahli Nilai Kepemimpinan Belum Memadai

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:37 WIB

Marak Blokade Jalan di Bima-Dompu, GAKADA BIDOM Tekankan Pentingnya Polmas Humanis

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:42 WIB

KSBSI NTB Desak Ponpes Imam Safi’i Bima Bayar Pesangon Guru Berdasarkan Putusan MA

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Pucuk Pimpinan Polda Bergeser: Dadang ke Metro, Dekananto ke Jatim, Wakapolda Metro Naik ke Kursi Kapolda

Berita Terbaru