Wali Murid Keluhkan Snack Jadi Menu MBG, Kadikes Ingatkan Dapur Penuhi Standar Gizi

- Jurnalis

Selasa, 14 Oktober 2025 - 11:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dapur MBG SPPG Praya. (Dok.ist)

Dapur MBG SPPG Praya. (Dok.ist)

Lombok Tengah | Lombok Fokus – Keluhan wali murid terhadap menu Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 22 Praya memantik perhatian Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Lombok Tengah. Pasalnya, menu yang disajikan oleh dapur penyedia di SPPG Praya disebut hanya berupa snack kemasan, bukan makanan bergizi seimbang sebagaimana mestinya.

 

Salah satu wali murid berinisial LJ, warga Praya, mengungkapkan kekecewaannya setelah mengetahui anaknya dan siswa lain hanya menerima snack kemasan dalam program tersebut. Ia menilai makanan itu tidak sesuai dengan standar gizi maupun harga yang telah ditentukan.

 

“ Anak-anak hanya dikasih makanan ringan dalam bungkus, padahal namanya program makanan bergizi gratis,” ujarnya.

Baca Juga :  Korban Alami Cacat Permanen, Garda Satu Soroti Lambannya Respons Satgas MBG

 

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Kesehatan (Kadikes) Lombok Tengah H. Suardi menegaskan bahwa dapur penyedia MBG harus mematuhi standar gizi seimbang yang terdiri dari karbohidrat, protein, dan buah-buahan. Ia menilai penyajian snack kemasan justru bertentangan dengan tujuan utama program yang digagas Presiden tersebut.

 

“Program ini sangat bagus untuk mendukung tumbuh kembang anak. Tapi kalau yang diberikan hanya snack kemasan, tentu tidak sesuai dengan semangat awalnya,” tegas Kadikes Lombok Tengah, Selasa (14/10).

 

Ia juga menyoroti dapur penyedia MBG yang hingga kini belum memiliki Sertifikat Laik Higienis Sanitasi (SLHS). Tanpa sertifikat itu, kata Kadikes, Dikes tidak bisa melakukan pembinaan atau evaluasi terhadap kualitas makanan yang disajikan.

Baca Juga :  Pengacara Abdurrahman, S.H Somasi Lalu Sucandra Wibawa, Terkait Dugaan Penipuan

 

“Kalau dapurnya belum terdaftar atau belum memiliki SLHS, kami dari Dikes tidak bisa melakukan pengawasan langsung. Padahal itu penting untuk menjamin kelayakan dan keamanan makanan,” jelasnya.

 

Kadikes juga memperingatkan bahaya konsumsi snack kemasan dalam jangka panjang karena mengandung gula tinggi dan bahan pengawet.

 

“Kalau dikonsumsi setiap hari, justru bisa membahayakan kesehatan anak-anak. Dapur penyedia harus kembali pada prinsip gizi seimbang, bukan sekadar formalitas,” ujarnya menegaskan.

Follow WhatsApp Channel jejakdata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Intervensi Proyek Daerah, Peran Anak Bupati Bima Didesak Diusut KPK
Selamatkan Petani NTB dari Kerugian Massal, BARDAM NUSA Minta Harga Acuan Bawang Merah Segera Ditetapkan
Polemik Usulan Sekwan Dompu: Badko HMI Adukan Manuver Enam Fraksi ke Pengurus Pusat Partai
Bicara Mendunia, Jalan Menderita: HMI Cabang Bima Kritik Arah Pembangunan NTB
Hasil Musorprov XIII KONI NTB Gagal Tetapkan Ketum Baru, KONI Pusat Resmi Ambil Alih Organisasi
SMP 4 Palibelo & SMP 6 Satap Monta Diseret, KPK-PD Tuntut Polda NTB Usut Tuntas Dana Revitalisasi
Jejak Rp1,1 Miliar Revitalisasi PAUD KB AMBI Dompu Resmi Dilaporkan ke Kejaksaan, Lokasi Bangunan dan Izin Operasional Tak Sebangun
Budi Arie Minta Maaf Setelah Bicara Pemilu Lebih Cepat dari 2029, Tegaskan Bukan Sinyal Jokowi
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 00:55 WIB

Diduga Intervensi Proyek Daerah, Peran Anak Bupati Bima Didesak Diusut KPK

Rabu, 2 September 2026 - 15:30 WIB

Selamatkan Petani NTB dari Kerugian Massal, BARDAM NUSA Minta Harga Acuan Bawang Merah Segera Ditetapkan

Rabu, 2 September 2026 - 14:38 WIB

Polemik Usulan Sekwan Dompu: Badko HMI Adukan Manuver Enam Fraksi ke Pengurus Pusat Partai

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:47 WIB

Bicara Mendunia, Jalan Menderita: HMI Cabang Bima Kritik Arah Pembangunan NTB

Senin, 31 Agustus 2026 - 09:17 WIB

Hasil Musorprov XIII KONI NTB Gagal Tetapkan Ketum Baru, KONI Pusat Resmi Ambil Alih Organisasi

Berita Terbaru