Iwan Slenk Sarankan Polemik Pemilihan Senat Unram Dihentikan

- Jurnalis

Senin, 20 Oktober 2025 - 11:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MATARAM,  – Proses pemilihan senat dan calon Rektor Universitas Mataram (Unram) mulai menghangat. Publik NTB mulai ramai menyoroti seluruh tahapan (proses) menjelang pemilihan rektor tersebut.

 

Salah satu yang disorot adalah pemilihan Ketua dan Anggota Senat Universitas Mataram.

 

Advokat Senior NTB sekaligus Mantan Ketua Senat Fakultas Hukum Unram Iwan Slenk menuturkan, banyaknya muncul spekulasi maupun pendapat tentang pemilihan Ketua dan Anggota Senat Universitas Mataram pada tahun 2025 ini menandakan bahwa helatan ini sekarang sudah menarik perhatian publik.

 

“Artinya dulu proses ini biasa biasa saja, tidak menjadi diskusi-diskusi di ruang publik, palingan di kalangan internal kampus saja. Namun sekarang menjadi luar biasa, para kelompok alumni pun sudah bermunculan memberikan ragam pendapat, tanggapan dan penilaian atas pemilihan Anggota Senat Unram tersebut kata,” Iwan Slenk.

Baca Juga :  Polsek Narmada Pastikan Kondusivitas Wilayah

 

Iwan Slenk mengaku, situasi ini mencerminkan dinamika yang baik. Tujuan utamanya adalah guna memperoleh produk yang baik.

 

Iwan Slenk menilai proses tersebut telag berjalan dengan baik sesuai regulasi yang ada. Yaitu Peraturan Senat Universitas Mataram Nomer 1 Tahun 2025 Tentang Tata Cara Pemilihan, Pengangkatan dan Pemberhentian Ketua dan Anggota Senat Universitas Mataram.

 

“Jadi tidak ada masalah jika telah dijalankan sesuai ketentuan yang berlaku, mengenai adanya indikasi penjegalan dan lain lain terhadap pribadi seseorang itu kan sangat tendensius sekali tambahnya, justru opini itu hanya akan menunjukkan kekecewaan pribadi saja,” jelasnya.

Baca Juga :  PBB NTB Gelar Pelantikan Bersama dan Rakorwil–Rakerwil, Perkuat Struktur Organisasi

 

Iwan Slenk meminta polemik tersebut baiknya diakhiri. Karena semuanya sudah berjalan berdasarkan regulasi yang ada.

 

Lebih jauh, Iwan Slenk menyarankan, persoalan (dinamika) yang bisa selesai di level paling bawah (misal: fakultas) baiknya diselesaikan di jenjang tersebut.

 

“Jika ada masalah di fakultas selesaikan di fakultas. Karena senat universitas adalah orang pilihan dari fakultas yang terbaik tanpa cacat moral dan etika, integritas hukum tertinggi dalam perguruan tinggi,” jelasnya.

Follow WhatsApp Channel jejakdata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPK Tetapkan Bupati Lombok Barat Tersangka, Sita Rp9 Miliar dalam OTT, Apa Sebenarnya Kasusnya?
Bupati Lombok Barat Tiba di Gedung KPK Usai Terjaring OTT, Bungkam Saat Digiring Penyidik
Dari Bos Perumda Air Minum ke Kursi Bupati, Lalu Ahmad Zaini Terjaring OTT KPK, Berapa Hartanya?
KPK Konfirmasi OTT Bupati Lombok Barat
OTT KPK Guncang Lombok Barat, Lima Orang Diamankan, Malam Ini Dibawa ke Jakarta
KPK Segel Ruang Kerja Bupati Lombok Barat dan Kepala Dinas PUPRPKP
Lamban Memburu Buron Sabu Setengah Kilo, Polda NTB Didesak Ambil Alih Kasus DPO Firdaus
Falsafah Budaya Jadi Kompas Moral, Pengurus GAKADA BIDOM Pulau Lombok Resmi Dilantik
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:40 WIB

KPK Tetapkan Bupati Lombok Barat Tersangka, Sita Rp9 Miliar dalam OTT, Apa Sebenarnya Kasusnya?

Senin, 20 Juli 2026 - 23:30 WIB

Bupati Lombok Barat Tiba di Gedung KPK Usai Terjaring OTT, Bungkam Saat Digiring Penyidik

Senin, 20 Juli 2026 - 17:49 WIB

Dari Bos Perumda Air Minum ke Kursi Bupati, Lalu Ahmad Zaini Terjaring OTT KPK, Berapa Hartanya?

Senin, 20 Juli 2026 - 16:37 WIB

KPK Konfirmasi OTT Bupati Lombok Barat

Senin, 20 Juli 2026 - 14:50 WIB

OTT KPK Guncang Lombok Barat, Lima Orang Diamankan, Malam Ini Dibawa ke Jakarta

Berita Terbaru

Foto : Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini

Berita

KPK Konfirmasi OTT Bupati Lombok Barat

Senin, 20 Jul 2026 - 16:37 WIB