Dewan Khawatir Limbah MBG Jadi Masalah Lingkungan Baru

- Jurnalis

Kamis, 23 Oktober 2025 - 18:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi II DPRD Lombok Tengah Fraksi Nasdem Murdani. (Dok.LF)

Anggota Komisi II DPRD Lombok Tengah Fraksi Nasdem Murdani. (Dok.LF)

Lombok Tengah | Lombok Fokus – Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Lombok Tengah dari Fraksi Partai NasDem, Murdani, menyoroti persoalan limbah yang dihasilkan dari aktivitas dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

 

Menurut Murdani, meski program ini tergolong baru, volume produksi yang besar dan rutin berpotensi menimbulkan persoalan lingkungan jika tidak diimbangi dengan sistem pengendalian dan pengelolaan limbah yang baik.

 

“Karena aktivitasnya rutin dan produksinya besar, kita berharap MBG ini tidak hanya soal komitmen sederhana untuk bersih-bersih. Mereka harus punya TPS sendiri untuk menampung limbah yang dihasilkan, bahkan ada unit pengelolaannya sehingga tidak menimbulkan masalah baru di tengah masyarakat, ” ujarnya di Praya, Kamis (20/10).

 

 

Ia menjelaskan, limbah yang dihasilkan dari program MBG tergolong limbah domestik, terdiri dari limbah organik seperti sisa makanan dan limbah anorganik seperti kemasan plastik sekali pakai, Kedua jenis limbah ini, kata dia, perlu dikelola secara terpisah agar tidak menimbulkan pencemaran lingkungan.

Baca Juga :  Gubernur NTB Ganti Plh Sekda Lagi, SEMMI NTB Singgung Dugaan Pelanggaran Perpres

 

“Sisa makanan dan minyak bisa dikelola menjadi pakan magot atau pakan ternak, sementara sampah plastik harus dikelola dengan sistem daur ulang. Kalau tidak, ke depan bisa jadi masalah di TPA,” tegasnya.

 

 

 

Selain pengelolaan limbah, Murdani juga menyoroti belum adanya mekanisme pemungutan retribusi sampah bagi dapur MBG yang beroperasi di berbagai wilayah Lombok Tengah. Ia meminta pemerintah daerah menegaskan kembali komitmen pengelola program dalam hal kebersihan dan tanggung jawab lingkungan.

 

“Pemerintah daerah juga harus tegas. Dapur MBG ini perlu dikenakan retribusi sampah, karena sejauh ini belum ada mekanismenya,” tambahnya.

Baca Juga :  Sebar Nomor Telepon Gubernur NTB, Yuni Bourhany Beri Klarifikasi

 

 

 

Murdani mengaku pihaknya telah menerima laporan bahwa sebagian dapur MBG diduga membuang limbah langsung ke sungai. Hal ini, menurutnya, harus segera ditertibkan oleh pemerintah daerah.

 

“Itu makanya harus ada tindakan segera, mulai dari sosialisasi, peringatan, sampai teguran. Jangan sampai menunggu masalah lingkungan membesar dulu,” ujarnya.

 

 

Sebagai tindak lanjut, Komisi II DPRD Lombok Tengah berencana melakukan koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan instansi terkait untuk melakukan monitoring lapangan secara terpadu.

 

“Insyaallah nanti akan kita bahas di komisi dan koordinasikan dengan DLH, dan OPD terkait, Kita ingin pengawasan ini lebih terintegrasi, supaya jelas siapa yang bertanggung jawab,” pungkasnya.

 

Follow WhatsApp Channel jejakdata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Permainan Proyek Sumur Bor Rp 40 Miliar di Dompu, BWS NTB Didesak Buka RAB
Rapor Merah 2 Tahun Prabowo-Gibran: 75% Publik Tertekan Kebijakan, Mayoritas Ahli Nilai Kepemimpinan Belum Memadai
Marak Blokade Jalan di Bima-Dompu, GAKADA BIDOM Tekankan Pentingnya Polmas Humanis
Dituding Menipu Jamaah Umroh di Media Sosial, Direktur PT Indah Haromain Anugrah Laporkan Dua Akun Facebook ke Polda NTB
KSBSI NTB Desak Ponpes Imam Safi’i Bima Bayar Pesangon Guru Berdasarkan Putusan MA
Pucuk Pimpinan Polda Bergeser: Dadang ke Metro, Dekananto ke Jatim, Wakapolda Metro Naik ke Kursi Kapolda
Gerbong Besar di Mabes Polri Bergerak, Suyudi Rombak 14 PJU dan Mutasi 88 Pati-Pamen
Direktur Eksekutif Visi Indonesia: Suyudi Ario Seto Harus Jadikan Reformasi Polri sebagai Legacy Kepemimpinannya
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:06 WIB

Dugaan Permainan Proyek Sumur Bor Rp 40 Miliar di Dompu, BWS NTB Didesak Buka RAB

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:23 WIB

Rapor Merah 2 Tahun Prabowo-Gibran: 75% Publik Tertekan Kebijakan, Mayoritas Ahli Nilai Kepemimpinan Belum Memadai

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:37 WIB

Marak Blokade Jalan di Bima-Dompu, GAKADA BIDOM Tekankan Pentingnya Polmas Humanis

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:42 WIB

KSBSI NTB Desak Ponpes Imam Safi’i Bima Bayar Pesangon Guru Berdasarkan Putusan MA

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Pucuk Pimpinan Polda Bergeser: Dadang ke Metro, Dekananto ke Jatim, Wakapolda Metro Naik ke Kursi Kapolda

Berita Terbaru