Bau Anyir Dana Siluman di NTB: Menanti Nyali Jaksa Memanggil Gubernur

- Jurnalis

Selasa, 21 April 2026 - 15:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Nazamudin Mustofa mantan anggota DPRD Prov.NTB dari Partai (PPP) periode 2019-2024.

Foto: Nazamudin Mustofa mantan anggota DPRD Prov.NTB dari Partai (PPP) periode 2019-2024.

Mataram, Jejakdata.com – Persidangan kasus dugaan “dana siluman” di Nusa Tenggara Barat yang digelar di Pengadilan Tipikor Mataram mulai memantik riuh. Bukannya menderang, proses hukum ini dinilai masih berjalan di permukaan. Jaksa Penuntut Umum kini ditantang untuk menyeret aktor-aktor di balik layar para pemegang kunci kebijakan ke kursi saksi.

​Desakan publik menguat agar jaksa memanggil Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, dan mantan Sekretaris Daerah yang juga eks Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Gita Aryadi. Tak hanya dari jajaran eksekutif, TGH Najamudin Moestafa, sang pelapor sekaligus mantan legislator Udayana periode 2019-2024, juga menyatakan kesiapannya untuk “bernyanyi” di bawah sumpah.

​Hingga saat ini, persidangan cenderung hanya berkutat pada persoalan gratifikasi sebuah drama hilir yang melibatkan tiga terdakwa dan belasan orang yang telah buru-buru mengembalikan uang ke kas negara. Namun, bagi Najamudin Moestafa, semua itu hanyalah riak kecil. Inti persoalannya ada pada hulu proses lahirnya kebijakan yang diduga menjadi pintu masuk mengucurnya dana tersebut.

Baca Juga :  Wakil Ketua Komisi X DPR RI Warning: Potong Dana PIP, Siap-Siap Berhadapan dengan Hukum

​”Kalau ingin perkara ini terang benderang, semua yang tahu harus dihadirkan. Sumbernya harus dibuka,” kata Najamudin kepada wartawan pada Selasa, 21 April 2026. Ia menilai, mengadili penerima tanpa menguji keabsahan kebijakan adalah upaya memutus rantai peristiwa secara paksa.

​Dalam amatan Najamudin, konstruksi perkara ini tak bisa dipisahkan dari payung hukum berupa Peraturan Gubernur. Di titik inilah kehadiran Gubernur dan Ketua TAPD menjadi mendesak. Hakim perlu mendengar langsung apa dasar hukum di balik kebijakan tersebut guna mendapatkan gambaran yang utuh dan akademik, bukan sekadar hitung-hitungan angka yang berpindah tangan.

​Kekhawatiran yang muncul kemudian adalah adanya ketimpangan perspektif dalam persidangan. Tanpa menyentuh ranah eksekutif, proses hukum ini berisiko menjadi panggung penghakiman bagi pihak legislatif semata. Dimensi kebijakan yang lahir di kantor gubernur seolah menjadi “area terlarang” yang luput dari pengujian materiil.

Baca Juga :  Aksi HMI-MPO: Gubernur NTB Dinilai Gagal Prioritaskan Kebutuhan Rakyat

​”Jangan sampai persidangan ini hanya melihat akibat, tapi mengabaikan sebab,” tegas Najamudin. Baginya, keadilan yang parsial adalah bentuk lain dari ketidakadilan itu sendiri.

​Sejumlah pengamat hukum pun sepakat. Keberanian jaksa menghadirkan saksi-saksi kunci ini akan menjadi ujian bagi kualitas pembuktian di pengadilan. Jika jaksa memilih bertahan pada konstruksi dakwaan yang sempit, maka teka-teki asal-usul “dana siluman” ini mungkin akan tetap menjadi rahasia yang terkunci rapat di balik map-map birokrasi.

​Kini, bola panas berada di tangan jaksa. Apakah mereka akan membuka kotak pandora kebijakan ini, atau membiarkan persidangan berakhir sebagai sekadar seremoni penghukuman para penerima? Publik NTB sedang menunggu jawabannya.(JD09)

Follow WhatsApp Channel jejakdata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Intervensi Proyek Daerah, Peran Anak Bupati Bima Didesak Diusut KPK
Selamatkan Petani NTB dari Kerugian Massal, BARDAM NUSA Minta Harga Acuan Bawang Merah Segera Ditetapkan
Polemik Usulan Sekwan Dompu: Badko HMI Adukan Manuver Enam Fraksi ke Pengurus Pusat Partai
Bicara Mendunia, Jalan Menderita: HMI Cabang Bima Kritik Arah Pembangunan NTB
Hasil Musorprov XIII KONI NTB Gagal Tetapkan Ketum Baru, KONI Pusat Resmi Ambil Alih Organisasi
BLU Energi, Langkah Strategis Pemerintah Memperbaiki Tata Kelola Energi Primer
SMP 4 Palibelo & SMP 6 Satap Monta Diseret, KPK-PD Tuntut Polda NTB Usut Tuntas Dana Revitalisasi
Jejak Rp1,1 Miliar Revitalisasi PAUD KB AMBI Dompu Resmi Dilaporkan ke Kejaksaan, Lokasi Bangunan dan Izin Operasional Tak Sebangun
Berita ini 63 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 00:55 WIB

Diduga Intervensi Proyek Daerah, Peran Anak Bupati Bima Didesak Diusut KPK

Rabu, 2 September 2026 - 15:30 WIB

Selamatkan Petani NTB dari Kerugian Massal, BARDAM NUSA Minta Harga Acuan Bawang Merah Segera Ditetapkan

Rabu, 2 September 2026 - 14:38 WIB

Polemik Usulan Sekwan Dompu: Badko HMI Adukan Manuver Enam Fraksi ke Pengurus Pusat Partai

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:47 WIB

Bicara Mendunia, Jalan Menderita: HMI Cabang Bima Kritik Arah Pembangunan NTB

Senin, 31 Agustus 2026 - 09:17 WIB

Hasil Musorprov XIII KONI NTB Gagal Tetapkan Ketum Baru, KONI Pusat Resmi Ambil Alih Organisasi

Berita Terbaru