Gelar Jumpa Pers, HIPMI PT NTB Soroti Politisasi Mahasiswa Sekaligus Beri Pesan Menohok untuk Tiyo Ardianto

- Jurnalis

Kamis, 18 Juni 2026 - 22:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum Bakorda HIPMI PT NTB, Haikal Fahad Al Amudy (tengah depan), memberikan keterangan pers didampingi jajaran pengurus di Coffee Town Station, Mataram, Kamis malam (18/6/2026). Dalam pernyataan sikapnya, mereka mendesak gerakan mahasiswa untuk menjaga independensi dari kepentingan politik praktis. (Foto: Dok. Jejakdata.com)

Ketua Umum Bakorda HIPMI PT NTB, Haikal Fahad Al Amudy (tengah depan), memberikan keterangan pers didampingi jajaran pengurus di Coffee Town Station, Mataram, Kamis malam (18/6/2026). Dalam pernyataan sikapnya, mereka mendesak gerakan mahasiswa untuk menjaga independensi dari kepentingan politik praktis. (Foto: Dok. Jejakdata.com)

Mataram, Jejakdata.com – Badan Koordinator Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi Nusa Tenggara Barat (Bakorda HIPMI PT NTB) secara terbuka mendesak seluruh elemen gerakan mahasiswa di Indonesia agar kembali pada khitah dan menjaga independensinya. Organisasi wadah pengusaha muda kampus ini mengendus adanya indikasi kuat gerakan moral mahasiswa mulai ditumpangi oleh kepentingan politik praktis kelompok tertentu di ruang publik.

​Sikap tersebut dirilis secara resmi dalam sebuah konferensi pers yang digelar di Coffee Town Station, Mataram, Kamis malam, 18 Juni 2026.

​Acara dibuka oleh Ketua Umum Bakorda HIPMI PT NTB, Haikal Fahad Al Amudy. Dalam pidato pengantarnya, Haikal menegaskan bahwa posisi mahasiswa di dalam tatanan bernegara sangat strategis sebagai agen perubahan (agent of change), kontrol sosial (social control), dan kekuatan moral (moral force). Ketiga fungsi tersebut, menurut dia, terancam terdegradasi jika mahasiswa terjebak dalam pusaran politik elektoral.

​”Setiap bentuk intervensi maupun politisasi terhadap gerakan mahasiswa berpotensi besar mengurangi independensi dan objektivitas mereka. Integritas kemahasiswaan harus tetap dijaga di atas kepentingan politik kelompok tertentu,” ujar Haikal di hadapan jurnalis, Kamis, 18 Juni 2026.

Baca Juga :  FPP-NTB Laporkan Dugaan Korupsi Proyek SWRO Lombok Utara ke Kejati NTB

​Usai pembukaan, pengurus Bakorda HIPMI PT NTB, Indra, membacakan  pernyataan sikap, ada enam poin komitmen dan lima tuntutan utama yang dibacakan secara berurutan.

​Dalam pernyataan sikapnya, HIPMI PT NTB menyoroti cara mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi belakangan ini. Indra menjabarkan, organisasi ini mendesak kaum intelektual kampus untuk beralih dari sekadar retorika ke arah kritik yang berbasis pada data riil.

​”Kami mengajak seluruh mahasiswa untuk mengedepankan kajian akademik, data, fakta, serta argumentasi yang konstruktif dalam menyampaikan kritik atau aspirasi terhadap kebijakan publik,” kata Indra saat membacakan pernyataan sikapnya.

​Selain menyangkut sterilisasi gerakan mahasiswa dari kepentingan eksternal, sikap resmi HIPMI PT NTB ini juga melayangkan tuntutan ke ranah tata kelola pemerintahan dan penegakan hukum. Mereka mendorong pemerintah pusat dan daerah untuk memperkuat transparansi dalam pelaksanaan program strategis nasional agar dampaknya benar-benar menyentuh masyarakat.

​Di sisi lain, menyikapi penegakan hukum, organisasi ini meminta ketegasan aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas tindak pidana korupsi secara profesional tanpa pandang bulu (equality before the law).

Baca Juga :  MotoGP Mandalika 2025 Catat Penyelenggaraan Terbaik, Ekonomi NTB Melejit

​Sebelum menutup secara resmi, Ketua Umum Bakorda HIPMI PT NTB, Haikal Fahad, secara khusus melayangkan sebuah pesan menohok yang ditujukan kepada mantan Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto.

Haikal memberikan catatan mendalam mengenai esensi gerakan intelektual kampus, etika berkomunikasi, serta bagaimana seharusnya aktivis muda membawa diri dalam ruang perdebatan publik. Sembari mengutip sebuah pesan reflektif, Haikal mengingatkan Tiyo agar ketajaman argumen mahasiswa tidak mengorbankan moralitas kesantunan.

​”Sejak muda itu debat harus keras dan tajam, tetapi jangan menghilangkan kerendahan hati,” tegas Haikal di hadapan awak media.

​Menurut Haikal, dinamika adu argumen yang sehat di kalangan aktivis kampus semestinya menjadi instrumen untuk mendewasakan pola pikir, bukan sekadar panggung unjuk ego intelektual. “Debat itu menjaga etika, mengasah logika, dan jika retorikanya yang bagus bisa meningkatkan estetika para peserta dan penyimak debat,” pungkasnya menutup acara.(JD09)

Follow WhatsApp Channel jejakdata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Semarakkan Sabtu Budaya, SMAN 9 Mataram Rawat Tradisi dan Karakter Siswa
GARDA SATU NTB: Penyelamatan Hutan dan Penertiban Tambang Ilegal Harus Berjalan Bersamaan
FPP NTB Desak Audit Hukum Pengelolaan MBG, Kejati Diminta Telusuri Aliran Dana Yayasan Anak Yasin
Pemenang Tender Proyek Sekolah Rakyat Lombok Utara Rp250 Miliar Didemo Mahasiswa di Kementrian PU
GMPPA Endus Dugaan Monopoli Paket Proyek APBN Oleh Salah Satu Kontraktor di NTB
Pesantren Jangan Dihakimi: Memperkuat Perlindungan Anak Tanpa Menghilangkan Jasa Besar Pesantren
HMI Bali Nusra Desak Kejati NTB Usut Keterlibatan Bupati dan Wali Kota Bima di Reklamasi Amahami
Proyek Sekolah Rakyat Rp250 Miliar di NTB Digoyang Isu Pengondisian Tender
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 22:55 WIB

Gelar Jumpa Pers, HIPMI PT NTB Soroti Politisasi Mahasiswa Sekaligus Beri Pesan Menohok untuk Tiyo Ardianto

Senin, 15 Juni 2026 - 19:08 WIB

Semarakkan Sabtu Budaya, SMAN 9 Mataram Rawat Tradisi dan Karakter Siswa

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:19 WIB

GARDA SATU NTB: Penyelamatan Hutan dan Penertiban Tambang Ilegal Harus Berjalan Bersamaan

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:29 WIB

FPP NTB Desak Audit Hukum Pengelolaan MBG, Kejati Diminta Telusuri Aliran Dana Yayasan Anak Yasin

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:00 WIB

Pemenang Tender Proyek Sekolah Rakyat Lombok Utara Rp250 Miliar Didemo Mahasiswa di Kementrian PU

Berita Terbaru