Jejakdata.com | Lombok Barat, 20 Juli 2026 – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Lombok Barat pada Senin. Sebanyak lima orang diamankan, salah satunya diduga Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini. Hingga berita ini diturunkan, KPK belum mengumumkan identitas seluruh pihak yang diamankan maupun perkara yang menjadi dasar operasi tersebut.
Operasi senyap itu terungkap setelah penyidik KPK menyegel ruang kerja Bupati Lombok Barat di Kantor Bupati, Gerung. Selain itu, penyidik juga memasang garis segel di ruang Direktur PT AMGM serta ruang kerja Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Lombok Barat sebagai bagian dari proses penyidikan.
Sekretaris Daerah Lombok Barat, Akhmad Saikhu, membenarkan adanya penyegelan tersebut. Ia mengatakan pegawai mendapati ruang kerja bupati telah dipasangi segel KPK saat mulai bekerja pada Senin pagi. Saikhu juga mengaku belum dapat menghubungi Bupati Lombok Barat karena nomor telepon seluler yang biasa digunakan tidak aktif.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Jejakdata.com dari sumber yang mengetahui penanganan perkara, Bupati Lombok Barat bersama empat orang lainnya saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Markas Komando Brimob Polda Nusa Tenggara Barat. Sumber yang sama menyebutkan kelima orang tersebut dijadwalkan diterbangkan ke Jakarta pada Senin malam sekitar pukul 19.00 WITA untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di Gedung Merah Putih KPK.
Meski demikian, Jejakdata.com belum dapat memverifikasi informasi tersebut secara independen. Hingga saat ini KPK juga belum memberikan keterangan resmi mengenai lokasi pemeriksaan, identitas para pihak yang diamankan, maupun rencana pemindahan mereka ke Jakarta.
Sesuai ketentuan hukum, KPK memiliki waktu paling lama 1 x 24 jam sejak operasi tangkap tangan dilakukan untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan. Setelah itu, lembaga antirasuah tersebut diperkirakan akan menyampaikan konstruksi perkara, identitas para pihak, serta dugaan tindak pidana yang sedang diselidiki.
Hingga berita ini diterbitkan, KPK masih menutup rapat informasi mengenai perkara yang melatarbelakangi operasi tangkap tangan di Kabupaten Lombok Barat. (JD13)








