Mataram, Jejakdata.com – Barisan Aspirasi Rakyat (BARA NTB) menggelar aksi demonstrasi menyoroti buruknya tata kelola manajemen PT PLN Nusa Daya Nusa Tenggara Barat (NTB). Massa menuntut Direktur Utama PT PLN Nusa Daya Nasional segera mengevaluasi hingga mencopot General Manager (GM) serta jajaran direksi PLN Nusa Daya NTB karena dinilai gagal menjalankan tugas pokok dan fungsinya.
Pembina BARA NTB, Algifari, menyatakan bahwa berbagai persoalan internal di tubuh PLN Nusa Daya NTB telah berlangsung lama tanpa ada perbaikan konkret dan perbaikan sistem yang signifikan.
“Kami mendesak Direktur PT PLN Nusa Daya Nasional untuk memberhentikan Direktur PT PLN Nusa Daya NTB. Begitu banyak persoalan yang terjadi dan tidak mampu diselesaikan dengan baik,” ujar Algifari dalam keterangannya, Selasa, 18 Agustus 2026.
BARA NTB menyoroti tiga aspek utama pelanggaran tata kelola manajemen yang dinilai krusial:
-
Pengabaian Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3): Penerapan K3 dinilai jauh dari standar aturan yang berlaku. Manajemen disebut tidak menyediakan bimbingan teknis, Standard Operating Procedure (SOP), hingga sistem pengawasan lapangan bagi pekerja. Mengingat tingginya risiko pekerjaan di sektor kelistrikan, pengabaian ini dinilai membahayakan keselamatan jiwa para pekerja.
-
Dugaan Penyimpangan Dana CSR/TJSL: BARA NTB menyoroti ketiadaan transparansi mengenai anggaran dan penerima manfaat Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL/CSR). Kondisi ini memicu dugaan tidak direalisasikannya atau adanya penggelapan dana CSR, yang berpotensi melanggar Peraturan Menteri BUMN Tahun 2021 tentang Program TJSL BUMN.
-
Pelanggaran Hak-Hak Pekerja Vendor: Para pekerja mitra atau vendor yang telah bertahun-tahun bertugas di lapangan disebut belum memperoleh kepastian status kerja. Manajemen dinilai mengabaikan ketentuan Perjanjian Kerja Waktu Pertentu (PKWT) dan sistem outsourcing sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja.
Algifari menegaskan bahwa BARA NTB siap menggelar aksi unjuk rasa lanjutan dengan eskalasi massa yang lebih besar jika tuntutan evaluasi total ini tidak segera direspon.
“Kami akan hadir kembali dengan massa berkali-kali lipat. Jika tidak diindahkan di tingkat daerah, aksi akan kami teruskan ke kantor pusat PT PLN Nusa Daya Nasional di Jakarta untuk mendesak pencopotan GM PT PLN Nusa Daya NTB,” kata Algifari. (JD09)









