Mataram, Jejakdata.com – Rabu, 2 September 2026. Pengurus Wilayah Barisan Pemuda Bima Nusantara (BARDAM NUSA) Bali-Nusra mendesak Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan untuk segera menetapkan harga acuan bawang merah di tingkat petani sebesar Rp 25.000 per kilogram (Rp 2,5 juta per kuintal). Desakan ini menyusul gelombang keluhan dari para petani di wilayah Bima dan Dompu yang menjerit akibat anjloknya harga jual panen belakangan ini.
Langkah penetapan harga acuan ini dinilai sangat mendesak untuk menyelamatkan para petani di Nusa Tenggara Barat (NTB) dari ancaman kerugian massal akibat melambungnya biaya produksi yang tidak lagi sebanding dengan pendapatan.
Ketua BARDAM NUSA, Imam Budiman Indra Alam, menegaskan bahwa angka Rp 25.000 per kilogram merupakan batas minimal yang realistis agar hasil panen mampu menutupi seluruh modal usaha tani sekaligus memenuhi kebutuhan pokok keluarga.
“Pemerintah Pusat harus peka dan hadir menetapkan harga Rp 2,5 juta per seratus kilogram. Angka ini vital agar petani khususnya di Bima dan Dompu yang saat ini sangat terdampak tidak terus-menerus terpuruk akibat harga jual yang jauh di bawah biaya operasional,” tegas Imam. Ia juga meminta Pemerintah Provinsi NTB tidak tinggal diam dan segera mengambil langkah konkret melindungi tata niaga bawang merah lokal.
Desakan tersebut berdasar pada rincian kalkulasi biaya usaha tani bawang merah untuk lahan seluas 1 hektare, di mana akumulasi modal yang harus dikeluarkan petani mencapai Rp 150 juta hingga Rp 200 juta per musim tanam dalam kondisi normal.
| Komponen Biaya Produksi (per Hektare) | Estimasi Biaya |
|---|---|
| Sewa Lahan (Lelang 6–7 bulan / 2 kali tanam) | Rp 20.000.000 – Rp 25.000.000 |
| Bibit Bawang (2,5 ton @ Rp 3.000.000/kuintal) | Rp 75.000.000 |
| Upah Buruh Tani (Olah tanah, potong bibit, hingga panen) | Rp 25.000.000 – Rp 30.000.000 |
| Pestisida / Obat-obatan (Tergantung tingkat serangan hama) | Rp 35.000.000 – Rp 100.000.000 |
| Bahan Bakar Pengairan & Penyemprotan | Rp 6.000.000 |
| Pupuk (30 sak @ Rp 100.000) | Rp 3.000.000 |
Dari sisi produktivitas, lahan seluas 1 hektare dengan perawatan optimal mampu menghasilkan hingga 15 ton bawang merah. Namun, jika terjadi kegagalan akibat serangan hama atau cuaca buruk, hasil panen merosot drastis hingga tersisa 4 sampai 10 ton saja.
Kondisi para petani di Bima dan Dompu makin diperberat oleh harga pasaran yang saat ini anjlok di kisaran Rp 11.000 per kilogram untuk ukuran kecil hingga Rp 20.000 per kilogram untuk kualitas super (jumbo). Skema harga ini memastikan petani mengalami kerugian total jika harga jual bertahan di bawah Rp 20.000 per kilogram bahkan kalkulasi ini belum memperhitung beban fisik dan keringat yang dikuras sepanjang masa tanam. (JD09)









