Selamatkan Petani NTB dari Kerugian Massal, BARDAM NUSA Minta Harga Acuan Bawang Merah Segera Ditetapkan

- Jurnalis

Rabu, 2 September 2026 - 15:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ketua Bardam Nusa, Imam Budiman Indra Alam.(JD09)

Foto: Ketua Bardam Nusa, Imam Budiman Indra Alam.(JD09)

Langkah penetapan harga acuan ini dinilai sangat mendesak untuk menyelamatkan para petani di Nusa Tenggara Barat (NTB) dari ancaman kerugian massal akibat melambungnya biaya produksi yang tidak lagi sebanding dengan pendapatan.

Ketua BARDAM NUSA, Imam Budiman Indra Alam, menegaskan bahwa angka Rp 25.000 per kilogram merupakan batas minimal yang realistis agar hasil panen mampu menutupi seluruh modal usaha tani sekaligus memenuhi kebutuhan pokok keluarga.

“Pemerintah Pusat harus peka dan hadir menetapkan harga Rp 2,5 juta per seratus kilogram. Angka ini vital agar petani khususnya di Bima dan Dompu yang saat ini sangat terdampak tidak terus-menerus terpuruk akibat harga jual yang jauh di bawah biaya operasional,” tegas Imam. Ia juga meminta Pemerintah Provinsi NTB tidak tinggal diam dan segera mengambil langkah konkret melindungi tata niaga bawang merah lokal.

Baca Juga :  SMP 4 Palibelo & SMP 6 Satap Monta Diseret, KPK-PD Tuntut Polda NTB Usut Tuntas Dana Revitalisasi

Desakan tersebut berdasar pada rincian kalkulasi biaya usaha tani bawang merah untuk lahan seluas 1 hektare, di mana akumulasi modal yang harus dikeluarkan petani mencapai Rp 150 juta hingga Rp 200 juta per musim tanam dalam kondisi normal.

Komponen Biaya Produksi (per Hektare) Estimasi Biaya
Sewa Lahan (Lelang 6–7 bulan / 2 kali tanam) Rp 20.000.000 – Rp 25.000.000
Bibit Bawang (2,5 ton @ Rp 3.000.000/kuintal) Rp 75.000.000
Upah Buruh Tani (Olah tanah, potong bibit, hingga panen) Rp 25.000.000 – Rp 30.000.000
Pestisida / Obat-obatan (Tergantung tingkat serangan hama) Rp 35.000.000 – Rp 100.000.000
Bahan Bakar Pengairan & Penyemprotan Rp 6.000.000
Pupuk (30 sak @ Rp 100.000) Rp 3.000.000
Baca Juga :  AMPI NTB Resmi Laporkan Dugaan Penyimpangan Proyek BBWS NT I ke Kejati NTB

Dari sisi produktivitas, lahan seluas 1 hektare dengan perawatan optimal mampu menghasilkan hingga 15 ton bawang merah. Namun, jika terjadi kegagalan akibat serangan hama atau cuaca buruk, hasil panen merosot drastis hingga tersisa 4 sampai 10 ton saja.

Kondisi para petani di Bima dan Dompu makin diperberat oleh harga pasaran yang saat ini anjlok di kisaran Rp 11.000 per kilogram untuk ukuran kecil hingga Rp 20.000 per kilogram untuk kualitas super (jumbo). Skema harga ini memastikan petani mengalami kerugian total jika harga jual bertahan di bawah Rp 20.000 per kilogram bahkan kalkulasi ini belum memperhitung beban fisik dan keringat yang dikuras sepanjang masa tanam. (JD09)

Follow WhatsApp Channel jejakdata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rapor Merah 2 Tahun Prabowo-Gibran: 75% Publik Tertekan Kebijakan, Mayoritas Ahli Nilai Kepemimpinan Belum Memadai
Marak Blokade Jalan di Bima-Dompu, GAKADA BIDOM Tekankan Pentingnya Polmas Humanis
Badko HMI Bali Nusra Desak Evaluasi dan Pencabutan Izin Travel Umrah Bermasalah di NTB
Dituding Menipu Jamaah Umroh di Media Sosial, Direktur PT Indah Haromain Anugrah Laporkan Dua Akun Facebook ke Polda NTB
KSBSI NTB Desak Ponpes Imam Safi’i Bima Bayar Pesangon Guru Berdasarkan Putusan MA
Pucuk Pimpinan Polda Bergeser: Dadang ke Metro, Dekananto ke Jatim, Wakapolda Metro Naik ke Kursi Kapolda
Gerbong Besar di Mabes Polri Bergerak, Suyudi Rombak 14 PJU dan Mutasi 88 Pati-Pamen
Direktur Eksekutif Visi Indonesia: Suyudi Ario Seto Harus Jadikan Reformasi Polri sebagai Legacy Kepemimpinannya
Berita ini 401 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:23 WIB

Rapor Merah 2 Tahun Prabowo-Gibran: 75% Publik Tertekan Kebijakan, Mayoritas Ahli Nilai Kepemimpinan Belum Memadai

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:37 WIB

Marak Blokade Jalan di Bima-Dompu, GAKADA BIDOM Tekankan Pentingnya Polmas Humanis

Kamis, 8 Oktober 2026 - 22:32 WIB

Badko HMI Bali Nusra Desak Evaluasi dan Pencabutan Izin Travel Umrah Bermasalah di NTB

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:56 WIB

Dituding Menipu Jamaah Umroh di Media Sosial, Direktur PT Indah Haromain Anugrah Laporkan Dua Akun Facebook ke Polda NTB

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Pucuk Pimpinan Polda Bergeser: Dadang ke Metro, Dekananto ke Jatim, Wakapolda Metro Naik ke Kursi Kapolda

Berita Terbaru