Aksi Jilid V, KPK-PD Minta Kejati dan Polda NTB Cek Fisik Bangunan Sekolah Hasil Revitalisasi di Bima

- Jurnalis

Sabtu, 19 September 2026 - 09:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Aksi unjuk rasa KPK-PD NTB di depan gerbang Kejaksaan Tinggi NTB menuntut pengusutan dugaan penyimpangan dana revitalisasi sekolah di Kabupaten Bima.(JD09)

Foto: Aksi unjuk rasa KPK-PD NTB di depan gerbang Kejaksaan Tinggi NTB menuntut pengusutan dugaan penyimpangan dana revitalisasi sekolah di Kabupaten Bima.(JD09)

Mataram, Jejakdata.com – Persoalan program revitalisasi sekolah di Kabupaten Bima kembali menjadi sorotan. Memasuki Aksi Jilid V, KPK-PD menegaskan akan terus mengawal dugaan persoalan dalam pelaksanaan dan pengelolaan anggaran revitalisasi Tahun 2025-2026 yang dinilai perlu mendapatkan perhatian serius dari aparat penegak hukum.

KPK-PD menilai program revitalisasi yang menggunakan anggaran negara tidak boleh hanya dilihat dari hasil fisik bangunan semata. Transparansi perencanaan, pengadaan material, penggunaan anggaran, volume pekerjaan, hingga laporan pertanggungjawaban harus dapat dipastikan sesuai dengan ketentuan.

Berbagai informasi dan temuan lapangan yang diterima KPK-PD, menurut Lembaga tersebut, menjadi alasan untuk mendorong adanya pemeriksaan yang lebih mendalam. Namun, seluruh dugaan tersebut tetap harus dibuktikan melalui audit, pemeriksaan dokumen, pengecekan fisik, serta proses hukum yang objektif.

Koordinator Umum KPK-PD, M. Adam Ikbal, menegaskan bahwa Aksi Jilid V bukan sekadar aksi seremonial, melainkan bentuk tekanan publik agar aparat penegak hukum memberikan kejelasan terhadap persoalan revitalisasi yang selama ini menjadi perhatian masyarakat.

Baca Juga :  Resmi Dilaporkan! Bupati Bima dan Kepsek Diduga Terlibat Korupsi Program Revit Sekolah

“Kami ingin persoalan revitalisasi ini dibuka secara terang. Jangan sampai dugaan yang muncul di lapangan hanya berhenti menjadi isu. Polda NTB dan Kejati NTB harus turun, periksa dokumen, cek pekerjaan di lapangan, dan telusuri aliran anggarannya. Kalau ditemukan pelanggaran, proses sesuai hukum,” tegas M. Adam Ikbal.

KPK-PD juga mendesak aparat untuk menelusuri sejumlah aspek yang dianggap penting, mulai dari RAB, harga satuan material, volume pekerjaan, mekanisme pengadaan, pembayaran, laporan pertanggungjawaban, hingga kesesuaian antara nilai anggaran dengan kondisi pekerjaan di masing-masing satuan pendidikan.

Menurut KPK-PD, pengawasan terhadap anggaran revitalisasi harus dilakukan secara serius karena dana tersebut merupakan uang negara yang diperuntukkan bagi kepentingan pendidikan. Setiap potensi penyimpangan harus diuji berdasarkan bukti, bukan dibiarkan tanpa kejelasan.

KPK-PD meminta Ditreskrimsus Polda NTB dan Kejaksaan Tinggi NTB tidak hanya menerima informasi atau laporan secara administratif. Jika terdapat dasar yang cukup, aparat diminta melakukan pendalaman dan memanggil pihak-pihak yang berkaitan dengan pelaksanaan program revitalisasi Tahun 2025-2026.

Baca Juga :  Gelar Jumpa Pers, HIPMI PT NTB Soroti Politisasi Mahasiswa Sekaligus Beri Pesan Menohok untuk Tiyo Ardianto

“Kami tidak meminta siapa pun dihukum tanpa proses. Kami meminta hukum bekerja. Kalau tidak ada penyimpangan, sampaikan hasilnya kepada publik. Tetapi kalau ditemukan bukti adanya penyimpangan, jangan ragu untuk menindak sesuai aturan,” lanjutnya.

Aksi Jilid V sekaligus menjadi pesan bahwa pengawasan masyarakat terhadap penggunaan anggaran pendidikan tidak boleh dianggap sebagai gangguan. Kritik dan kontrol publik merupakan bagian penting dalam memastikan program pemerintah berjalan secara transparan dan tepat sasaran.

KPK-PD menegaskan akan terus mengawal persoalan revitalisasi di Kabupaten Bima dan mendorong keterbukaan informasi kepada masyarakat.

“Revitalisasi bukan tempat untuk bermain-main dengan uang negara. Sekolah harus mendapatkan manfaat dari anggaran tersebut, bukan justru menyisakan pertanyaan. Jilid V adalah penegasan: bongkar jika ada dugaan penyimpangan, periksa jika ada bukti, dan tegakkan hukum tanpa pandang bulu,” tutup M. Adam Ikbal.(JD09)

Follow WhatsApp Channel jejakdata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jokowi Ungkap Riwayat Kuliah di UGM hingga Alasan Laporkan Roy Suryo dan dr Tifa
Mengejutkan! Jokowi Pamerkan Dokumen Ijazah di Hadapan Hakim dan Roy Suryo, Ini Momen di Ruang Sidang
Hutan RTK 01 Rinjani Diduga Terus Dijarah, ITK Desak Kejati NTB Bongkar Mafia Illegal Logging
Wahyu Hadiningrat Pimpin Penangkapan Listyo Sigit Prabowo, Ini Rekam Jejak Sang Jenderal dari Reserse, Siber hingga Antiteror
Istana Belum Tahu Dalang Penyadapan Prabowo, Siapa yang Mengincar Percakapan Presiden?
Diperiksa KPK, Ini Alasan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Dua Kali Mangkir dari Panggilan Penyidik
Soroti Penyadapan Ilegal Presiden, HMI MPO Mataram Cium Dugaan Keterlibatan Aktor Intelektual
Skandal Penyadapan Presiden Memanas! Listyo Sigit dan Eks Ajudan Prabowo Masuk Daftar Tersangka
Berita ini 45 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 13:04 WIB

Jokowi Ungkap Riwayat Kuliah di UGM hingga Alasan Laporkan Roy Suryo dan dr Tifa

Kamis, 5 November 2026 - 11:21 WIB

Mengejutkan! Jokowi Pamerkan Dokumen Ijazah di Hadapan Hakim dan Roy Suryo, Ini Momen di Ruang Sidang

Rabu, 4 November 2026 - 23:07 WIB

Hutan RTK 01 Rinjani Diduga Terus Dijarah, ITK Desak Kejati NTB Bongkar Mafia Illegal Logging

Rabu, 4 November 2026 - 22:14 WIB

Wahyu Hadiningrat Pimpin Penangkapan Listyo Sigit Prabowo, Ini Rekam Jejak Sang Jenderal dari Reserse, Siber hingga Antiteror

Rabu, 4 November 2026 - 19:04 WIB

Istana Belum Tahu Dalang Penyadapan Prabowo, Siapa yang Mengincar Percakapan Presiden?

Berita Terbaru