‎Warga Lotim Kecam Aksi Dua Siswi Viral Karena Menghina Makanan MBG

- Jurnalis

Jumat, 10 Oktober 2025 - 08:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎‎Lombok Timur jejakdata.com/ – Viral video dua orang siswi SMP di Lombok Timur menghina makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan kata-kata kasar dan tidak pantas diucapkan seorang pelajar menuai kritik dari warga Lombok Timur.

‎‎Tindakan tersebut jelas tidak mencerminkan karakter pelajar yang seharusnya menghargai upaya penyediaan makanan bergizi di sekolah.

‎‎Dimana sekolah wajib mengambil sikap tegas terhadap apa yang telah dilakukan oleh siswi tersebut karena telah mencoreng nama baik sekolah dan Lombok Timur.

Baca Juga :  POLDA NTB Mulai Penyelidikan Dugaan Pemanfaatan Air yang Dilaporkan Kasta NTB

‎‎Kasus ini menunjukkan lemahnya pembinaan karakter di sebuah lembaga pendidikan dan membuat citra pendidikan dan lingkungan belajar di suatu lembaga pendidikan menjadi rusak terlebih siswa tersebut masih duduk di bangku SMP.

‎‎"Tutur katen Dekn wah tetajah Isik dengan taokn,keninen sak ekek pengeraosn," ujar Lalue Addin dalam komentarnya.

‎‎"Weeee lok paut mudahan bi te bau tini …plajar kurang ajar ," kata Inak Rizam mengomentari vidio tersebut.

‎‎Sampai saat ini vido viral yang memperlihatkan perlakuan dua siswi yang menghina makanan tersebut sudah di tayangkan sebanyak 325 kali dengan komentar yang beragam.

Baca Juga :  Polsek Lingsar All Out, Dari Simulasi Bencana hingga Sambang Duka

‎‎Kepala Bidang SMP Lombok Timur Samsul Wajdi saat di konfirmasi terkait viralnya video tersebut mengatakan pihaknya baru mengetahui kalau ada siswa SMP di Lombok Timur yang viral karena menghina makana MBG.

‎‎"Ya ini sedang kami konfirmasi ke sekolahnya, tiang baru saja dapat informasinya," ujarnya singkat pada Jumat, 10 Oktober 2025.

Follow WhatsApp Channel jejakdata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Korban Alami Cacat Permanen, Garda Satu Soroti Lambannya Respons Satgas MBG
Lamar Kerja di Facebook, Mahasiswi Disekap dan Diperkosa 3 Hari
Rakyat Desa Tidak Hidup dari Dolar, Tapi dari Harga Beras
Proyek Irigasi Inpres BBWS NT I di Dompu Dilaporkan ke Polda NTB, Dugaan Penyimpangan Disorot
Gelombang Petisi di Car Free Day Udayana, KEPAK NTB Dorong Hakim Tipikor Panggil Gubernur NTB
Gubernur NTB Disarankan Edukasi Diri Sebelum Edukasi Publik
KEPAK NTB Demo Kejati, Desak Usut Aktor Kunci Kasus Gratifikasi DPRD
Bau Anyir Dana Siluman di NTB: Menanti Nyali Jaksa Memanggil Gubernur
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 22:43 WIB

Korban Alami Cacat Permanen, Garda Satu Soroti Lambannya Respons Satgas MBG

Minggu, 17 Mei 2026 - 15:02 WIB

Lamar Kerja di Facebook, Mahasiswi Disekap dan Diperkosa 3 Hari

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:54 WIB

Rakyat Desa Tidak Hidup dari Dolar, Tapi dari Harga Beras

Kamis, 7 Mei 2026 - 15:57 WIB

Proyek Irigasi Inpres BBWS NT I di Dompu Dilaporkan ke Polda NTB, Dugaan Penyimpangan Disorot

Minggu, 26 April 2026 - 11:49 WIB

Gelombang Petisi di Car Free Day Udayana, KEPAK NTB Dorong Hakim Tipikor Panggil Gubernur NTB

Berita Terbaru

Foto: Suasana pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) perdana di kawasan Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta, tepat di depan Stasiun LRT Jabodebek Rasuna Said. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk menghentikan sementara kegiatan ini mulai Minggu (17/5/2026) guna melakukan evaluasi teknis dan penataan fasilitas publik.

Nasional

CFD Rasuna Said Dihentikan Sementara, Ada Apa?

Minggu, 17 Mei 2026 - 14:51 WIB

Foto: Direktur Eksekutif Visi Indonesia, Rusdiansyah, SH., MH.

Berita

Rakyat Desa Tidak Hidup dari Dolar, Tapi dari Harga Beras

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:54 WIB