CFD Rasuna Said Dihentikan Sementara, Ada Apa?

- Jurnalis

Minggu, 17 Mei 2026 - 14:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Suasana pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) perdana di kawasan Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta, tepat di depan Stasiun LRT Jabodebek Rasuna Said. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk menghentikan sementara kegiatan ini mulai Minggu (17/5/2026) guna melakukan evaluasi teknis dan penataan fasilitas publik.

Foto: Suasana pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) perdana di kawasan Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta, tepat di depan Stasiun LRT Jabodebek Rasuna Said. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk menghentikan sementara kegiatan ini mulai Minggu (17/5/2026) guna melakukan evaluasi teknis dan penataan fasilitas publik.

Jakarta, Jejakdata.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi menghentikan sementara pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di Jalan H.R. Rasuna Said mulai Minggu, 17 Mei 2026. Kebijakan itu diambil hanya sepekan setelah koridor baru tersebut dibuka untuk publik.

Alasannya bukan karena sepi peminat, melainkan justru karena tingginya antusiasme warga yang memunculkan sejumlah persoalan teknis di lapangan. Dari parkir liar, jalur Transjakarta yang belum steril, hingga pedagang yang meluber ke badan jalan, semuanya masuk dalam daftar evaluasi Pemerintah Provinsi DKI.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, mengatakan pelaksanaan perdana CFD Rasuna Said memberi dampak positif sebagai alternatif ruang publik dan ruang olahraga bagi masyarakat di tengah kota. Bahkan, kualitas udara di sekitar lokasi disebut lebih baik dibanding hari kerja biasa.

“HBKB di Jalan HR Rasuna Said menambah alternatif ruang olahraga dan ruang publik bagi masyarakat,” kata Syafrin dalam keterangannya. Ia juga menilai koridor baru itu berhasil memecah konsentrasi warga yang selama ini menumpuk di kawasan Sudirman–Thamrin.

Baca Juga :  Kombes Lalu Iwan Marhardan Jadi Salah Satu Lulusan Terbaik PKN Tingkat I 2025

Data Dishub DKI menunjukkan jumlah pengunjung CFD tingkat provinsi di koridor Sudirman–MH Thamrin turun dari 29.256 orang pada 3 Mei menjadi 13.759 orang pada 10 Mei 2026, atau berkurang sekitar 52,97 persen. Artinya, sebagian warga mulai beralih ke Rasuna Said.

Namun, di balik keberhasilan itu, pelaksanaan perdana pada 10 Mei menyisakan banyak pekerjaan rumah.

Dishub mencatat belum tersedianya titik putar di sisi timur dan barat koridor, belum terpasangnya pembatas jalur bus Transjakarta, serta masih maraknya parkir liar di sejumlah titik. Penataan UMKM juga dinilai belum rapi karena aktivitas pedagang meluas hingga badan jalan. Selain itu, proyek jalan di jalur alternatif turut memicu kemacetan baru.

Baca Juga :  BPKN RI: Pemadaman Listrik Cermin Masalah Tata Kelola Sistem Kelistrikan Nasional

Masalah lain muncul di kawasan Plaza Festival. Penumpukan aktivitas masyarakat di titik itu membuat pelari dan pesepeda terpaksa menggunakan lajur bus Transjakarta. Belum lagi adanya perbedaan level ketinggian jalan pascapembongkaran tiang monorel yang dinilai mengganggu kenyamanan pengguna jalan.

Pemprov DKI juga tengah menyiapkan payung hukum resmi sebagai dasar pelaksanaan HBKB di Jalan Rasuna Said. Menurut Syafrin, seluruh perbaikan fasilitas dan pengaturan kegiatan masyarakat akan dilakukan agar CFD berlangsung lebih aman, nyaman dan tertib.

Rencananya, CFD Rasuna Said akan kembali digelar mulai Juni 2026 setiap hari Minggu pukul 05.30 hingga 09.00 WIB.

Keputusan menghentikan sementara ini menunjukkan satu hal, bahwa ruang publik tidak cukup hanya dibuka, tetapi juga harus ditata. Sebab di Jakarta, jalan bebas kendaraan belum tentu bebas dari masalah. (JD13)

Follow WhatsApp Channel jejakdata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Langkat Terjaring OTT KPK, Langkat Kembali Masuk Pusaran Korupsi Kepala Daerah
Soroti Dugaan Keterlibatan Kader Gerindra, HMI MPO Mataram Desak Audit Menyeluruh Dapur MBG
Wakili Mori Hanafi di Acara P3-TGAI, Nazaruddin Tekankan Akuntabilitas P3A
NTB Institute Dukung Program Prioritas Prabowo-Gibran, Dorong Evaluasi Total Tata Kelola MBG dan Koperasi Desa
BPKN RI: Pemadaman Listrik Cermin Masalah Tata Kelola Sistem Kelistrikan Nasional
Gelar Jumpa Pers, HIPMI PT NTB Soroti Politisasi Mahasiswa Sekaligus Beri Pesan Menohok untuk Tiyo Ardianto
Proyek Sekolah Rakyat Rp250 Miliar di NTB Digoyang Isu Pengondisian Tender
Nakhoda Baru Kosgoro 1957: Efan Limantika Sebut Sari Yuliati Bawa Harapan Segar
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 12:51 WIB

Bupati Langkat Terjaring OTT KPK, Langkat Kembali Masuk Pusaran Korupsi Kepala Daerah

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:15 WIB

Wakili Mori Hanafi di Acara P3-TGAI, Nazaruddin Tekankan Akuntabilitas P3A

Sabtu, 27 Juni 2026 - 16:24 WIB

NTB Institute Dukung Program Prioritas Prabowo-Gibran, Dorong Evaluasi Total Tata Kelola MBG dan Koperasi Desa

Minggu, 21 Juni 2026 - 13:40 WIB

BPKN RI: Pemadaman Listrik Cermin Masalah Tata Kelola Sistem Kelistrikan Nasional

Kamis, 18 Juni 2026 - 22:55 WIB

Gelar Jumpa Pers, HIPMI PT NTB Soroti Politisasi Mahasiswa Sekaligus Beri Pesan Menohok untuk Tiyo Ardianto

Berita Terbaru

Uncategorized

Laporan Dugaan Korupsi ke Kejagung Guncang PLN

Kamis, 2 Jul 2026 - 17:38 WIB