Jejakdata.com, Jakarta | Senin 8 Desember 2025. Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Bali–Nusa Tenggara mendatangi Kantor PSSI Pusat di kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, untuk menyampaikan laporan resmi dan mendesak Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, membatalkan pencalonan Baihaqi sebagai Ketua Asprov PSSI Nusa Tenggara Barat (NTB).
Badko HMI menilai Baihaqi tidak layak memimpin PSSI NTB karena memiliki rekam jejak kepemimpinan yang buruk saat menjabat sebagai Ketua KNPI NTB. Mereka menilai kinerja Baihaqi minim terobosan dan gagal menciptakan stabilitas organisasi.
“Kami melihat adanya ambisi yang dipaksakan untuk melanggengkan kekuasaan, sementara tanggung jawab di KNPI NTB belum dituntaskan,” tegas Ketua Umum Badko HMI Bali–Nusra dalam pernyataan resminya.
Menurut Caca, sepak bola bukan sekadar olahraga, tetapi juga industri dan harga diri daerah yang membutuhkan kepemimpinan profesional, visioner, dan berintegritas. Di tengah transformasi besar sepak bola nasional yang digerakkan PSSI Pusat, Badko HMI menilai PSSI NTB justru terancam mengalami kemunduran jika dipimpin figur yang dinilai bermasalah.
Badko HMI juga menyoroti kegagalan Baihaqi dalam mengakomodasi kepentingan organisasi kepemudaan di NTB saat memimpin KNPI, yang berdampak pada disorientasi pemuda daerah.
Atas dasar itu, Badko HMI Bali–Nusra menyampaikan lima tuntutan kepada PSSI Pusat, yakni diskualifikasi Baihaqi dari bursa calon, penerapan standar integritas tinggi bagi calon ketua, supervisi khusus Musprov PSSI NTB oleh PSSI Pusat, penyelamatan aset organisasi, serta ancaman mosi tidak percaya jika pencalonan tetap dipaksakan. (JD09)









