Mataram, Jejakdata.com – Rabu, 18 Juli 2026. Aula Museum NTB di Kota Mataram menjadi saksi prosesi pelantikan pengurus Gabungan Kawula Muda Bima-Dompu (GAKADA BIDOM) Pulau Lombok untuk masa bakti 2026–2031. Prosesi sakral ini dihadiri oleh berbagai elemen penting, mulai dari perwakilan Pemerintah Provinsi NTB, aparat TNI-Polri, tokoh adat, hingga ratusan mahasiswa perantauan asal Bima dan Dompu.
Pelantikan yang dipimpin oleh Assoc. Prof. Junaidin, M.Pd. ini mengukuhkan jajaran pengurus inti yang dinakhodai oleh Arif Kurniadin sebagai Ketua Umum, didampingi Adnan sebagai Sekretaris, dan Muhmud sebagai Bendahara.
Pada periode ini, GAKADA BIDOM mengusung visi besar yang sarat akan nilai luhur: “Membumikan Maja Labo Dahu, Mengawal Kemajuan Daerah Lewat Nggahi Rawi Pahu”.
Bagi kepengurusan baru, falsafah Maja Labo Dahu (Malu dan Takut) bukan sekadar slogan musiman. Nilai budaya ini diintegrasikan sebagai landasan etika dan moral organisasi.
Dengan memegang teguh rasa malu terhadap sesama dan rasa takut kepada Tuhan, seluruh kader GAKADA BIDOM berkomitmen penuh untuk menjaga integritas, meredam potensi konflik, serta menjaga kehormatan tanah kelahiran selama menempuh studi atau berkarier di Pulau Lombok.
Selain penguatan moral internal, organisasi pemuda ini juga menekankan pentingnya prinsip Nggahi Rawi Pahu sebuah konsep yang menuntut keselarasan total antara ucapan dan perbuatan.
Dalam pidato pertamanya, Ketua Umum GAKADA BIDOM, Arif Kurniadin, menegaskan bahwa orientasi organisasi ke depan akan bergeser dari sekadar wacana menuju gerakan konkret. Program kerja yang dirancang akan menyasar langsung kebutuhan masyarakat melalui sektor sosial, pendidikan, serta pengembangan ekonomi kreatif.
Perpaduan kedua falsafah Bima-Dompu tersebut melahirkan komitmen organisasi untuk memposisikan diri sebagai mitra strategis sekaligus kontrol sosial bagi jalannya pemerintahan.
Kehadiran jajaran Pemprov NTB serta perwakilan Korem 162/WB dan Polda NTB dalam acara ini disambut sebagai sinyal positif untuk kolaborasi di masa depan. GAKADA BIDOM Pulau Lombok siap bersinergi dalam mengawal arah pembangunan di Nusa Tenggara Barat, di mana setiap aspirasi publik akan disampaikan secara beretika berbasis Maja Labo Dahu, dan dikawal melalui kerja-kerja nyata berlandaskan Nggahi Rawi Pahu.(JD09)








