Soroti Dugaan Keterlibatan Kader Gerindra, HMI MPO Mataram Desak Audit Menyeluruh Dapur MBG

- Jurnalis

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum HMI MPO Cabang Mataram, Hakim Bima Persada, memberikan sambutan dalam sebuah forum. Hakim secara tegas menyoroti dugaan keterlibatan kader partai tertentu dalam program Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) dan meminta agar ruang pengelolaan program tersebut turut melibatkan pelaku UMKM serta koperasi secara adil. (Foto: Dok. Istimewa)

Ketua Umum HMI MPO Cabang Mataram, Hakim Bima Persada, memberikan sambutan dalam sebuah forum. Hakim secara tegas menyoroti dugaan keterlibatan kader partai tertentu dalam program Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) dan meminta agar ruang pengelolaan program tersebut turut melibatkan pelaku UMKM serta koperasi secara adil. (Foto: Dok. Istimewa)

Mataram, Jejakdata.com – Selasa, 30 Juni 2026. Munculnya dugaan keterlibatan kader Partai Gerindra dalam pengelolaan sejumlah Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) menuai sorotan tajam. Program nasional yang bersumber dari anggaran negara tersebut didesak untuk dijalankan secara profesional, transparan, serta bebas dari kepentingan politik praktis dan konflik kepentingan.

Ketua Umum HMI MPO Cabang Mataram, Hakim Bima Persada, menegaskan bahwa indikasi dominasi kelompok politik tertentu dalam pengelolaan dapur MBG harus menjadi perhatian serius pemerintah dan aparat pengawas.

Menurut Hakim, sebagai program nasional yang dibiayai oleh uang rakyat, MBG tidak boleh disalahgunakan sebagai alat konsolidasi kekuatan politik maupun sarana distribusi kepentingan partai tertentu.

“Kami tidak mempersoalkan latar belakang politik seseorang selama proses penunjukannya dilakukan secara terbuka, profesional, dan sesuai ketentuan,” ujar Hakim Bima Persada dalam keterangannya di Mataram.

Baca Juga :  Rusdiansyah Soroti Kasus Pelaporan Ibu Hamil, Desak Evaluasi Kemitraan Program MBG

“Namun, apabila terdapat praktik yang memberikan keistimewaan kepada kelompok atau oknum tertentu karena kedekatan politik, maka hal itu mencederai prinsip keadilan, transparansi, dan tata kelola pemerintahan yang baik,” tegasnya.

Hakim juga menekankan bahwa setiap proses penunjukan pengelola dapur MBG harus dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. Ia meminta pemerintah memastikan tidak ada praktik monopoli, penunjukan tertutup, atau penguasaan program negara oleh kelompok politik tertentu.

Lebih lanjut, Hakim menilai program skala besar seperti MBG semestinya menjadi ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat secara luas. Pengelolaannya diharapkan melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), koperasi, yayasan, serta kelompok masyarakat yang memenuhi syarat tanpa adanya diskriminasi politik.

Baca Juga :  Quo Vadis Tuntutan Jaksa terhadap Nadiem Makarim, Kriminalisasi Kebijakan atau Pertanggungjawaban Kekuasaan?

“Jangan sampai masyarakat menilai bahwa untuk memperoleh kesempatan mengelola dapur MBG harus memiliki kedekatan dengan partai tertentu. Persepsi seperti ini sangat berbahaya karena dapat mengikis kepercayaan publik terhadap program pemerintah,” imbuhnya.

Menyikapi persoalan ini, Hakim Bima Persada mendesak pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta lembaga pengawas terkait untuk membuka seluruh proses seleksi dan penunjukan pengelola dapur MBG kepada publik.

Pihaknya juga meminta dilakukan audit menyeluruh apabila ditemukan indikasi kuat adanya konflik kepentingan, penyalahgunaan wewenang, maupun praktik yang bertentangan dengan asas transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan program tersebut.(JD09)

Follow WhatsApp Channel jejakdata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wakili Mori Hanafi di Acara P3-TGAI, Nazaruddin Tekankan Akuntabilitas P3A
NTB Institute Dukung Program Prioritas Prabowo-Gibran, Dorong Evaluasi Total Tata Kelola MBG dan Koperasi Desa
Mori Hanafi Ungkap Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bima Berpeluang Dapat SK DPD NasDem
BPKN RI: Pemadaman Listrik Cermin Masalah Tata Kelola Sistem Kelistrikan Nasional
Gelar Jumpa Pers, HIPMI PT NTB Soroti Politisasi Mahasiswa Sekaligus Beri Pesan Menohok untuk Tiyo Ardianto
GARDA SATU NTB: Penyelamatan Hutan dan Penertiban Tambang Ilegal Harus Berjalan Bersamaan
FPP NTB Desak Audit Hukum Pengelolaan MBG, Kejati Diminta Telusuri Aliran Dana Yayasan Anak Yasin
Pemenang Tender Proyek Sekolah Rakyat Lombok Utara Rp250 Miliar Didemo Mahasiswa di Kementrian PU
Berita ini 72 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:59 WIB

Soroti Dugaan Keterlibatan Kader Gerindra, HMI MPO Mataram Desak Audit Menyeluruh Dapur MBG

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:15 WIB

Wakili Mori Hanafi di Acara P3-TGAI, Nazaruddin Tekankan Akuntabilitas P3A

Sabtu, 27 Juni 2026 - 16:24 WIB

NTB Institute Dukung Program Prioritas Prabowo-Gibran, Dorong Evaluasi Total Tata Kelola MBG dan Koperasi Desa

Jumat, 26 Juni 2026 - 23:01 WIB

Mori Hanafi Ungkap Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bima Berpeluang Dapat SK DPD NasDem

Minggu, 21 Juni 2026 - 13:40 WIB

BPKN RI: Pemadaman Listrik Cermin Masalah Tata Kelola Sistem Kelistrikan Nasional

Berita Terbaru