Tantang Publik Buktikan Penyelewengan, HMI Sebut Ketua KONI NTB Lempar Batu Sembunyi Tangan

- Jurnalis

Senin, 27 Juli 2026 - 21:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ketua Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Pemuda (PTKP) BADKO HMI Bali-Nusra, David Putra Pratama.

Foto: Ketua Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Pemuda (PTKP) BADKO HMI Bali-Nusra, David Putra Pratama.

Mataram, Jejakdata.com – Tuntutan transparansi pengelolaan dana hibah sebesar Rp 38 miliar di tubuh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Nusa Tenggara Barat (NTB) kian memanas. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Badan Koordinasi Bali-Nusra menilai sikap Ketua Umum KONI NTB, Mori Hanafi, yang menantang publik menunjukkan bukti penyelewengan dana, sebagai retorika defensif semata.

Ketua Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Pemuda (PTKP) BADKO HMI Bali-Nusra, David Putra Pratama, menegaskan bahwa tantangan tersebut tidak logis selama dokumen Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) masih ditutup rapat dari akses publik.

“Bagaimana mungkin publik menyodorkan bukti kejahatan jika kunci pintunya dipegang oleh terduga pelaku? Menantang masyarakat membeberkan bukti di saat data LPJ dikunci di brankas adalah lelucon,” ujar David (Senin], 27/7/26).

Baca Juga :  Aksi Gelombang Delapan, GERPOSI Desak Kejati dan Polda Periksa Gubernur NTB Diduga Otak Dalam Dua Skandal Kasus Pokir Siluman dan BTT.

David menepis klaim transparansi KONI NTB yang berlindung di balik hasil pemeriksaan Inspektorat. Menurutnya, audit internal pemerintah daerah kerap kali terjebak pada formalitas administratif di atas kertas, hanya mencocokkan angka kuitansi tanpa melakukan verifikasi faktual atas dugaan penggelembungan harga (mark-up) logistik barang dan jasa.

Ia membeberkan, Klaim pengolahan dana secara akuntabel runtuh seketika saat diadu dengan fakta pahit yang dihadapi para atlet dan official di arena PON 2024. Ke mana melayangnya uang rakyat Rp 38 miliar itu?

“Jeritan atlet dan official soal kualitas makanan, penginapan tak layak, hingga peralatan tanding yang jauh dari standar adalah bukti telanjang. Anggarannya kelas bintang lima, tapi realisasinya kelas katering murahan.”

Selain masalah fasilitas pendukung, tersendatnya pencairan honorarium pelatih, uang saku atlet, hingga ketidakjelasan bonus juga dinilai sebagai bentuk pengabaian terhadap hak-hak pejuang olahraga daerah.

Baca Juga :  Jalan Sehat Hultah Madrasah NWDI ke 90, 5 Peserta Beruntung Raih Hadiah Umrah

HMI Bali-Nusra mendesak KONI NTB untuk menghentikan narasi pembelaan diri di media massa dan segera mengambil tindakan nyata: membuka dokumen rinci penggunaan anggaran per rupiah ke situs resmi agar dapat diunduh publik.

Tak hanya itu, mereka meminta lembaga pemeriksa independen dan penegak hukum turun tangan melakukan uji petik secara mendalam, bukan sekadar memeriksa kelengkapan berkas di atas meja.

“Di atas kertas LPJ boleh jadi rapi, tapi di lapangan bau amis penyelewengan itu menyengat. Kami mendesak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Kejaksaan Tinggi NTB segera melakukan audit investigatif faktual,” kata David menegaskan. (JD09)

Follow WhatsApp Channel jejakdata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ingatkan Inspektorat NTB, Ketua LMND: Jangan Jadi Alat Politik Gubernur untuk Tekan Legislatif
7.000 Ayam Mati akibat Listrik Padam, Peternak Lempar Bangkai ke Kantor PLN Palangka Raya
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Visi Indonesia Soroti Fondasi Baru Kemandirian Pangan dan Industri
UPAYA MEMPERTAHANKAN EKSISTENSI PERADILAN MILITER PASCA PUTUSAN MK 260/2025
HMI Mataram Gelar Dialog Publik, Desak Pemerintah Dengar Kritik Pemuda Menjelang Puncak Bonus Demografi 2030
Tok! Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Dibatalkan MA, Kasasi H.M. Subhan Dikabulkan!
APBD NTB 2027 Tertunda, HMI MPO Desak DPRD Kaji Pemakzulan Gubernur Iqbal
Babak Baru Energi RI, Batam Dilirik Jadi Kandidat Kuat Tapak Perdana Pembangkit Nuklir
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 22:40 WIB

Ingatkan Inspektorat NTB, Ketua LMND: Jangan Jadi Alat Politik Gubernur untuk Tekan Legislatif

Minggu, 1 November 2026 - 11:40 WIB

7.000 Ayam Mati akibat Listrik Padam, Peternak Lempar Bangkai ke Kantor PLN Palangka Raya

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 19:23 WIB

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Visi Indonesia Soroti Fondasi Baru Kemandirian Pangan dan Industri

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:04 WIB

UPAYA MEMPERTAHANKAN EKSISTENSI PERADILAN MILITER PASCA PUTUSAN MK 260/2025

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:16 WIB

HMI Mataram Gelar Dialog Publik, Desak Pemerintah Dengar Kritik Pemuda Menjelang Puncak Bonus Demografi 2030

Berita Terbaru