HMI Mataram Gelar Dialog Publik, Desak Pemerintah Dengar Kritik Pemuda Menjelang Puncak Bonus Demografi 2030

- Jurnalis

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sesi foto bersama para pemateri dan panitia pada Dialog Publik HMI Cabang Mataram yang membahas kesiapan bonus demografi 2030 di Mataram, Jumat (30/10/2026). Foto: Dok. HMI Cabang Mataram

Sesi foto bersama para pemateri dan panitia pada Dialog Publik HMI Cabang Mataram yang membahas kesiapan bonus demografi 2030 di Mataram, Jumat (30/10/2026). Foto: Dok. HMI Cabang Mataram

Mataram – Jejakdata.com- Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mataram menggelar dialog publik bertajuk “Pemuda dan Masa Depan Indonesia: Telaah Kritis Kesiapan dalam Menghadapi Bonus Demografi 2030” di Kedai Corner, depan Kampus Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat), Jumat malam, 30 Oktober 2026. Diskusi ini soroti risiko tingginya pengangguran dan ketimpangan sosial jika lonjakan penduduk usia produktif tidak diimbangi oleh kebijakan publik yang inklusif dan memadai.

​Ketua Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Kepemudaan (PTKP) HMI Cabang Mataram, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa bonus demografi 2030 saat 68 persen populasi Indonesia diisi usia produktif tidak akan otomatis membawa berkah ekonomi. Tanpa akses pendidikan yang adil, penyediaan lapangan kerja, dan ruang partisipasi politik yang nyata, momentum tersebut terancam berbalik menjadi ancaman bencana sosial.

​”Indonesia Emas tidak boleh sekadar dijadikan slogan pembangunan. Masa depan bangsa ditentukan oleh seberapa serius negara mempersiapkan, memberdayakan, dan memberikan kepercayaan kepada pemuda,” kata Farhan saat memberikan sambutan pengantar.

Baca Juga :  Ketua Umum HMI Cabang Mataram Ahmad Nasri Desak Mapolda NTB Usut Tuntas Mafia Narkoba di Provinsi Nusa Tenggara Barat

​Dialog lintas sektor ini menghadirkan perwakilan unsur TNI, legislatif, serta dinas terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Kota Mataram.

​Mewakili Pangdam XXX/Rinambora, Kepala Staf Kodim (Kasdim) 1606 Letkol Huwairi menekankan peran historis pemuda sebagai penggerak perubahan nasional sejak Sumpah Pemuda 1928 hingga era kemerdekaan. Sementara itu, Ketua DPRD Kota Mataram Abdul Malik mendesak kaum muda untuk lebih adaptif membaca peluang di era digital.

​”Di era digital, tantangan kian kompleks. Pemuda mesti pintar-pintar mencari peluang,” ujar Malik saat memaparkan komitmen fungsi pengawasan dan penganggaran DPRD yang pro-rakyat.

​Isu kesiapan sumber daya manusia (SDM) turut diangkat oleh perwakilan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) NTB, Hasbi Asidik. Ia mengklaim pemerintah daerah telah mengambil langkah konkret dalam peningkatan kapasitas pemuda, salah satunya dengan memberangkatkan puluhan lulusan SMK ke luar negeri dengan kisaran gaji Rp 20 juta hingga Rp 30 juta per bulan.

Baca Juga :  Dari Bos Perumda Air Minum ke Kursi Bupati, Lalu Ahmad Zaini Terjaring OTT KPK, Berapa Hartanya?

​”Di tengah tantangan saat ini, pemuda dituntut kreatif menjadi pelaku perubahan, bukan sekadar korban dari perkembangan zaman,” tutur Hasbi.

​Dari perspektif wawasan kebangsaan, perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) NTB mengingatkan agar pemuda mengedepankan keunggulan kompetitif dan ide-ide strategis, ketimbang menyalahkan keadaan sosial yang ada.

​Di akhir diskusi, Ketua Umum HMI Cabang Mataram melontarkan tiga poin krisis yang dirumuskan sebagai penutup dialog publik:

  1. ​Optimalisasi Bonus Demografi: Lonjakan penduduk usia produktif harus dikelola secara terukur demi memicu pertumbuhan ekonomi nasional menuju cita-cita Indonesia Emas 2045.
  2. ​Partisipasi Substansial Pemuda: Pemuda menolak sekadar dijadikan komoditas seremonial atau pelengkap administratif program pemerintah. HMI mendesak dilibatkannya elemen kepemudaan secara aktif dalam perencanaan, pengawasan, hingga evaluasi kebijakan publik. Pemerintah dituntut berani menerima kritik berbasis data, argumentasi, dan solusi.
  3. ​Komitmen Garda Terdepan: HMI menegaskan komitmennya untuk tetap konsisten berada di barisan terdepan dalam mengawal isu-isu keumatan dan kebangsaan.(JD09)
Follow WhatsApp Channel jejakdata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tok! Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Dibatalkan MA, Kasasi H.M. Subhan Dikabulkan!
Hashim Peringatkan Rupiah Bisa Tembus Rp. 22.000, Ancaman MSCI Mengintai Ekonomi Indonesia
Komisioner BPKN Yakin Dirut Baru PLN PerkuatPerlindungan Konsumen, Dorong Keandalan Listrik dan Transparansi Layanan
APBD NTB 2027 Tertunda, HMI MPO Desak DPRD Kaji Pemakzulan Gubernur Iqbal
Babak Baru Energi RI, Batam Dilirik Jadi Kandidat Kuat Tapak Perdana Pembangkit Nuklir
Tolak Eksepsi Febrie Adriansyah, Hakim Minta Jaksa Panggil 29 Entitas dalam Skema TPPU
Hasto Desak Lahan Bekas Karhutla Tak Dialihkan ke Perkebunan Sawit
Asyik Pesta Sabu di Kos-kosan, Ketua DPD IMPERIUM NTB dan Empat Rekannya Diciduk Polda NTB
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:16 WIB

HMI Mataram Gelar Dialog Publik, Desak Pemerintah Dengar Kritik Pemuda Menjelang Puncak Bonus Demografi 2030

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Tok! Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Dibatalkan MA, Kasasi H.M. Subhan Dikabulkan!

Jumat, 30 Oktober 2026 - 06:46 WIB

Hashim Peringatkan Rupiah Bisa Tembus Rp. 22.000, Ancaman MSCI Mengintai Ekonomi Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:11 WIB

Komisioner BPKN Yakin Dirut Baru PLN PerkuatPerlindungan Konsumen, Dorong Keandalan Listrik dan Transparansi Layanan

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:39 WIB

Babak Baru Energi RI, Batam Dilirik Jadi Kandidat Kuat Tapak Perdana Pembangkit Nuklir

Berita Terbaru