Kabar Gembira untuk Jamaah NTB, Kuota Haji Naik Jadi 4.000 Orang Tahun 2026

- Jurnalis

Senin, 13 Oktober 2025 - 10:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabar Gembira untuk Jamaah NTB, Kuota Haji Naik Jadi 4.000 Orang Tahun 2026

Kabar Gembira untuk Jamaah NTB, Kuota Haji Naik Jadi 4.000 Orang Tahun 2026

Lombok Timur, jejakdata.com/ —
Kabar gembira datang bagi calon jamaah haji asal Nusa Tenggara Barat (NTB). Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, memastikan NTB akan mendapat tambahan dua kloter haji pada musim haji tahun 2026. Dengan tambahan ini, jumlah calon haji asal NTB mencapai 4.000 orang, yang berdampak pada pengurangan masa antrean menjadi sekitar 26 tahun.

“NTB akan mendapatkan tambahan dua kloter dari jumlah calon haji sebanyak 4.000 orang,” ujar Irfan saat berkunjung ke Anjani, Lombok Timur, menghadiri peringatan 90 tahun Madrasah Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI), Minggu (12/10/2025). Dalam kunjungan tersebut, Gus Irfan didampingi oleh Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal.

Irfan mengatakan, sebagai kementerian baru, pihaknya terus melakukan pembenahan pelayanan agar lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Salah satu fokus perbaikan adalah layanan kesehatan jamaah haji yang masih menjadi sorotan dari pemerintah Arab Saudi.

Baca Juga :  FPP NTB Desak Kejati Usut Dugaan Korupsi Proyek Air Bersih PDAM Lombok Utara

“Pelayanan kesehatan bagi calon jamaah kita dinilai pemerintah Arab Saudi masih kurang bagus. Begitu juga dengan kuota haji untuk daerah yang belum sesuai dengan Undang-Undang Haji dan lain-lain,” jelasnya.

Selain NTB, beberapa daerah lain juga akan mendapatkan perhatian khusus. Irfan menegaskan bahwa pemerintah pusat memastikan seluruh infrastruktur haji di Indonesia dalam kondisi baik. Ia juga telah menyampaikan kepada DPR RI agar penentuan kuota haji daerah didasarkan pada masa tunggu antrean, demi menciptakan keadilan antardaerah.

Sanad Keilmuan NU dan NWDI

Dalam kesempatan memperingati HUT ke-90 Madrasah NWDI, Gus Irfan cucu pendiri Nahdlatul Ulama turut mengingatkan hubungan historis antara pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Hasyim Asyari, dan pendiri NWDI, KH Zainudin Abdul Majid, yang sama-sama menuntut ilmu di Makkah.

“Keduanya memiliki sanad keilmuan dan pemikiran yang sama, sehingga tak perlu dipertentangkan. Saya berpesan agar keturunan langsung para pendiri tetap berkhidmat dan menjaga kemandirian pondok, termasuk dalam kurikulum pendidikan,” pesannya.

Baca Juga :  Akselerasi Pembangunan Unram Berkat Prof Bambang, Ukir Banyak Prestasi

Gubernur NTB: Revolusi Jihad dan Revolusi Pendidikan

Sementara itu, Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menyampaikan apresiasi atas kiprah NWDI yang telah berjuang selama 90 tahun dalam mencerdaskan bangsa. Ia menyebut, KH Hasyim Asyari dengan revolusi jihad-nya dan KH Zainudin Abdul Majid dengan revolusi pendidikannya, sama-sama memberikan kontribusi besar bagi kemerdekaan dan kemajuan bangsa.

“Dua sosok Pahlawan Nasional ini menjadi teladan bagi kita semua. Ikhtiar dan perjuangan revolusioner 90 tahun kemarin telah terlihat dari ribuan sekolah NW di seluruh Nusantara,” ujarnya.

Menurutnya, pengakuan masyarakat terhadap kiprah NW menjadi bukti nyata manfaat yang dirasakan luas. Ia berharap, kontribusi NW tak hanya di bidang pendidikan dan keagamaan, tetapi juga merambah pada sektor ekonomi dan sosial masyarakat.

Follow WhatsApp Channel jejakdata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gubernur NTB Disarankan Edukasi Diri Sebelum Edukasi Publik
KEPAK NTB Demo Kejati, Desak Usut Aktor Kunci Kasus Gratifikasi DPRD
Bau Anyir Dana Siluman di NTB: Menanti Nyali Jaksa Memanggil Gubernur
Sebar Nomor Telepon Gubernur NTB, Yuni Bourhany Beri Klarifikasi
Eksekusi SPBU di Lombok Utara Tuai Polemik, Komisi III DPR Diminta Turun Tangan
IMBI Mataram Ultimatum Gubernur NTB: Realisasi Tuntutan atau Aksi Lebih Besar
Aksi HMI-MPO: Gubernur NTB Dinilai Gagal Prioritaskan Kebutuhan Rakyat
Dugaan Sertifikat Palsu Guncang PN Mataram: “Singa Peradilan” Tuntut SP3 Dibuka, Ahli Tegaskan Prapradilan Hanya Uji Formal
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 11:55 WIB

Gubernur NTB Disarankan Edukasi Diri Sebelum Edukasi Publik

Rabu, 22 April 2026 - 16:57 WIB

KEPAK NTB Demo Kejati, Desak Usut Aktor Kunci Kasus Gratifikasi DPRD

Selasa, 21 April 2026 - 15:01 WIB

Bau Anyir Dana Siluman di NTB: Menanti Nyali Jaksa Memanggil Gubernur

Selasa, 21 April 2026 - 08:57 WIB

Sebar Nomor Telepon Gubernur NTB, Yuni Bourhany Beri Klarifikasi

Senin, 20 April 2026 - 20:56 WIB

Eksekusi SPBU di Lombok Utara Tuai Polemik, Komisi III DPR Diminta Turun Tangan

Berita Terbaru