BAZNAS Lotim Beri 25 Unit Rumah Layak Huni, Komitmen Kuat Lawan Kemiskinan Ekstrem!

- Jurnalis

Kamis, 23 Oktober 2025 - 11:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎Lombok Timur, jejakdata.com/ – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Timur terus berkomitmen membantu pemerintah daerah dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem, Melalui program unggulan Mahyani (Rumah Layak Huni)

‎BAZNAS Lombok Timur tahun ini membangun 25 unit rumah bagi masyarakat miskin yang sebelumnya tinggal di tempat yang tidak layak huni.

Ketua BAZNAS Lombok Timur, H. Muhammad, menjelaskan bahwa sejak bulan Juli hingga Agustus 2025, pihaknya telah melakukan berbagai persiapan dan perencanaan, mulai dari penyusunan struktur organisasi, rencana kerja, hingga rencana keuangan lembaga. Langkah ini dilakukan untuk memastikan semua kegiatan pengumpulan dan pendistribusian dana zakat, infak, dan sedekah berjalan secara terarah, transparan, serta bisa dipertanggung jawabkan.

“Marwah lembaga ini adalah mengumpulkan dan mendistribusikan dana umat dengan amanah. Karena itu, kami menyusun standar operasional (SOP) yang jelas agar setiap kegiatan bisa memberi manfaat maksimal dan melibatkan semua pihak,” ungkap H. Muhammad pada Rabu, 22 Oktober 2025.

Baca Juga :  Skandal 343 Dapur Gizi NTB: KNPI Desak Penutupan Permanen dan Seret Vendor ke Ranah Pidana

‎Ia menambahkan, BAZNAS Lombok Timur berupaya membangun kepercayaan masyarakat dan para muzaki (pemberi zakat), agar pengelolaan dana zakat lima tahun ke depan semakin profesional dan mendapat dukungan luas.

‎”Kepercayaan itu penting. Kami ingin para muzaki yakin bahwa zakat mereka benar-benar disalurkan kepada yang berhak,” ujarnya.

Menurut H. Muhammad, kebijakan pemerataan lokasi pembangunan ini sejalan dengan arahan Bupati Lombok Timur agar program bantuan tidak hanya terpusat di wilayah tertentu.

“Kita tahu, warga miskin itu ada di setiap kecamatan. Karena itu, prinsip kami adalah keadilan dan pemerataan,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, BAZNAS menerapkan prosedur yang ketat agar bantuan benar-benar tepat sasaran. Setiap calon penerima manfaat diverifikasi oleh tim khusus yang beranggotakan tujuh orang di setiap kecamatan, terdiri dari unsur pimpinan dan tokoh agama. Selain itu, dibentuk pula tim pengawas di tingkat desa untuk memantau pelaksanaan pembangunan di lapangan.

Baca Juga :  Sosialisasi Pelaporan dan Pembayaran Pajak Daerah Secara Online Dalam Rangka Rancangan Aksi Perubahan Kinerja Organisasi (RAPKO) di Kabupaten Lombok Tengah

Tahapan sosialisasi juga sedang berlangsung kepada seluruh penerima manfaat. Dalam sosialisasi tersebut, BAZNAS menekankan pentingnya partisipasi dan swadaya masyarakat. Penerima manfaat diharapkan ikut membantu, seperti melakukan pembongkaran rumah lama, menggali fondasi, dan pengangkutan material dari lokasi pelepasan sampai lokasi pembangunan.

“Program ini tidak hanya membangun rumah, tetapi juga membangun semangat gotong royong dan tanggung jawab bersama. Kita ingin masyarakat ikut merasa memiliki hasilnya,” kata H. Muhammad.

‎Hingga saat ini, proses pembangunan sudah dimulai di beberapa kecamatan, dan diharapkan segera selesai sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Melalui program Mahyani, BAZNAS Lombok Timur berharap dapat memberikan hunian yang layak bagi keluarga miskin ekstrem, sekaligus memperkuat peran zakat sebagai instrumen pemerataan dan kesejahteraan umat.

Follow WhatsApp Channel jejakdata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kebijakan Dinilai Hanya ‘Kosmetik’, HMI Mataram Tuntut Gubernur NTB Seriusi Kemiskinan Ekstrem
Aroma Kongkalikong Tender Proyek Sekolah Rp 250 Miliar di NTB, KPK Diminta Turun Tangan
CV Kecubung Diduga Beroperasi Tanpa Izin di Sape, FPP-NTB Desak Penindakan
PWPM NTB Ajak Pemuda NTB Sampaikan Statement Positif di Medsos
Korban Alami Cacat Permanen, Garda Satu Soroti Lambannya Respons Satgas MBG
Lamar Kerja di Facebook, Mahasiswi Disekap dan Diperkosa 3 Hari
Rakyat Desa Tidak Hidup dari Dolar, Tapi dari Harga Beras
Proyek Irigasi Inpres BBWS NT I di Dompu Dilaporkan ke Polda NTB, Dugaan Penyimpangan Disorot
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 20:10 WIB

Kebijakan Dinilai Hanya ‘Kosmetik’, HMI Mataram Tuntut Gubernur NTB Seriusi Kemiskinan Ekstrem

Minggu, 24 Mei 2026 - 19:50 WIB

Aroma Kongkalikong Tender Proyek Sekolah Rp 250 Miliar di NTB, KPK Diminta Turun Tangan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 12:45 WIB

CV Kecubung Diduga Beroperasi Tanpa Izin di Sape, FPP-NTB Desak Penindakan

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:15 WIB

PWPM NTB Ajak Pemuda NTB Sampaikan Statement Positif di Medsos

Selasa, 19 Mei 2026 - 22:43 WIB

Korban Alami Cacat Permanen, Garda Satu Soroti Lambannya Respons Satgas MBG

Berita Terbaru