Okupansi Hotel Stabil Pasca MotoGP, MHA Sebut Jadi Berkah bagi Pelaku Usaha

- Jurnalis

Kamis, 9 Oktober 2025 - 21:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua MHA Samsul Bahri

Ketua MHA Samsul Bahri

Lombok Tengah | Lombok Fokus – Ketua Mandalika Hotel Association (MHA) sekaligus General Manager JM Hotel Kuta, Samsul Bahri, menyampaikan bahwa tingkat okupansi hotel di kawasan Mandalika selama gelaran MotoGP 2025 mencapai rata-rata 100 persen.

 

“Memang ada beberapa hotel yang hanya penuh selama tiga malam saja, namun ada juga yang terisi hingga lima sampai enam malam karena dihuni oleh kru MotoGP,” ujar Samsul, Rabu (8/10).

 

Menurutnya, sekitar 5 persen penonton memilih menginap lebih dari tiga malam. Meski begitu, dampak dari ajang internasional ini tidak hanya dirasakan dari sisi hunian hotel, tetapi juga melalui eksposur global yang sangat besar.

 

“Lombok Tengah, Mandalika, dan Lombok secara umum diekspos ke lebih dari 200 negara melalui siaran televisi. Jutaan orang di seluruh dunia melihat keindahan Mandalika dan sirkuitnya,” jelasnya.

 

Samsul menambahkan, banyak kru dan rider MotoGP yang memilih berlibur di Lombok setelah balapan usai. Hal itu terjadi karena jeda dua minggu antara seri Mandalika dan seri berikutnya di Australia.

Baca Juga :  Mori Hanafi Ungkap Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bima Berpeluang Dapat SK DPD NasDem

 

“Mereka tidak langsung kembali ke Eropa, tetapi memilih berlibur. Ada yang ke Gili, Senggigi, Selong Belanak, bahkan ke Bali. Mereka membayar sendiri, dengan tarif hotel yang sudah kembali normal,” ungkapnya.

 

Perpindahan wisatawan antarlokasi juga terlihat jelas. “Ada yang sebelumnya menginap di Selong Belanak pindah ke Mandalika, dan sebaliknya. Ini menunjukkan perputaran ekonomi yang merata,” tambah Samsul.

 

Ia menyebut kondisi tahun ini jauh lebih menguntungkan dibanding penyelenggaraan sebelumnya. “Kalau di Jepang, mereka langsung ke Mandalika tanpa jeda. Tapi tahun ini kita diuntungkan dengan waktu seminggu, dan tahun depan juga akan sama ada jeda dua minggu,” ujarnya.

 

Menurutnya, hal ini menjadi berkah besar bagi pelaku usaha di Lombok. Awalnya, banyak pihak pesimis okupansi hotel akan turun drastis setelah ajang MotoGP berakhir. Namun kenyataannya, tingkat hunian tetap stabil.

 

“Alhamdulillah, tidak drop seperti yang dikhawatirkan. Masih bagus dan stabil,” kata Samsul.

 

Ia juga menceritakan bahwa banyak tamu datang dengan membawa perlengkapan besar bertuliskan “MotoGP”, menandakan mereka adalah kru atau penonton. Pergantian tamu terjadi cukup cepat, dari tamu beranggaran rendah hingga tinggi, yang semuanya turut memberikan efek berganda bagi ekonomi daerah.

Baca Juga :  Iwan Slenk Sarankan Polemik Pemilihan Senat Unram Dihentikan

 

“Multiplier effect-nya sangat terasa. Dari penginapan, restoran, hingga transportasi ikut merasakan dampaknya,” ujarnya.

 

Selain itu, efek lain yang patut disyukuri adalah meningkatnya minat investasi di Lombok. “Ketika ada keramaian, di situlah peluang bisnis muncul. Itu sudah menjadi mindset para investor,” kata Samsul.

 

Ia menyinggung data dari pemerintah bahwa perputaran ekonomi selama MotoGP mencapai Rp4,8 triliun. Bahkan, ada sekitar 120 investor dari Dubai, Italia, dan Spanyol yang datang bersama grup HCF.

 

“Mereka tinggal delapan malam di Tampah Hills, ada juga yang menikmati kuliner di beberapa restoran lokal, dan mereka sangat tertarik berinvestasi di Lombok ” jelasnya.

 

Samsul menegaskan, kondisi ini membuktikan bahwa ajang MotoGP tidak hanya menjadi tontonan olahraga, tapi juga membuka pintu besar bagi pertumbuhan ekonomi dan investasi di Lombok.

Follow WhatsApp Channel jejakdata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tuntutan Tak Pernah Ditanggapi Gubernur NTB, Mahasiswa Nekat Hadang Mobil Presiden
Poros Pemuda NTB Demo BP2JK dan Kejati, Tuntut Usut Tuntas Praktik Monopoli Tender
Bupati Langkat Terjaring OTT KPK, Langkat Kembali Masuk Pusaran Korupsi Kepala Daerah
Bongkar Sindikat Mataram-Tuban! Polda NTB Diminta Sikat Habis Jaringan DPO Sabu 535 Gram di Bima.
Kasus Sabu 535 Gram di Talabiu, Kapolda NTB Didesak Ambil Alih Penanganan
Anggota DPRD Bima Terseret Kasus Sabu 535 Gram, Polisi Didesak Tak Tebang Pilih
Soroti Dugaan Keterlibatan Kader Gerindra, HMI MPO Mataram Desak Audit Menyeluruh Dapur MBG
Wakili Mori Hanafi di Acara P3-TGAI, Nazaruddin Tekankan Akuntabilitas P3A
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 17:05 WIB

Tuntutan Tak Pernah Ditanggapi Gubernur NTB, Mahasiswa Nekat Hadang Mobil Presiden

Jumat, 10 Juli 2026 - 16:28 WIB

Poros Pemuda NTB Demo BP2JK dan Kejati, Tuntut Usut Tuntas Praktik Monopoli Tender

Jumat, 3 Juli 2026 - 12:51 WIB

Bupati Langkat Terjaring OTT KPK, Langkat Kembali Masuk Pusaran Korupsi Kepala Daerah

Jumat, 3 Juli 2026 - 10:02 WIB

Bongkar Sindikat Mataram-Tuban! Polda NTB Diminta Sikat Habis Jaringan DPO Sabu 535 Gram di Bima.

Kamis, 2 Juli 2026 - 09:28 WIB

Kasus Sabu 535 Gram di Talabiu, Kapolda NTB Didesak Ambil Alih Penanganan

Berita Terbaru