Koalisi Rakyat NTB Desak Kejati Periksa BPKAD, Tim Transisi, dan Anggota DPRD soal Dana Siluman

- Jurnalis

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Anggota Koalisi Pemuda NTB dan Kasta NTB pose bersama usai konferensi pers di Maktal  Caffe, Kota Mataram .(JD27)

Foto: Anggota Koalisi Pemuda NTB dan Kasta NTB pose bersama usai konferensi pers di Maktal Caffe, Kota Mataram .(JD27)

Mataram, Jejakdata.com – Koalisi Rakyat NTB yang terdiri dari Koalisi Pemuda NTB dan Kasta NTB mendesak aparat penegak hukum untuk menuntaskan dugaan kasus dana siluman di lingkungan DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Maktal Caffe, Kota Mataram, Jumat (13/3/2026).

Juru bicara Koalisi Rakyat NTB, Taupik Hidayat, mengatakan pihaknya mendukung Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB untuk menindak tegas pihak-pihak yang diduga terlibat dalam perkara tersebut, termasuk anggota DPRD yang disebut menerima dana namun belum mengembalikannya.

“Kami mendukung Kejati NTB untuk memproses secara hukum anggota DPRD NTB yang menerima dana siluman namun tidak mengembalikannya,” kata Taupik.

Koalisi Rakyat NTB juga menyatakan akan menggelar aksi damai di depan Kantor Kejati NTB sebagai bentuk dukungan terhadap proses penegakan hukum sekaligus mengawal penanganan kasus tersebut.

Selain itu, mereka berencana melaporkan secara resmi kepada Kejati NTB sejumlah anggota DPRD yang diduga menerima dana tersebut namun belum mengembalikannya.

Taupik menyebut, berdasarkan hasil investigasi internal koalisi, nilai dana yang diduga beredar dalam kasus tersebut mencapai sekitar Rp9 miliar.

Menurutnya, penanganan perkara perlu dilakukan secara transparan agar tidak menimbulkan ketidakadilan, terutama terhadap pihak yang telah mengembalikan dana.

Koalisi Rakyat NTB juga meminta Kejati NTB untuk memeriksa kembali Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) NTB serta tim transisi yang diduga memiliki keterkaitan dengan persoalan tersebut.

Baca Juga :  Proyek Irigasi Inpres BBWS NT I di Dompu Dilaporkan ke Polda NTB, Dugaan Penyimpangan Disorot

“Jika terbukti terlibat, kami meminta agar mereka juga diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya.

Koalisi Rakyat NTB juga mendorong Kejati NTB untuk mengusut sumber asal dana yang disebut sebagai dana siluman tersebut agar perkara dapat terungkap secara menyeluruh.

Kejati NTB Telaah Laporan Dugaan Penerimaan Uang

Sementara itu, Kejaksaan Tinggi NTB mengagendakan pemeriksaan terhadap 15 anggota DPRD NTB yang dilaporkan diduga menerima uang dalam perkara yang sedang ditangani.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati NTB, Harun Al Rasyid, mengatakan proses pemanggilan akan dilakukan setelah tahap telaah laporan selesai.

“Sekarang masih proses telaah. Nanti mengarah ke sana (pemeriksaan saksi dewan),” kata Harun, Kamis (12/3/2026).

Menurutnya, Kejati NTB telah menerima dua laporan terkait dugaan penerimaan uang oleh sejumlah anggota DPRD NTB dari tiga terdakwa.

Laporan pertama diterima pada 23 Februari 2026, sementara laporan kedua masuk melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kejati NTB pada 5 Maret 2026.

Kepala Kejati NTB, Wahyudi, mengatakan pihaknya masih melakukan kajian awal terhadap laporan tersebut dengan mempelajari dokumen dan bukti yang disampaikan pelapor.

“Jadi untuk laporan terhadap 15 anggota DPRD NTB masih kami kaji,” kata Wahyudi, Selasa (10/3/2026).

Baca Juga :  Dinilai Bermasalah, Badko HMI Bali–Nusra Minta Erick Thohir Batalkan Pencalonan Baihaqi

Ia menambahkan, Kejati juga akan mencermati perkembangan persidangan perkara yang saat ini tengah berlangsung di Pengadilan Negeri Mataram.

Terungkap dalam Persidangan

Dalam perkara yang sedang disidangkan, penyidik Pidana Khusus Kejati NTB telah menetapkan tiga anggota DPRD NTB sebagai tersangka yang kini berstatus terdakwa, yakni Indra Jaya Usman dari Partai Demokrat, Hamdan Kasim dari Partai Golkar, dan Muhammad Nashib Ikroman dari Partai Perindo.

Dalam sidang dakwaan pada 21 Februari 2026, jaksa menyebut ketiganya diduga memberikan uang ratusan juta rupiah kepada sejumlah anggota DPRD NTB periode 2024–2029.

Hamdan Kasim disebut menyerahkan total Rp450 juta pada Juni–Juli 2025 kepada beberapa anggota DPRD NTB. Sementara Indra Jaya Usman diduga menyerahkan masing-masing Rp200 juta kepada enam anggota DPRD dengan total mencapai Rp1,2 miliar.

Adapun Muhammad Nashib Ikroman diduga menyerahkan uang kepada enam anggota DPRD lainnya dengan total sekitar Rp950 juta.

Jaksa Penuntut Umum menyebut pemberian uang tersebut berkaitan dengan program “Desa Berdaya” milik Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dengan nilai anggaran mencapai Rp76 miliar.

Kasus ini masih dalam proses persidangan dan menjadi perhatian publik di NTB terkait dugaan praktik gratifikasi di lingkungan legislatif daerah.(JD27)

Follow WhatsApp Channel jejakdata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pucuk Pimpinan Polda Bergeser: Dadang ke Metro, Dekananto ke Jatim, Wakapolda Metro Naik ke Kursi Kapolda
Gerbong Besar di Mabes Polri Bergerak, Suyudi Rombak 14 PJU dan Mutasi 88 Pati-Pamen
Direktur Eksekutif Visi Indonesia: Suyudi Ario Seto Harus Jadikan Reformasi Polri sebagai Legacy Kepemimpinannya
Dinilai Mencekik Masyarakat, Fraksi Demokrat Keberatan Tarif Retribusi IPR Dalam Raperda
Aksi Jilid V, KPK-PD Minta Kejati dan Polda NTB Cek Fisik Bangunan Sekolah Hasil Revitalisasi di Bima
GERPOSI Minta Polda NTB Bentuk Tim Khusus Usut Dana Pokir Isvie dan Muzihir
Badko HMI Bali-Nusra Layangkan Mosi Tidak Percaya ke Kejati, Alihkan Laporan Mafia Tanah Pantai Amahami ke Polda NTB
Anggota DPRD NTB Raihan Anwar Apresiasi Kelulusan Cum Laude Dokter Spesialis Jantung dr. Ika Caesarina
Berita ini 101 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Pucuk Pimpinan Polda Bergeser: Dadang ke Metro, Dekananto ke Jatim, Wakapolda Metro Naik ke Kursi Kapolda

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:45 WIB

Gerbong Besar di Mabes Polri Bergerak, Suyudi Rombak 14 PJU dan Mutasi 88 Pati-Pamen

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Direktur Eksekutif Visi Indonesia: Suyudi Ario Seto Harus Jadikan Reformasi Polri sebagai Legacy Kepemimpinannya

Selasa, 29 September 2026 - 21:23 WIB

Dinilai Mencekik Masyarakat, Fraksi Demokrat Keberatan Tarif Retribusi IPR Dalam Raperda

Sabtu, 19 September 2026 - 09:39 WIB

Aksi Jilid V, KPK-PD Minta Kejati dan Polda NTB Cek Fisik Bangunan Sekolah Hasil Revitalisasi di Bima

Berita Terbaru

Foto: Caca Handika, SPD., MPD. Ketua Umum Badko HMI Bali-Nusra(Dok.Istimewa)

Opini

Membongkar Ketimpangan di Balik Mimpi Bima Bermartabat

Jumat, 2 Okt 2026 - 17:17 WIB