Wahyu Hadiningrat Pimpin Penangkapan Listyo Sigit Prabowo, Ini Rekam Jejak Sang Jenderal dari Reserse, Siber hingga Antiteror

- Jurnalis

Rabu, 4 November 2026 - 22:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Presiden Prabowo Subianto melantik Komjen Pol Wahyu Hadiningrat sebagai Wakapolri di Istana Negara

Foto: Presiden Prabowo Subianto melantik Komjen Pol Wahyu Hadiningrat sebagai Wakapolri di Istana Negara

Jejakdata.com | Jakarta, 4 November 2026 – Nama Komisaris Jenderal Polisi Wahyu Hadiningrat mendadak menjadi perhatian publik setelah disebut berada di garis depan penjemputan mantan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam perkara dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah tokoh penting negara.

Bukan hanya karena posisinya sebagai Wakapolri, tetapi juga karena peristiwa tersebut memperlihatkan situasi tidak biasa di tubuh Korps Bhayangkara, di mana seorang Wakapolri bersama Kabareskrim menangkap mantan atasannya sendiri yang sebelumnya pernah memimpin institusi Polri.

Informasi mengenai penjemputan Listyo diungkap mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD melalui kanal YouTube pribadinya, Rabu (4/11/2026).

Menurut Mahfud, sebelum Listyo dijemput, enam perwira Polri berpangkat Inspektur Jenderal dan Komisaris Besar lebih dahulu diamankan. Mereka diduga terlibat dalam penyadapan terhadap Presiden Prabowo dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Dari pemeriksaan terhadap para perwira tersebut, muncul keterangan mengenai pihak yang diduga memerintahkan penyadapan. Mahfud menyebut Listyo kemudian dijemput sekitar pukul 03.00 WIB oleh Wakapolri Wahyu Hadiningrat bersama Kabareskrim Komjen Asep Safrudin.

Listyo disebut sempat dilepaskan sekitar pukul 05.00 WIB sebelum proses hukum berlanjut. Keterangan mengenai kronologi tersebut merupakan penuturan Mahfud, sementara detail operasi belum seluruhnya dijelaskan secara resmi oleh Polri.

Bareskrim kemudian mengumumkan penetapan tiga tersangka, yakni Listyo Sigit Prabowo, Irjen Ahrie Sonta Nasution dan Irjen Eko Hadi Santoso.

Baca Juga :  Jejak Rp1,1 Miliar Revitalisasi PAUD KB AMBI Dompu Resmi Dilaporkan ke Kejaksaan, Lokasi Bangunan dan Izin Operasional Tak Sebangun

Jenderal kelahiran Bandung, lulusan Akpol 1992

Wahyu Hadiningrat lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 1970. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1992, satu angkatan di bawah Listyo Sigit Prabowo yang merupakan lulusan Akpol 1991.

Presiden Prabowo Subianto melantiknya sebagai Wakapolri pada 1 Oktober 2026, menggantikan Komjen Dedi Prasetyo. Pelantikan tersebut berlangsung bersamaan dengan pengangkatan Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri.

Sebelum menduduki jabatan Wakapolri, Wahyu menjabat Asisten Utama Kapolri Bidang Perencanaan Umum dan Anggaran (Astamarena) sejak September 2024.

Namun, perjalanan kariernya tidak hanya berkutat pada urusan administrasi dan perencanaan. Wahyu memiliki pengalaman panjang dalam bidang reserse kriminal, penanganan terorisme, intelijen siber, hingga manajemen kepolisian.

Mengawali karier dari lapangan

Wahyu mengawali karier sebagai perwira pertama di Polda Jawa Barat pada 1993. Pada 1994, ia dipercaya menjadi Wakapolsek Cirebon Selatan. Setahun kemudian, ia menjabat Kapolsek Soreang Polres Bandung.

Kariernya berlanjut di bidang reserse dengan menduduki posisi Kasat Serse Polres Bandung pada 1997 dan Kasat Serse Polresta Bogor pada 1998.

Pada 2004, ia kembali bertugas di Polda Jawa Barat sebagai Kanit III Sat II Ditreskrimum. Dua tahun kemudian, ia dipercaya menjadi Kasat I Ditreskrim Polda Jawa Barat.

Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan profesionalnya di bidang penegakan hukum.

Baca Juga :  Bupati Lombok Barat Tiba di Gedung KPK Usai Terjaring OTT, Bungkam Saat Digiring Penyidik

Pernah bertugas di Densus 88 dan intelijen siber

Salah satu bagian penting dalam rekam jejak Wahyu adalah pengalamannya di bidang antiterorisme. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Satuan Tugas Wilayah Jawa Barat Densus 88 Antiteror Polri.

Pada 2011, Wahyu dipercaya menjadi Kapolres Metro Bekasi. Setahun kemudian, ia menduduki jabatan Kapolres Metro Jakarta Selatan.

Memasuki 2017, ia mendapatkan penugasan di Bareskrim Polri sebagai Wakil Direktur Tindak Pidana Siber. Pada tahun yang sama, ia juga dipercaya menjadi Direktur Respon Ancaman Deputi Bidang Intelijen Siber Badan Intelijen Negara (BIN).

Pengalaman di bidang siber dan intelijen tersebut menjadi salah satu bagian menarik dari profil seorang perwira tinggi yang kini berada di posisi Wakapolri.

Pada 2018, Wahyu menjabat Wakapolda Metro Jaya. Kemudian pada 2020, ia dipercaya menjadi Wakabareskrim Polri.

Ia juga pernah menduduki jabatan Asisten Perencanaan dan Anggaran Kapolri sebelum dipercaya menjadi Asisten Utama Kapolri Bidang Perencanaan Umum dan Anggaran.

Pendidikan dan perjalanan menuju Wakapolri

Selain Akpol 1992, Wahyu merupakan lulusan Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK). Ia juga menempuh pendidikan pengembangan kepemimpinan melalui Sekolah Staf dan Pimpinan Polri (Sespim) serta Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) pada 2016.

Dengan pengalaman di bidang reserse, antiterorisme, intelijen siber, kewilayahan, dan perencanaan strategis, Wahyu akhirnya dipercaya menduduki jabatan Wakapolri. (JD13)

Follow WhatsApp Channel jejakdata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengejutkan! Jokowi Pamerkan Dokumen Ijazah di Hadapan Hakim dan Roy Suryo, Ini Momen di Ruang Sidang
Hutan RTK 01 Rinjani Diduga Terus Dijarah, ITK Desak Kejati NTB Bongkar Mafia Illegal Logging
Istana Belum Tahu Dalang Penyadapan Prabowo, Siapa yang Mengincar Percakapan Presiden?
Diperiksa KPK, Ini Alasan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Dua Kali Mangkir dari Panggilan Penyidik
Soroti Penyadapan Ilegal Presiden, HMI MPO Mataram Cium Dugaan Keterlibatan Aktor Intelektual
Skandal Penyadapan Presiden Memanas! Listyo Sigit dan Eks Ajudan Prabowo Masuk Daftar Tersangka
Jangan Ada Negara dalam Negara! Rusdiansyah Desak Usut Tuntas Isu Penyadapan Presiden
Geger di Balik Dinding Mabes Polri! Sejumlah Jenderal Dikabarkan Diamankan, Ada Apa dengan Lingkaran Elite Bhayangkara?
Berita ini 76 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 11:21 WIB

Mengejutkan! Jokowi Pamerkan Dokumen Ijazah di Hadapan Hakim dan Roy Suryo, Ini Momen di Ruang Sidang

Rabu, 4 November 2026 - 23:07 WIB

Hutan RTK 01 Rinjani Diduga Terus Dijarah, ITK Desak Kejati NTB Bongkar Mafia Illegal Logging

Rabu, 4 November 2026 - 22:14 WIB

Wahyu Hadiningrat Pimpin Penangkapan Listyo Sigit Prabowo, Ini Rekam Jejak Sang Jenderal dari Reserse, Siber hingga Antiteror

Rabu, 4 November 2026 - 19:04 WIB

Istana Belum Tahu Dalang Penyadapan Prabowo, Siapa yang Mengincar Percakapan Presiden?

Rabu, 4 November 2026 - 17:55 WIB

Soroti Penyadapan Ilegal Presiden, HMI MPO Mataram Cium Dugaan Keterlibatan Aktor Intelektual

Berita Terbaru