Dituduh Tak Transparan Soal Hibah Rp 38 Miliar, Mori Hanafi: KONI Terbuka, Silakan Cek dan Tunjukkan Bukti!

- Jurnalis

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Nusa Tenggara Barat (NTB), Mori Hanafi.(Dok.Istimewa)

Foto: Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Nusa Tenggara Barat (NTB), Mori Hanafi.(Dok.Istimewa)

Mataram, Jejakdata.com – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Nusa Tenggara Barat (NTB), Mori Hanafi, menepis tuduhan terkait dugaan penyelewengan dana hibah sebesar Rp 38 miliar yang kembali dipertanyakan oleh sejumlah kalangan.

Menanggapi sorotan publik dan desakan dari BADKO HMI Bali-Nusra terkait transparansi anggaran, Mori memberikan tanggapan lugas. Ia menilai tuduhan serta isu pengusutan dana hibah tersebut merupakan persoalan lama yang terus-menerus sengaja diembuskan kembali ke permukaan.

Baca Juga :  Terganjal Anggaran Pusat, Pembangunan Gedung Baru DPRD NTB Bakal Terlambat?

“Itu berita lama dan sudah berulang-ulang. Apakah tidak ada isu lain?” kata Mori Hanafi saat dikonfirmasi awak media melalui pesan WhatsApp, Minggu (26/7/2026).

Mori menegaskan bahwa pengurus KONI NTB selalu mengedepankan prinsip keterbukaan dan akuntabilitas dalam mengelola anggaran organisasi. Pihaknya sama sekali tidak menutup diri terhadap proses pemeriksaan atau pengawasan dari lembaga berwenang maupun publik.

Baca Juga :  TPA Kebon Kongok Overload; Kades Suka Makmur, Kita akan Carikan Solusi Bersama

Ia mengimbau pihak-pihak yang melayangkan kritik untuk menyampaikan argumen berbasis data faktual, bukan sekadar membangun opini yang tidak berdasar.

“KONI NTB membuka diri terkait anggaran, mau dicek boleh. Jangan asal lempar isu. Kalau ada penyimpangan, tunjukkan buktinya. Kalau ada yang menyalahgunakan, tunjukkan buktinya,” tegas Mori. (JD09)

Follow WhatsApp Channel jejakdata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ingatkan Inspektorat NTB, Ketua LMND: Jangan Jadi Alat Politik Gubernur untuk Tekan Legislatif
7.000 Ayam Mati akibat Listrik Padam, Peternak Lempar Bangkai ke Kantor PLN Palangka Raya
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Visi Indonesia Soroti Fondasi Baru Kemandirian Pangan dan Industri
UPAYA MEMPERTAHANKAN EKSISTENSI PERADILAN MILITER PASCA PUTUSAN MK 260/2025
HMI Mataram Gelar Dialog Publik, Desak Pemerintah Dengar Kritik Pemuda Menjelang Puncak Bonus Demografi 2030
Tok! Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Dibatalkan MA, Kasasi H.M. Subhan Dikabulkan!
Hashim Peringatkan Rupiah Bisa Tembus Rp. 22.000, Ancaman MSCI Mengintai Ekonomi Indonesia
Komisioner BPKN Yakin Dirut Baru PLN PerkuatPerlindungan Konsumen, Dorong Keandalan Listrik dan Transparansi Layanan
Berita ini 61 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 22:40 WIB

Ingatkan Inspektorat NTB, Ketua LMND: Jangan Jadi Alat Politik Gubernur untuk Tekan Legislatif

Minggu, 1 November 2026 - 11:40 WIB

7.000 Ayam Mati akibat Listrik Padam, Peternak Lempar Bangkai ke Kantor PLN Palangka Raya

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 19:23 WIB

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Visi Indonesia Soroti Fondasi Baru Kemandirian Pangan dan Industri

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:04 WIB

UPAYA MEMPERTAHANKAN EKSISTENSI PERADILAN MILITER PASCA PUTUSAN MK 260/2025

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:16 WIB

HMI Mataram Gelar Dialog Publik, Desak Pemerintah Dengar Kritik Pemuda Menjelang Puncak Bonus Demografi 2030

Berita Terbaru