Mataram, Jejakdata.com – Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Bali Nusa Tenggara menolak keras rencana Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhammad Iqbal maju dalam bursa calon Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB. Langkah sang gubernur dinilai melanggar etika publik, sarat konflik kepentingan, dan berpotensi merusak tata kelola olahraga daerah.
Ketua Umum Badko HMI Bali Nusra, Caca Handika, menilai manuver Lalu Iqbal mencerminkan ambisi politik yang dipaksakan. Menurut dia, rangkap jabatan antara kepala daerah dan pimpinan organisasi olahraga akan menelanjangi prinsip transparansi akuntabilitas anggaran publik.
”Gubernur adalah pengelola anggaran daerah. Jika dia nekat menjadi Ketua KONI, maka dia yang mencairkan dana hibah dan dia pula yang menggunakannya. Ini konflik kepentingan yang sangat nyata dan berpotensi memicu penyimpangan anggaran,” ujar Caca saat dihubungi, Kamis, 13 Agustus 2026.
Selain persoalan tata kelola keuangan, Caca menyoroti rekam jejak Lalu Iqbal di bidang olahraga. Ia menyebut mantan diplomat itu tidak memiliki pengalaman memimpin cabang olahraga (cabor) mana pun di NTB, sehingga diragukan kapasitasnya dalam mengelola pembinaan atlet berprestasi.
Menurut Caca, memimpin KONI menyangkut harga diri daerah dan masa depan atlet, sehingga tidak bisa dijadikan batu loncatan politik semata. Ia mendesak Lalu Iqbal untuk fokus menuntaskan janji-janji kampanye saat Pilkada yang hingga kini dinilai belum terealisasi.
”Saran saya, fokus tuntaskan janji politik kepada rakyat NTB yang menumpuk. Jangan menambah beban baru dan jangan menganggap sepele pengelolaan olahraga. Jangan merasa karena sedang memegang kekuasaan, lalu bisa mengakali semua proses. Harus sadar diri dan tahu batas,” kata Caca.
Atas dasar itu, Badko HMI Bali Nusra mengancam akan memboikot pelaksanaan Musyawarah Provinsi (Musprov) KONI NTB jika Lalu Iqbal tetap memaksakan diri maju. HMI juga menolak NTB menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 bersama Nusa Tenggara Timur jika proses kepemimpinan olahraga di daerah diawali dengan cara-cara yang tidak sehat.(JD09)









