Dapur Penyedia MBG Dikeluhkan, Siswa SDN 22 Praya Cuma Dapat Snack Kemasan, Bukan Makanan Bergizi!

- Jurnalis

Senin, 13 Oktober 2025 - 11:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menu MBG di SDN 22 Praya. (Dok.ist)

Menu MBG di SDN 22 Praya. (Dok.ist)

Lombok Tengah | Lombok Fokus — Dapur penyedia Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lombok Tengah kembali jadi sorotan publik. Pasalnya, menu yang dibagikan kepada siswa SDN 22 Praya diduga tidak sesuai dengan standar gizi yang telah ditetapkan pemerintah.

 

Sejumlah orang tua murid mengeluhkan menu yang diterima anak-anak mereka karena dianggap jauh dari konsep “makan bergizi” yang dijanjikan. Salah satu wali murid asal Praya berinisial LJ mengaku kecewa lantaran anaknya hanya mendapatkan snack kemasan dan satu buah jeruk saat pembagian menu MBG.

 

Padahal, sesuai pedoman teknis, paket makanan MBG seharusnya terdiri atas makanan utama bergizi seimbang yang mencakup karbohidrat, protein, sayur, dan buah.

 

“Anak saya cuma dapat jajanan bungkus dan jeruk satu biji. Kalau seperti ini, namanya bukan makan bergizi gratis, tapi cuma bagi jajanan. Saya kecewa,” ujar LJ, wali murid asal Praya, Senin (13/10/2025).

 

 

Ia menilai pelaksanaan program MBG di sekolah tersebut tidak mencerminkan tujuan awal pemerintah untuk meningkatkan gizi anak sekolah dasar.

Baca Juga :  Isu Pasien Ditolak di Puskesmas Puyung Viral, Wabup Lombok Tengah Pastikan Pelayanan Sesuai Prosedur

 

“Kalau memang niatnya membantu anak-anak biar sehat, harusnya menu yang disajikan benar-benar bergizi. Jangan hanya formalitas laporan saja,” tambahnya.

 

 

Menanggapi hal itu, Kepala Dapur SPPG Praya, Lalu Ahmad Wirayuda, selaku penyedia menu MBG di SDN 22 Praya, memberikan klarifikasi. Ia menyampaikan bahwa pemberian snack kemasan dan buah  dilakukan atas permintaan pihak sekolah.

 

“Kami hanya mengikuti permintaan pihak sekolah. Mereka yang meminta menu ringan dalam bentuk snack kemasan dan buah,” jelas Lalu Ahmad Wirayuda.

 

 

Wirayuda juga mengakui adanya kendala dalam menentukan komposisi gizi sesuai Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang menjadi acuan program MBG.

 

“Masalah komposisi gizi memang agak sulit kami tentukan secara tepat. Tidak mudah memastikan semua unsur gizinya terpenuhi dalam satu menu,” ujarnya.

 

Sementara itu, pihak sekolah memberikan penjelasan tambahan. Salah satu guru SDN 22 Praya mengatakan bahwa menu berupa snack kemasan hanya diberikan kepada siswa kelas 3, 4, dan 5 yang masuk siang karena sedang ada proyek pembangunan sekolah.

Baca Juga :  PLN UIW NTB Ajak Media “Menyala Bersama” dari PLTS Sengkol, Energi Bersih untuk Masa Depan

 

“Yang dapat snack itu hanya kelas 3, 4, dan 5 karena mereka masuk siang. Untuk kelas 1, 2, dan 6 yang masuk pagi tetap dapat menu nasi seperti biasa,” ujarnya.

 

 

Guru tersebut menambahkan, sekolah hanya bertugas membagikan makanan sesuai dengan apa yang diterima dari dapur penyedia.

 

“Kami hanya menerima dan membagikan. Semua menu disiapkan oleh dapur,” ujarnya singkat.

 

Untuk diketahui, satu porsi menu MBG di Lombok Tengah bernilai sekitar Rp10.000. Dengan nilai tersebut, seharusnya penyedia mampu menghadirkan menu bergizi seimbang sesuai panduan pemerintah, bukan hanya jajanan kemasan dan buah.

 

Program MBG di Lombok Tengah melibatkan puluhan dapur penyedia yang tersebar di sejumlah kecamatan. Namun, pelaksanaan di lapangan kini banyak menuai perhatian karena diduga tidak memenuhi standar gizi sebagaimana tujuan awal program.

 

Follow WhatsApp Channel jejakdata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aksi HMI-MPO: Gubernur NTB Dinilai Gagal Prioritaskan Kebutuhan Rakyat
Dugaan Sertifikat Palsu Guncang PN Mataram: “Singa Peradilan” Tuntut SP3 Dibuka, Ahli Tegaskan Prapradilan Hanya Uji Formal
Rusdiansyah Soroti Kasus Pelaporan Ibu Hamil, Desak Evaluasi Kemitraan Program MBG
Dugaan Skandal Dana Pokir Mencuat, PMII Mataram Sorot Peran Ketua DPRD NTB
BADKO HMI Bali Nusra Minta Pemerintah Tinjau Ulang Perpanjangan Izin Ekspor AMNT
Skandal 343 Dapur Gizi NTB: KNPI Desak Penutupan Permanen dan Seret Vendor ke Ranah Pidana
Sudirman “Api NTB” Dapat Dukungan Penuh Cabor Bima
Kasta NTB dan Perhimpunan Pemuda Sasak Desak Kejati NTB Periksa 13 Anggota DPRD, Tim Transisi, dan Kepala BPKAD Terkait Dana Siluman
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 20:34 WIB

Aksi HMI-MPO: Gubernur NTB Dinilai Gagal Prioritaskan Kebutuhan Rakyat

Jumat, 17 April 2026 - 18:12 WIB

Dugaan Sertifikat Palsu Guncang PN Mataram: “Singa Peradilan” Tuntut SP3 Dibuka, Ahli Tegaskan Prapradilan Hanya Uji Formal

Jumat, 17 April 2026 - 13:45 WIB

Rusdiansyah Soroti Kasus Pelaporan Ibu Hamil, Desak Evaluasi Kemitraan Program MBG

Sabtu, 11 April 2026 - 20:29 WIB

Dugaan Skandal Dana Pokir Mencuat, PMII Mataram Sorot Peran Ketua DPRD NTB

Kamis, 9 April 2026 - 17:00 WIB

BADKO HMI Bali Nusra Minta Pemerintah Tinjau Ulang Perpanjangan Izin Ekspor AMNT

Berita Terbaru