Bang Akim Semprot Pejabat PUPR NTB Desak Minta Maaf dan Mundur!

- Jurnalis

Senin, 1 Desember 2025 - 19:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jejakdata, Mataram – Tokoh Pemuda Pulau Sumbawa, Abdul Hakim yang akrab disapa Bang Akim, melontarkan kritik keras terhadap pernyataan pejabat PUPR NTB yang dianggap meremehkan kondisi infrastruktur di Pulau Sumbawa. Ia menilai pernyataan itu tidak hanya tidak pantas, tetapi juga menguatkan dugaan bahwa pembangunan selama ini lebih memihak Lombok dan mengabaikan keadilan wilayah.

Bang Akim menegaskan bahwa sikap tersebut telah melukai masyarakat Sumbawa dan mencederai kepercayaan publik. “Ini bukan sekadar salah ucap. Ini cara pandang yang keliru. Pernyataan seperti itu merusak kepercayaan rakyat,” tegasnya.

Baca Juga :  Sebar Nomor Telepon Gubernur NTB, Yuni Bourhany Beri Klarifikasi

Ia mendesak pejabat yang bersangkutan untuk segera meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat Sumbawa. Jika tidak, menurutnya, pilihan yang paling terhormat adalah mengundurkan diri dari jabatan. “Kalau tidak mampu menghormati masyarakat, tidak layak memegang jabatan publik. Minta maaf dan segera mundur,” ujar Bang Akim.

Menurutnya, persoalan ini bukan hanya soal jalan rusak, tetapi mencerminkan bagaimana pemerintah memandang kesejahteraan warganya di luar Lombok. “Jangan menggurui masyarakat, apalagi mahasiswa yang kritis. Pejabat itu harusnya mendengar, bukan meremehkan,” tambahnya.

Baca Juga :  Pelaku Seni Kecimol Geruduk DPRD Lombok Tengah, Tuntut Cabut Larangan

Bang Akim juga mengingatkan bahwa Pulau Sumbawa adalah penopang ekonomi NTB, bukan daerah yang pantas dipandang sebelah mata. Oleh karena itu, ia meminta pemerintah provinsi untuk lebih adil dan sensitif dalam menyampaikan pernyataan publik.

Di akhir pernyataannya, Bang Akim menegaskan bahwa ucapan seperti “jalan rusak kita biarkan” adalah bentuk pola pikir yang berbahaya dan tidak boleh terulang. “Ini harus dihentikan sekarang. Rakyat menuntut keadilan, bukan pernyataan yang melemahkan,” tutupnya.(JD09)

Follow WhatsApp Channel jejakdata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Intervensi Proyek Daerah, Peran Anak Bupati Bima Didesak Diusut KPK
Selamatkan Petani NTB dari Kerugian Massal, BARDAM NUSA Minta Harga Acuan Bawang Merah Segera Ditetapkan
Polemik Usulan Sekwan Dompu: Badko HMI Adukan Manuver Enam Fraksi ke Pengurus Pusat Partai
Bicara Mendunia, Jalan Menderita: HMI Cabang Bima Kritik Arah Pembangunan NTB
Hasil Musorprov XIII KONI NTB Gagal Tetapkan Ketum Baru, KONI Pusat Resmi Ambil Alih Organisasi
SMP 4 Palibelo & SMP 6 Satap Monta Diseret, KPK-PD Tuntut Polda NTB Usut Tuntas Dana Revitalisasi
Jejak Rp1,1 Miliar Revitalisasi PAUD KB AMBI Dompu Resmi Dilaporkan ke Kejaksaan, Lokasi Bangunan dan Izin Operasional Tak Sebangun
Kebakaran Desa Sade Lombok Tengah, Wagub NTB Turun Lokasi dan Salurkan Bantuan
Berita ini 64 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 00:55 WIB

Diduga Intervensi Proyek Daerah, Peran Anak Bupati Bima Didesak Diusut KPK

Rabu, 2 September 2026 - 15:30 WIB

Selamatkan Petani NTB dari Kerugian Massal, BARDAM NUSA Minta Harga Acuan Bawang Merah Segera Ditetapkan

Rabu, 2 September 2026 - 14:38 WIB

Polemik Usulan Sekwan Dompu: Badko HMI Adukan Manuver Enam Fraksi ke Pengurus Pusat Partai

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:47 WIB

Bicara Mendunia, Jalan Menderita: HMI Cabang Bima Kritik Arah Pembangunan NTB

Senin, 31 Agustus 2026 - 09:17 WIB

Hasil Musorprov XIII KONI NTB Gagal Tetapkan Ketum Baru, KONI Pusat Resmi Ambil Alih Organisasi

Berita Terbaru