Tuntutan Tak Pernah Ditanggapi Gubernur NTB, Mahasiswa Nekat Hadang Mobil Presiden

- Jurnalis

Jumat, 10 Juli 2026 - 17:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maulana Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Mataram, Menghadang Mobil Presiden Prabowo Subianto Menuju Tempat Peresmian Bendungan Meninting Lombok Barat NTB 10/07/2026

Maulana Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Mataram, Menghadang Mobil Presiden Prabowo Subianto Menuju Tempat Peresmian Bendungan Meninting Lombok Barat NTB 10/07/2026

Jejakdata.com | Lombok Barat — Seorang mahasiswa Universitas Mataram (Unram) menghadang iring-iringan kendaraan Presiden Prabowo Subianto saat kunjungan kerja untuk meresmikan Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, Jumat, sebagai upaya terakhir menyampaikan aspirasi yang menurut mereka selama ini tidak pernah mendapat tanggapan dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Mataram, Maulana, menghadang kendaraan Presiden dan menyerahkan sebuah dokumen kajian yang berisi evaluasi terhadap sejumlah kebijakan pemerintah pusat Mulai dari Bahan Bakar Minyak (BBM), Makan Bergizi Gratis (MBG) sampai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) serta berbagai persoalan strategis yang berkembang di NTB.

Aksi tersebut berlangsung singkat dan tanpa insiden. Presiden menerima dokumen itu sebelum melanjutkan agenda kunjungannya.

Maulana mengatakan langkah tersebut diambil setelah berbagai upaya penyampaian aspirasi kepada Pemerintah Provinsi NTB tidak memperoleh respons.

Baca Juga :  IMBI Mataram Ultimatum Gubernur NTB: Realisasi Tuntutan atau Aksi Lebih Besar

“Kami sudah beberapa kali menyampaikan aspirasi melalui aksi di Kantor Gubernur terkait BBM, MBG, KDMP dan Gratifikasi DPRD NTB yang di duga ada keterlibatan Gubernur, tetapi tidak pernah ditanggapi. Karena itu kami memanfaatkan momentum kunjungan Presiden agar persoalan yang dihadapi masyarakat NTB dapat diketahui langsung oleh Presiden,” kata Maulana kepada wartawan jejakdata.com usai aksi 10/07/2026

Menurutnya, dokumen kajian tersebut memuat evaluasi terhadap sejumlah kebijakan nasional yang dinilai berdampak pada kondisi sosial dan ekonomi masyarakat NTB. Kajian itu juga mengangkat berbagai isu daerah, termasuk dugaan kasus gratifikasi yang menurut mahasiswa perlu menjadi perhatian pemerintah pusat karna diduga kuat melibatkan Gubernur NTB.

Mahasiswa berharap dokumen tersebut tidak sekadar diterima sebagai bagian dari seremoni kunjungan Presiden, melainkan benar-benar dibaca dan dijadikan bahan evaluasi dalam pengambilan kebijakan.

Baca Juga :  Cara Akses Aplikasi STARBUK Polda NTB: Panduan Lengkap untuk Masyarakat

“Kami berharap Presiden membaca langsung kajian ini sehingga mengetahui kondisi riil yang terjadi di NTB dan dapat mengambil langkah evaluasi yang diperlukan,” ujar Maulana.

Aksi tersebut menjadi sorotan karena dilakukan di tengah pengamanan kunjungan kepala negara. Meski demikian, mahasiswa menyatakan seluruh rangkaian aksi berlangsung damai dan tanpa tindakan anarkis.

Hingga berita ini ditulis, Pemerintah Provinsi NTB belum memberikan tanggapan atas pernyataan mahasiswa bahwa aspirasi mereka sebelumnya tidak pernah direspons atau diterima oleh Gubernur NTB. Sementara itu, belum ada keterangan resmi dari Istana Kepresidenan mengenai isi dokumen kajian yang diserahkan kepada Presiden Prabowo Subianto. (JD09)

Follow WhatsApp Channel jejakdata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Poros Pemuda NTB Demo BP2JK dan Kejati, Tuntut Usut Tuntas Praktik Monopoli Tender
Menetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Tidak Cukup, Negara Wajib Mengaturnya dalam Koridor Rule of Law
Bupati Langkat Terjaring OTT KPK, Langkat Kembali Masuk Pusaran Korupsi Kepala Daerah
Bongkar Sindikat Mataram-Tuban! Polda NTB Diminta Sikat Habis Jaringan DPO Sabu 535 Gram di Bima.
Kasus Sabu 535 Gram di Talabiu, Kapolda NTB Didesak Ambil Alih Penanganan
Anggota DPRD Bima Terseret Kasus Sabu 535 Gram, Polisi Didesak Tak Tebang Pilih
Soroti Dugaan Keterlibatan Kader Gerindra, HMI MPO Mataram Desak Audit Menyeluruh Dapur MBG
Wakili Mori Hanafi di Acara P3-TGAI, Nazaruddin Tekankan Akuntabilitas P3A
Berita ini 73 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 17:05 WIB

Tuntutan Tak Pernah Ditanggapi Gubernur NTB, Mahasiswa Nekat Hadang Mobil Presiden

Jumat, 10 Juli 2026 - 16:28 WIB

Poros Pemuda NTB Demo BP2JK dan Kejati, Tuntut Usut Tuntas Praktik Monopoli Tender

Senin, 6 Juli 2026 - 14:01 WIB

Menetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Tidak Cukup, Negara Wajib Mengaturnya dalam Koridor Rule of Law

Jumat, 3 Juli 2026 - 12:51 WIB

Bupati Langkat Terjaring OTT KPK, Langkat Kembali Masuk Pusaran Korupsi Kepala Daerah

Jumat, 3 Juli 2026 - 10:02 WIB

Bongkar Sindikat Mataram-Tuban! Polda NTB Diminta Sikat Habis Jaringan DPO Sabu 535 Gram di Bima.

Berita Terbaru