Dana Transfer Lombok Tengah 2026 Dipangkas Rp383 Miliar, Pemda Siapkan Strategi Mitigasi

- Jurnalis

Kamis, 2 Oktober 2025 - 21:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bapperida Lombok Tengah, H. Lalu Wiranata. (Dok.ist)

Kepala Bapperida Lombok Tengah, H. Lalu Wiranata. (Dok.ist)

Lombok Tengah, Lombok Fokus— Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah menyatakan anggaran transfer dari pusat dalam RAPBN 2026 mengalami pemangkasan signifikan. Alokasi yang sebelumnya mencapai Rp2,23 triliun pada 2025 turun menjadi Rp1,85 triliun pada 2026.

 

Artinya, ada pengurangan sekitar Rp383,3 miliar atau 17,1 persen, terutama dari pos Dana Alokasi Umum (DAU).

 

Kepala Bapperida Lombok Tengah, H. Lalu Wiranata, menyebut pemangkasan itu langsung memengaruhi kapasitas fiskal daerah. “Ruang fiskal menjadi lebih terbatas, terutama untuk belanja modal dan program prioritas pembangunan,” kata Wiranata, Kamis (2/10).

Baca Juga :  Pimpin HMI Komisariat UMMAT, Edi Putra Gaungkan Tagline “HMI BERANI”

 

 

Sektor infrastruktur disebut paling terdampak. Anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik untuk jalan, jembatan, irigasi, hingga ketahanan pangan dipangkas hingga 95 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

 

Menurut Wiranata, Pemkab akan melakukan sejumlah penyesuaian. “Ada reprioritisasi program, penundaan proyek fisik yang belum kontraktual, dan efisiensi belanja operasional. Kami juga dorong optimalisasi PAD sebagai pembiayaan alternatif,” ujarnya.

 

Pemangkasan TKD juga berimbas pada target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029. Sejumlah proyek infrastruktur, seperti perbaikan jalan desa, rehabilitasi irigasi teknis, hingga pembangunan pasar rakyat, berpotensi tertunda.

Baca Juga :  Career Week UNRAM 2025: Ribuan Mahasiswa Rebut Peluang Kerja Global

 

Pemerintah daerah menyiapkan mitigasi dengan revisi indikator kinerja, sinergi lintas sektor, serta melibatkan swasta dalam pembangunan infrastruktur.

 

 

Selain itu, pengurangan TKD dinilai membuat APBD Lombok Tengah rentan terhadap perubahan kebijakan nasional. Pemkab berupaya memperkuat ketahanan fiskal dengan diversifikasi pendapatan daerah, khususnya dari sektor pertanian, pariwisata, dan UMKM.

 

“Kami memahami ini bagian dari dinamika kebijakan nasional. Namun komitmen pembangunan inklusif dan berkelanjutan tetap menjadi prioritas,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel jejakdata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kebakaran Desa Sade Lombok Tengah, Wagub NTB Turun Lokasi dan Salurkan Bantuan
Kondisi Terkini Dusun Sade Lombok Usai Kebakaran: Rata dengan Tanah, Ratusan Warga Mengungsi
Pasca Kebakaran Rumah Adat Sade, Raffi Ahmad dan The Dudas-1 Gelontorkan Bantuan Rp1 Miliar
Kebakaran Besar Melanda Kampung Adat Sade di Lombok Tengah
Diduga Hina Maulid Adat Bayan di FB, Akun “Nye Ot” Dilaporkan ke Polda NTB
Polemik Revitalisasi PAUD Rp1,4 Miliar di Dompu, Lokasi Bangunan Dipersoalkan
BARA NTB Gelar Aksi Demonstrasi, Desak Direktur Utama Copot Kepala PLN Nusa Daya NTB
Rekam Jejak di Cabor Sorotan Utama: Iqbal Tidak Memenuhi Syarat Menjadi Kandidat Ketua KONI NTB
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:46 WIB

Kebakaran Desa Sade Lombok Tengah, Wagub NTB Turun Lokasi dan Salurkan Bantuan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Kondisi Terkini Dusun Sade Lombok Usai Kebakaran: Rata dengan Tanah, Ratusan Warga Mengungsi

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:16 WIB

Pasca Kebakaran Rumah Adat Sade, Raffi Ahmad dan The Dudas-1 Gelontorkan Bantuan Rp1 Miliar

Minggu, 23 Agustus 2026 - 00:17 WIB

Kebakaran Besar Melanda Kampung Adat Sade di Lombok Tengah

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 16:28 WIB

Polemik Revitalisasi PAUD Rp1,4 Miliar di Dompu, Lokasi Bangunan Dipersoalkan

Berita Terbaru

Screenshot

Berita

Kebakaran Besar Melanda Kampung Adat Sade di Lombok Tengah

Minggu, 23 Agu 2026 - 00:17 WIB