Jejakdata, Mataram- Gelombang pemanggilan para legislator kembali mengguncang DPRD NTB. Hari ini, Sitti Ari, SP, politisi Partai PPP dari Dapil Lombok Tengah yang menjabat sebagai Sekretaris Komisi V Bidang Kesejahteraan Rakyat & Pemberdayaan Perempuan, tampak keluar dari Gedung Kejaksaan Tinggi NTB setelah dimintai keterangan oleh penyidik.
Sitti Ari yang mengenakan busana bernuansa pastel dengan kerudung senada, ke luar dari ruang pemeriksaan bersama dua orang Wakil Ketua DPRD NTB dan Nadirah Al Habsyi. Kemunculan keempatnya memantik perhatian publik dan awak media yang sejak pagi memantau perkembangan kasus dugaan skandal Dana Siluman yang diduga kuat melibatkan banyak pihak di parlemen daerah.
Pemanggilan hari ini menandai babak lanjutan dari pengusutan suap dan gratifikasi yang selama ini disebut-sebut menggemparkan publik NTB dengan pengembalian oleh beberapa anggota DPRD ke Kejati NTB mencapai 2 Miliar dan Kejati NTB Telah menetapkan 3 Orang Tersangka yaitu Saudara Indra Jaya Usman, M. Nasibh Ikroman dan Hamdan Kasim.
Keempatnya merupakan anggota DPRD NTB aktif periode 2024–2029 dan diduga memiliki hubungan erat dengan skema gratifikasi yang kini menyeret puluhan koleganya.
Sitti Ari, yang selama ini dikenal vokal dalam isu pemberdayaan perempuan dan program kesejahteraan rakyat, enggan memberikan komentar detail. Ia hanya memilih diam dibelakang H.Muzihir dan Lalu Wirajaya.
Sedangkan Nadirah Al Habsyi, langsung jalan lolos sambil memalingkan wajahnya dari kerumunan wartawan tanpa memberikan jawaban apapun menuju tempat parkiran.
Wakil Ketua I, H. Lalu Wirajaya menyampaikan bahwa dirinya hadir dalam kapasitas sebagai saksi dan menghormati proses hukum yang berjalan, memberikan keterangan tambahan terkait kasus Pokir siluman yang menyeret tiga sahabat kami, ungkapnya.
Wakil Ketua III H.Muzihir juga menyampaikan, kami dipanggil hari ini dalam kapasitas sebagai saksi dan memberikan keterangan tambahan, hanya itu, ujarnya.
“Yang diperiksa hari ini ada sekitar 15 orang, dan mereka masih diperiksa diatas ruangan penyidik” kata H.Muzihir.
Sementara itu, penyidik Kejati NTB masih merahasiakan perkembangan pemeriksaan. Namun intensitas pemanggilan pimpinan dan anggota DPRD NTB sejak pekan pekan ini mengindikasikan bahwa penyidik mulai masuk pada fase krusial, mengurai siapa yang memerintahkan, Siapa yang Menyediakan Anggaran, siapa yang Membagikan, dan siapa yang menikmati aliran anggaran “siluman” tersebut.
Jejakdata.com akan terus mengikuti perkembangan kasus besar yang kini menjadi sorotan seluruh masyarakat NTB.(JD09)









