Kasta NTB dan Perhimpunan Pemuda Sasak Desak Kejati NTB Periksa 13 Anggota DPRD, Tim Transisi, dan Kepala BPKAD Terkait Dana Siluman

- Jurnalis

Kamis, 2 April 2026 - 15:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Sejumlah aktivis dari Kasta NTB dan PASAK Indonesia menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Tinggi NTB di Mataram, Kamis (2/4/2026). Mereka mendesak Kejati NTB segera mengusut tuntas dugaan korupsi aliran dana siluman yang diduga melibatkan 13 anggota DPRD NTB serta pihak terkait lainnya.(JD27)

Foto: Sejumlah aktivis dari Kasta NTB dan PASAK Indonesia menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Tinggi NTB di Mataram, Kamis (2/4/2026). Mereka mendesak Kejati NTB segera mengusut tuntas dugaan korupsi aliran dana siluman yang diduga melibatkan 13 anggota DPRD NTB serta pihak terkait lainnya.(JD27)

Mataram, Jejakdata.com – Kamis, 2 April 2026. Gabungan aktivis dari Kasta NTB dan Perhimpunan Pemuda Sasak (PASAK) Indonesia secara resmi menyatakan dukungan penuh kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Barat dalam mengusut tuntas dugaan korupsi aliran dana siluman yang menyeret sejumlah nama anggota DPRD NTB.

Kedua organisasi tersebut mendesak Korps Adhyaksa segera memanggil dan memeriksa 13 anggota DPRD NTB yang diduga menerima aliran dana tersebut. Hingga saat ini, para pihak yang disebut belum menunjukkan iktikad baik untuk mengembalikan kerugian negara.

Presiden Kasta NTB, Lalu Wing Haris, menegaskan bahwa penuntasan kasus ini menjadi ujian integritas bagi penegakan hukum di daerah. Ia juga mempertanyakan sejauh mana Kejati NTB mendalami dugaan keterlibatan para penerima dana.

Baca Juga :  Kota Praya Semakin Hidup, Pemkab Lombok Tengah Hadirkan Ruang Publik Bernuansa Lokal dan Ramah Anak

“Kami tidak ingin hukum tajam ke bawah tetapi tumpul ke atas. Nama-nama yang beredar sudah menjadi konsumsi publik, dan Kejati harus berani mengambil langkah progresif, termasuk pemanggilan paksa jika diperlukan,” ujarnya.

Senada dengan itu, Presiden PASAK Indonesia, Taupik Hidayata, menilai dugaan keterlibatan oknum anggota dewan, tim transisi, serta Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) NTB sebagai bentuk pengkhianatan terhadap kepercayaan rakyat.

“Kami dengan tegas meminta agar 13 nama anggota dewan yang diduga menerima aliran dana segera dipanggil dan diperiksa, termasuk tim transisi dan Kepala BPKAD NTB yang diduga terlibat,” tegasnya.

Sementara itu, perwakilan Kejati NTB melalui Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Humas) yang menemui massa aksi menyampaikan bahwa pihaknya akan menunggu fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan.

Baca Juga :  IMBI Mataram Ultimatum Gubernur NTB: Realisasi Tuntutan atau Aksi Lebih Besar

“Kami menunggu hasil fakta persidangan. Terkait 13 nama yang diduga terlibat, silakan dilaporkan kepada kami dan akan kami tindak lanjuti,” ujarnya.

Kasta NTB dan PASAK Indonesia menyatakan akan terus mengawal proses hukum kasus ini hingga tuntas. Mereka juga berencana menggelar aksi damai dalam waktu dekat sebagai bentuk dukungan moral kepada Kejati NTB, sekaligus mengingatkan para pejabat publik agar tidak menyalahgunakan kepercayaan rakyat.

“Dukungan kami kepada Kejati bersifat mutlak selama berada di jalur kebenaran. Jangan sampai ada pihak yang merasa kebal hukum hanya karena jabatan,” demikian pernyataan penutup dari kedua organisasi tersebut. (JD27)

Follow WhatsApp Channel jejakdata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Tidak Cukup, Negara Wajib Mengaturnya dalam Koridor Rule of Law
Bupati Langkat Terjaring OTT KPK, Langkat Kembali Masuk Pusaran Korupsi Kepala Daerah
Bongkar Sindikat Mataram-Tuban! Polda NTB Diminta Sikat Habis Jaringan DPO Sabu 535 Gram di Bima.
Kasus Sabu 535 Gram di Talabiu, Kapolda NTB Didesak Ambil Alih Penanganan
Anggota DPRD Bima Terseret Kasus Sabu 535 Gram, Polisi Didesak Tak Tebang Pilih
Soroti Dugaan Keterlibatan Kader Gerindra, HMI MPO Mataram Desak Audit Menyeluruh Dapur MBG
Wakili Mori Hanafi di Acara P3-TGAI, Nazaruddin Tekankan Akuntabilitas P3A
NTB Institute Dukung Program Prioritas Prabowo-Gibran, Dorong Evaluasi Total Tata Kelola MBG dan Koperasi Desa
Berita ini 70 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 14:01 WIB

Menetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Tidak Cukup, Negara Wajib Mengaturnya dalam Koridor Rule of Law

Jumat, 3 Juli 2026 - 12:51 WIB

Bupati Langkat Terjaring OTT KPK, Langkat Kembali Masuk Pusaran Korupsi Kepala Daerah

Jumat, 3 Juli 2026 - 10:02 WIB

Bongkar Sindikat Mataram-Tuban! Polda NTB Diminta Sikat Habis Jaringan DPO Sabu 535 Gram di Bima.

Kamis, 2 Juli 2026 - 09:28 WIB

Kasus Sabu 535 Gram di Talabiu, Kapolda NTB Didesak Ambil Alih Penanganan

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:59 WIB

Soroti Dugaan Keterlibatan Kader Gerindra, HMI MPO Mataram Desak Audit Menyeluruh Dapur MBG

Berita Terbaru

Uncategorized

Laporan Dugaan Korupsi ke Kejagung Guncang PLN

Kamis, 2 Jul 2026 - 17:38 WIB