Bima, Jejakdata – Senin, 22 Desember 2025. Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar terjadi di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Petani dan nelayan mengeluhkan sulitnya mendapatkan solar di SPBU Rabakodo, Kecamatan Woha, sejak beberapa hari terakhir.
Seorang petani, Hanafi, mengaku sudah tiga hari berturut-turut mendatangi SPBU Rabakodo untuk membeli solar, namun stok selalu kosong.
“Sudah tiga hari saya bolak-balik ke SPBU Rabakodo, tapi solar selalu kosong,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Ismail, warga Desa Rupe, Kecamatan Langgudu. Ia mengatakan awalnya tidak percaya dengan informasi kelangkaan solar di SPBU tersebut. Namun setelah datang langsung, solar memang tidak tersedia.
“Setelah sampai di SPBU, ternyata solar memang kosong,” kata Ismail, Sabtu (20/12/2025).
Pihak SPBU Rabakodo mengaku kosongnya solar disebabkan belum adanya pasokan dari PT Pertamina. Kondisi ini tidak hanya terjadi di Bima, namun juga dialami sejumlah SPBU di Pulau Sumbawa.
Ketua HMI Badan Koordinasi Bali Nusa Tenggara, Abdul Halik, menyebut kelangkaan solar terjadi akibat lambannya respons PT Pertamina dalam mendistribusikan BBM. Ia mengatakan pihak SPBU telah menyampaikan kebutuhan solar secara resmi, namun pasokan belum juga dikirimkan.
“Pertamina terkesan mengulur waktu tanpa penjelasan yang jelas, padahal kebutuhan solar sangat mendesak bagi petani dan nelayan,” ujarnya.
Atas kondisi tersebut, Halik mendesak Executive General Manager (EGM) dan Direksi PT Pertamina Patra Niaga untuk mengevaluasi dan mencopot Tommy Wisnu Ramdan serta Dani Hutama Aji yang diduga terlibat dalam persoalan distribusi solar di wilayah Pulau Sumbawa.
HMI Badko Bali-Nusra juga berencana menggelar aksi demonstrasi di Kantor Sales Area Manager Pertamina NTB pada Selasa, 23 Desember 2025. Aksi tersebut dilakukan untuk mendesak agar kedua pejabat tersebut mundur dari jabatannya. (JD09)









