Lombok Timur, Jejakdata.com – Program Studi Kehutanan Universitas Mataram (Unram) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan kapasitas mitra konservasi Resort Sembalun, Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). Kegiatan yang berfokus pada pemantauan sampah berbasis teknologi digital ini dilaksanakan pada Kamis, 10 September 2026, bertempat di Basecamp Sekolah Alam Rinjani, Sembalun.
Mengusung tema “Peningkatan Kapasitas Mitra Konservasi Resort Sembalun TNGR melalui Citizen Science dalam Monitoring Sampah Real-Time Berbasis KoboToolbox, Apps Script, dan Looker Studio”, kegiatan ini melibatkan Sekolah Alam Rinjani sebagai mitra strategis yang aktif dalam edukasi dan pelestarian lingkungan di kawasan tersebut.
Rangkaian kegiatan dikemas melalui sosialisasi, pelatihan teknis, hingga praktik lapangan. Para peserta diperkenalkan pada konsep citizen science, yaitu pendekatan partisipatif yang melibatkan masyarakat dan mitra lokal dalam pengumpulan data ilmiah guna mendukung pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.
Melalui pendekatan ini, mitra didorong untuk memantau kondisi sampah secara lebih terstruktur menggunakan platform KoboToolbox, Apps Script, dan Looker Studio.
Salah satu capaian utama dari program ini adalah berhasil dibangunnya sebuah dashboard monitoring sampah. Dashboard tersebut dirancang untuk menampilkan data hasil pemantauan lapangan secara terstruktur dan real-time, sehingga informasi mengenai sebaran serta kondisi sampah dapat digunakan untuk evaluasi dan penentuan prioritas penanganan.
Tim pengabdian Unram menegaskan pentingnya integrasi antara penguatan kapasitas sumber daya manusia di lapangan dengan pemanfaatan teknologi modern.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong agar monitoring sampah tidak hanya dilakukan secara manual, tetapi juga dapat memanfaatkan teknologi digital. Dengan adanya dashboard, data yang dikumpulkan mitra diharapkan bisa lebih mudah dipantau dan dimanfaatkan untuk mendukung pengelolaan kawasan konservasi,” ujar perwakilan Tim Pengabdian Unram.
Dengan adanya inovasi ini, diharapkan pengelolaan sampah dan upaya pelestarian lingkungan di kawasan TNGR, khususnya Resort Sembalun, dapat berjalan lebih efektif, akurat, dan berkelanjutan.(JD09)









