Polisi Jadwalkan Pemeriksaan Saksi Kasus Intimidasi Wartawan di Lombok Tengah

- Jurnalis

Selasa, 21 Oktober 2025 - 21:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Lombok Tengah | Lombok Fokus – Penyidik Satreskrim Polres Lombok Tengah akan memeriksa sejumlah saksi terkait kasus dugaan intimidasi terhadap jurnalis gatrantb.com, Y. Surya Widi Alam. Pemeriksaan dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 22 Oktober 2025, dan akan melibatkan empat orang saksi.

Kasus ini bermula dari laporan Widi, sapaan akrab korban, yang mengaku mendapat perlakuan intimidatif dari beberapa oknum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) saat meliput kegiatan di Kantor Bupati Lombok Tengah.

Menurut pengakuannya, ia digeret ke area basement dan dikelilingi oleh sejumlah orang yang mendesak agar berita tentang pembatalan aksi demonstrasi di PDAM Lombok Tengah dihapus.

“Saya digeret ke basement, dikerumuni, diminta hapus berita, bahkan sempat ditampar,” ujarnya.

Ia menuturkan, tekanan verbal dan fisik yang diterimanya membuatnya trauma.

Baca Juga :  PW SEMMI NTB Apresiasi Ketegasan Kapolda NTB Irjen Pol Edy Murbowo: Pemberantasan Narkoba Wujud Nyata Asta Cita Presiden Prabowo Subianto

“Saya hanya menjalankan tugas sebagai jurnalis. Tapi peristiwa itu sangat mengganggu psikis saya,” ujarnya.

 

Sementara itu, oknum LSM yang disebut dalam laporan tersebut diduga tersinggung karena dianggap sebagai massa tandingan dalam pemberitaan. Mereka berdalih hanya datang ke kantor PDAM “untuk ngopi”.

Kasi Humas Polres Lombok Tengah, Iptu Lalu Brata Kusnadi, membenarkan adanya rencana pemeriksaan saksi-saksi dalam kasus itu.

“Iya, benar. Besok ada undangan kepada saksi-saksi tersebut,” ujarnya singkat.

Ketua PWI Nusa Tenggara Barat, Ahmad Ikliludin, mengecam keras tindakan intimidasi terhadap wartawan. Ia menilai kekerasan terhadap jurnalis merupakan pelanggaran serius terhadap kebebasan pers.

“Tekanan, ancaman, dan kekerasan fisik terhadap wartawan adalah pelanggaran berat yang merusak sendi-sendi demokrasi,” tegas Ikliludin.

Jurnalis senior Radar Lombok itu menegaskan, perbuatan tersebut bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, yang menjamin kebebasan dan perlindungan hukum bagi jurnalis dalam menjalankan tugasnya.

Baca Juga :  PBNU Balik Menyerang, Tanfidziyah Tegaskan Surat Pemecatan Gus Yahya Tidak Sah

“Kekerasan terhadap wartawan adalah kejahatan terhadap publik, karena menghalangi hak masyarakat untuk memperoleh informasi,” ujarnya.

PWI NTB mendesak Polres Lombok Tengah untuk menuntaskan penyelidikan dan menindak tegas para pelaku agar ada efek jera.

“Oknum pelaku harus diproses sesuai hukum. Ini penting untuk memberi rasa aman bagi insan pers,” tegasnya.

 

Ikliludin juga mengimbau para jurnalis di NTB agar tidak gentar menjalankan tugas jurnalistik serta terus berpegang pada Kode Etik Jurnalistik (KEJ).

“Pers harus tetap menjadi pilar keempat demokrasi dengan menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel jejakdata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Permainan Proyek Sumur Bor Rp 40 Miliar di Dompu, BWS NTB Didesak Buka RAB
Rapor Merah 2 Tahun Prabowo-Gibran: 75% Publik Tertekan Kebijakan, Mayoritas Ahli Nilai Kepemimpinan Belum Memadai
Marak Blokade Jalan di Bima-Dompu, GAKADA BIDOM Tekankan Pentingnya Polmas Humanis
Dituding Menipu Jamaah Umroh di Media Sosial, Direktur PT Indah Haromain Anugrah Laporkan Dua Akun Facebook ke Polda NTB
KSBSI NTB Desak Ponpes Imam Safi’i Bima Bayar Pesangon Guru Berdasarkan Putusan MA
Pucuk Pimpinan Polda Bergeser: Dadang ke Metro, Dekananto ke Jatim, Wakapolda Metro Naik ke Kursi Kapolda
Gerbong Besar di Mabes Polri Bergerak, Suyudi Rombak 14 PJU dan Mutasi 88 Pati-Pamen
Direktur Eksekutif Visi Indonesia: Suyudi Ario Seto Harus Jadikan Reformasi Polri sebagai Legacy Kepemimpinannya
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:06 WIB

Dugaan Permainan Proyek Sumur Bor Rp 40 Miliar di Dompu, BWS NTB Didesak Buka RAB

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:23 WIB

Rapor Merah 2 Tahun Prabowo-Gibran: 75% Publik Tertekan Kebijakan, Mayoritas Ahli Nilai Kepemimpinan Belum Memadai

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:37 WIB

Marak Blokade Jalan di Bima-Dompu, GAKADA BIDOM Tekankan Pentingnya Polmas Humanis

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:42 WIB

KSBSI NTB Desak Ponpes Imam Safi’i Bima Bayar Pesangon Guru Berdasarkan Putusan MA

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Pucuk Pimpinan Polda Bergeser: Dadang ke Metro, Dekananto ke Jatim, Wakapolda Metro Naik ke Kursi Kapolda

Berita Terbaru