Mataram, Jejakdata.com – Minggu, 29 Maret 2026. Puluhan jamaah umroh asal Lombok dilaporkan terlantar di Mekkah, Arab Saudi. Dari total 24 jamaah, sebanyak 17 orang hingga kini masih tertahan akibat kendala tiket kepulangan ke Indonesia.
Informasi yang dihimpun menyebutkan para jamaah tersebut harus bertahan secara mandiri di tanah suci setelah mengalami berbagai kesulitan, termasuk sempat diusir dari penginapan. Kondisi ini menimbulkan keprihatinan mendalam dari pihak keluarga di tanah air.
Novi, anak dari salah satu jamaah, mengungkapkan bahwa para jamaah kini harus menanggung biaya hidup dan tiket kepulangan secara mandiri, yang seharusnya menjadi tanggung jawab pihak penyelenggara perjalanan.
“Mereka tidak hanya terlantar, tetapi juga sempat diusir dari penginapan. Sekarang harus membayar tiket pulang sendiri,” ujarnya dengan suara bergetar.
Ia menambahkan, biaya kebutuhan sehari-hari selama di Mekkah ditanggung sendiri oleh jamaah, dengan perkiraan mencapai Rp400 ribu per hari.
Pihak keluarga berharap Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) segera mengambil langkah konkret untuk membantu proses pemulangan jamaah.
“Kami sangat berharap pemerintah bisa membantu memulangkan ibu saya dan jamaah lainnya ke Lombok. Mereka sudah cukup menderita,” kata Novi.
Peristiwa ini juga menjadi sorotan terkait pentingnya pengawasan terhadap penyelenggara perjalanan ibadah umroh. Keluarga jamaah mendesak adanya tindakan tegas serta sanksi terhadap pihak travel yang diduga bertanggung jawab atas penelantaran tersebut.
Berdasarkan informasi yang diterima, perjalanan umroh tersebut diselenggarakan oleh sebuah perusahaan travel berinisial PT EN, dengan oknum pelaksana berinisial HT. (JD27)









