Trump Buang Jejak China Sebelum Pulang, Diplomasi atau Paranoia Politik?

- Jurnalis

Minggu, 17 Mei 2026 - 14:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Seorang staf delegasi Amerika Serikat mengumpulkan dan memilah berbagai suvenir serta barang pemberian dari pejabat China di depan pesawat kepresidenan Air Force One, sebelum bertolak kembali ke Washington. Langkah sistematis ini dilakukan sebagai bagian dari prosedur keamanan siber guna mengantisipasi potensi risiko spionase digital terhadap objek sensitif. (Dok. Istimewa)

Foto: Seorang staf delegasi Amerika Serikat mengumpulkan dan memilah berbagai suvenir serta barang pemberian dari pejabat China di depan pesawat kepresidenan Air Force One, sebelum bertolak kembali ke Washington. Langkah sistematis ini dilakukan sebagai bagian dari prosedur keamanan siber guna mengantisipasi potensi risiko spionase digital terhadap objek sensitif. (Dok. Istimewa)

Beijing, Jejakdata.com – Sebuah pemandangan tak biasa terjadi menjelang kepulangan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dari China. Seluruh barang yang dibagikan pejabat China kepada rombongan delegasi Amerika dilaporkan dikumpulkan lalu dibuang ke tempat sampah tepat sebelum mereka menaiki pesawat kepresidenan Air Force One.

Peristiwa itu memantik perhatian publik internasional karena memperlihatkan betapa tingginya tingkat kehati-hatian atau bahkan kecurigaan dalam hubungan diplomatik antara dua negara adidaya tersebut.

Dilaporkan oleh The Daily Express pada Sabtu, 16 Mei 2026, staf delegasi Amerika secara sistematis mengambil seluruh barang yang sebelumnya diberikan oleh pejabat China kepada rombongan pers maupun delegasi resmi.

Menurut jurnalis New York Post, Emily Goodin, barang-barang yang dibuang itu meliputi kartu identitas, lencana delegasi, hingga telepon genggam sekali pakai yang digunakan staf Gedung Putih selama kunjungan berlangsung.

Baca Juga :  Rusdiansyah Soroti Kasus Pelaporan Ibu Hamil, Desak Evaluasi Kemitraan Program MBG

“Staf Amerika mengambil semua barang yang dibagikan oleh pejabat China seperti kartu identitas, telepon genggam sekali pakai dari staf Gedung Putih, lencana delegasi – mengumpulkannya sebelum kami naik AF1 (Air Force One) dan membuangnya ke tempat sampah di bawah tangga,” tulis Goodin melalui akun media sosial X.

Ia menambahkan, “Tidak ada barang dari China yang diizinkan di pesawat. Kami akan segera berangkat ke Amerika.”

Langkah itu dinilai bukan sekadar prosedur keamanan biasa, melainkan simbol keras dari relasi Washington-Beijing yang masih dibayangi ketidakpercayaan strategis. Dalam diplomasi modern, benda sekecil kartu identitas pun dapat dipandang sebagai potensi risiko keamanan.

Baca Juga :  Bau Anyir Dana Siluman di NTB: Menanti Nyali Jaksa Memanggil Gubernur

Padahal, di sisi lain, kunjungan tersebut juga menampilkan gestur keakraban. Presiden China Xi Jinping secara langsung menerima Trump di kompleks kediaman resminya, Zhongnanhai, untuk pertemuan terakhir sebelum pemimpin Amerika itu kembali ke Washington.

Keduanya bahkan terlihat berjalan santai di halaman yang dipenuhi pepohonan tua dan mawar khas China, sebuah simbol ketenangan yang kontras dengan tindakan membuang seluruh oleh-oleh diplomatik beberapa saat kemudian.

Di balik senyum para pemimpin dunia, politik internasional tetap bekerja dengan logika kewaspadaan. Dalam hubungan AS-China, kepercayaan tampaknya masih lebih mahal daripada sekadar suvenir kenegaraan (JD13)

Follow WhatsApp Channel jejakdata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lamar Kerja di Facebook, Mahasiswi Disekap dan Diperkosa 3 Hari
Rakyat Desa Tidak Hidup dari Dolar, Tapi dari Harga Beras
Gelombang Petisi di Car Free Day Udayana, KEPAK NTB Dorong Hakim Tipikor Panggil Gubernur NTB
Gubernur NTB Disarankan Edukasi Diri Sebelum Edukasi Publik
KEPAK NTB Demo Kejati, Desak Usut Aktor Kunci Kasus Gratifikasi DPRD
Bau Anyir Dana Siluman di NTB: Menanti Nyali Jaksa Memanggil Gubernur
Sebar Nomor Telepon Gubernur NTB, Yuni Bourhany Beri Klarifikasi
Aksi HMI-MPO: Gubernur NTB Dinilai Gagal Prioritaskan Kebutuhan Rakyat
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 15:02 WIB

Lamar Kerja di Facebook, Mahasiswi Disekap dan Diperkosa 3 Hari

Minggu, 17 Mei 2026 - 14:37 WIB

Trump Buang Jejak China Sebelum Pulang, Diplomasi atau Paranoia Politik?

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:54 WIB

Rakyat Desa Tidak Hidup dari Dolar, Tapi dari Harga Beras

Minggu, 26 April 2026 - 11:49 WIB

Gelombang Petisi di Car Free Day Udayana, KEPAK NTB Dorong Hakim Tipikor Panggil Gubernur NTB

Kamis, 23 April 2026 - 11:55 WIB

Gubernur NTB Disarankan Edukasi Diri Sebelum Edukasi Publik

Berita Terbaru

Foto: Suasana pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) perdana di kawasan Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta, tepat di depan Stasiun LRT Jabodebek Rasuna Said. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk menghentikan sementara kegiatan ini mulai Minggu (17/5/2026) guna melakukan evaluasi teknis dan penataan fasilitas publik.

Nasional

CFD Rasuna Said Dihentikan Sementara, Ada Apa?

Minggu, 17 Mei 2026 - 14:51 WIB

Foto: Direktur Eksekutif Visi Indonesia, Rusdiansyah, SH., MH.

Berita

Rakyat Desa Tidak Hidup dari Dolar, Tapi dari Harga Beras

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:54 WIB