Cerita di Balik MotoGP Mandalika 2025

- Jurnalis

Jumat, 10 Oktober 2025 - 13:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LombokFokus|Mandalika – Gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 atau MotoGP Mandalika 2025, di Pertamina Mandalika International Circuit tak hanya seru di lintasan. Di balik itu, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) menjalankan program ramah lingkungan lewat “Integrated Food Surplus Program”.

Program ini bagian dari komitmen ITDC menerapkan ekonomi sirkuler, dengan mengelola sisa makanan agar tidak terbuang sia-sia. Caranya? Makanan berlebih dari area VIP, panitia, dan tim balap dikumpulkan, dikemas ulang secara higienis, lalu dibagikan ke warga dan anak-anak pengajian di sekitar The Mandalika. Hasilnya, ada 1.000 kotak makanan yang disalurkan setiap harinya selama ajang berlangsung.

Baca Juga :  MotoGP Mandalika 2025 jadi Sport Tourism Indonesia Bikin NTB Makin Mendunia

Sisa makanan yang tak lagi layak makan juga dimanfaatkan. Bersama komunitas lokal Look Up Agro, ITDC berhasil mengumpulkan 4,71 ton sampah makanan, untuk diolah jadi pakan ternak (maggot) dan kompos organik.
Kompos itu nantinya digunakan untuk program pertanian berkelanjutan, bagi petani binaan ITDC di sekitar Mandalika.

Dengan cara itu, ITDC berupaya menekan jejak karbon dari sisa makanan, dan menerapkan prinsip carbon neutral. Untuk memastikan hasilnya valid, ITDC bekerja sama dengan Control Union Indonesia, lembaga independen yang mengaudit dan menghitung emisi karbon dari kegiatan ini.

Baca Juga :  BGN RI Perketat Standarisasi SPPG: Pastikan Makan Bergizi Gratis Aman dan Berkualitas

“Melalui program ini, kami ingin memastikan sisa makanan tak terbuang percuma dan justru memberi manfaat bagi masyarakat serta lingkungan,” ujar Rannie Kamil, Destination Research & ESG Division Head ITDC, Jumat (10/10/2025).

MotoGP Mandalika 2025 pun bukan hanya ajang adu cepat, tapi juga contoh nyata bagaimana event internasional dapat berjalan ramah lingkungan dan memberi manfaat sosial bagi warga lokal.(djr)

Follow WhatsApp Channel jejakdata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BADKO HMI Bali Nusra Minta Pemerintah Tinjau Ulang Perpanjangan Izin Ekspor AMNT
Jamaah Umroh Asal Lombok Terlantar di Mekkah, Keluarga Harap Pemerintah NTB Bertindak
Kisruh Program Makan Bergizi Memanas, YGMD Bongkar Dugaan Maladministrasi di BGN
PBNU Balik Menyerang, Tanfidziyah Tegaskan Surat Pemecatan Gus Yahya Tidak Sah
PBNU Bergejolak, Syuriyah Resmi Pecat Gus Yahya
Kombes Lalu Iwan Marhardan Jadi Salah Satu Lulusan Terbaik PKN Tingkat I 2025
Tokoh Pesantren Lombok Tengah TGH. Lalu Mala Sar’i: “Jangan Salah Maknai Tradisi Santri dan Kiai
BGN RI Perketat Standarisasi SPPG: Pastikan Makan Bergizi Gratis Aman dan Berkualitas
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 9 April 2026 - 17:00 WIB

BADKO HMI Bali Nusra Minta Pemerintah Tinjau Ulang Perpanjangan Izin Ekspor AMNT

Minggu, 29 Maret 2026 - 17:13 WIB

Jamaah Umroh Asal Lombok Terlantar di Mekkah, Keluarga Harap Pemerintah NTB Bertindak

Senin, 2 Maret 2026 - 17:12 WIB

Kisruh Program Makan Bergizi Memanas, YGMD Bongkar Dugaan Maladministrasi di BGN

Rabu, 26 November 2025 - 21:06 WIB

PBNU Balik Menyerang, Tanfidziyah Tegaskan Surat Pemecatan Gus Yahya Tidak Sah

Rabu, 26 November 2025 - 19:22 WIB

PBNU Bergejolak, Syuriyah Resmi Pecat Gus Yahya

Berita Terbaru