Jejakdata, Mataram- 1 Desember 2025. Usai diperiksa sembilan jam, mulai dari pukul 8:00 sampai jam 16:00 Wita, oleh penyidik Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat (Kejati NTB). Ketiga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Nusa Tenggara Barat (DPRD NTB), Indra Jaya Usman(Iju), Muhammad Nasib Ikroman (Acip) dan Hamdan Kasim (HK), mereka bertiga ditetapkan tersangka dalam kasus gratifikasi dana siluman DPRD NTB.
Pantauan Jejakdata.Com di lokasi, pukul 16:00 ketiga tersangka keluar bersama secara beriringan diruangan penyidik Kejati NTB, didampingi oleh penasehat hukumnya masing-masing, ketiganya memakai rompi tahanan dengan tangan di borgol.
Ketiga tersangka tidak memberikan komentar apapun ketika sejumlah awak media melontarkan beberapa pertanyaan, mereka memilih diam sambil tersenyum, jalan kebawah menuju tempat parkiran langsung naik mobil tahanan.
Sebagai informasi, Iju dan Acip ditetapkan tersangka oleh Kejati NTB melalui Bidang Tindak Pidan Khusus, Kamis 20 November 2025, sementara Hamdan Kasim ditetapkan sebagai tersangka, Senin 24 November 2025.
Asisten Pidana Khusus Kejati NTB Bapak Muh. Zulkifli Said, S.H., M.H. dalam konferensi pers , membenarkan penahanan ketiga tersangka. Ia menjelaskan bahwa status ketiga anggota DPRD NTB tersebut dinaikkan dari saksi menjadi tersangka, lalu langsung ditahan selama 20 hari ke depan di lapas Kelas IIA Lombok Barat.
Kasus dana siluman ini bermula dari temuan penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat mengenai dugaan penyimpangan dalam pengelolaan pokir anggota DPRD. Proses penyelidikan menemukan adanya praktik yang mengarah pada penerimaan dana tidak sah, sebelum akhirnya naik ke tahap penyidikan.
Penyidik juga telah menerima pengembalian uang oleh beberapa anggota DPRD NTB senilai lebih dari Rp 2 miliar, sekarang dijadikan alat bukti.
Mereka bertiga masing-masing disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf b Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Dengan tiga tersangka yang resmi ditahan saat ini, publik bertanya apakah Kejati NTB masih membuka peluang penetapan tersangka lanjutan?. Mengingat temuan uang yang dikembalikan mencapai miliaran rupiah dan melibatkan banyak pihak.
Perkara ini berpotensi berkembang, Jejakdata.com akan terus menelusuri jejak aliran dana, kronologi pembahasan anggaran, serta daftar nama anggota dewan yang telah mengembalikan uang dalam perkara yang disebut publik sebagai kasus dana siluman DPRD NTB terbesar dalam satu dekade terakhir.(JD09)









