Gempuran Skandal Dana Siluman DPRD NTB Makin Liar, Bram Mengaku Keluarganya Mulai Diincar

- Jurnalis

Selasa, 2 Desember 2025 - 14:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Abdul Rahim Anggota DPRD NTB Ketika Memberikan Keterangan Sebagai Saksi Di Kejati NTB (02/12/2025)

Foto: Abdul Rahim Anggota DPRD NTB Ketika Memberikan Keterangan Sebagai Saksi Di Kejati NTB (02/12/2025)

Jejakdata.com_Mataram 2 Desember 2025_ Kasus Dugaan dana pokir “Siluman” DPRD NTB kini semakin menarik dan menegangkan.

Beberapa pimpinan DPRD NTB Turun dari dari ruang pemeriksaan yaitu H. Lalu Wirajaya (Wakil ketua I Fraksi Gerindra), H. Muzihir (Wakil Ketua III Fraksi PPP). Ada juga terlihat anggota DPRD lainnya yaitu Siti Ari (Sekretaris Komisi V Fraksi PPP), (Nadirah Al Habsyi (Partai PBB)  sekitar pukul 12:00 WITA

Kedatangan mereka ke Kejati NTB untuk memenuhi panggilan dan di mintai keterangan tambahan kepada penetapan Tiga tersangka sebelumnya.

Tidak selang lama, dua anggota DPRD lainnya juga ikut turun dari ruang Penyidikan yaitu Abdul Rahim atau dikenal dengan panggilan Bram dari partai PDIP dan Dr. TGH Solah Sukamawadi dari partai Perindo.

Baca Juga :  Wakil Ketua I DPRD NTB Wirajaya Penuhi Panggilan Kejati, Ada Apa di Balik Gerak Cepat Penyidik?

“hanya memberikan keterangan tambahan sebagai saksi dan terkait isi materi pertanyaan tidak jauh beda dengan pertanyaan-pertanyaan awal pertama pemanggilan” ucap Abdul Rahim

Abdul rahim juga menyampaikan ke awak media bahwa ” kasus ini cukup menyita perhatian Publik namun beberapa Framing yang mengarah kepada pribadi dan keluarga saya, saya tidak menerima dan saya akan melaporkan oknum-oknum tersebut, cepat atau lambat”

Baca Juga :  Dana Gadai Emas Rp1,9 Miliar Menguap, Agen Pegadaian di Bima Jadi Korban

Mengenai surat pemanggilan yang ditandatangani oleh Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati NTB, Muh. Zulkifli Said, S.H., M.H., menegaskan bahwa seluruh anggota dewan yang dipanggil diminta memberikan keterangan sebagai saksi guna memperkuat bukti perkara.

Sumber internal Kejati menyebut bahwa pemanggilan massal ini mengindikasikan kasus yang sedang didalami melibatkan alur gratifikasi yang diduga menyentuh banyak pihak.

Jejakdata.com akan terus memantau perkembangan pemeriksaan serta kemungkinan adanya penetapan tersangka baru dari kalangan anggota Dewan dan Eksekutif maupun pihak Eksternal (JD27)

Follow WhatsApp Channel jejakdata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kebijakan Dinilai Hanya ‘Kosmetik’, HMI Mataram Tuntut Gubernur NTB Seriusi Kemiskinan Ekstrem
Aroma Kongkalikong Tender Proyek Sekolah Rp 250 Miliar di NTB, KPK Diminta Turun Tangan
CV Kecubung Diduga Beroperasi Tanpa Izin di Sape, FPP-NTB Desak Penindakan
PWPM NTB Ajak Pemuda NTB Sampaikan Statement Positif di Medsos
Korban Alami Cacat Permanen, Garda Satu Soroti Lambannya Respons Satgas MBG
Lamar Kerja di Facebook, Mahasiswi Disekap dan Diperkosa 3 Hari
Trump Buang Jejak China Sebelum Pulang, Diplomasi atau Paranoia Politik?
Rakyat Desa Tidak Hidup dari Dolar, Tapi dari Harga Beras
Berita ini 219 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 20:10 WIB

Kebijakan Dinilai Hanya ‘Kosmetik’, HMI Mataram Tuntut Gubernur NTB Seriusi Kemiskinan Ekstrem

Minggu, 24 Mei 2026 - 19:50 WIB

Aroma Kongkalikong Tender Proyek Sekolah Rp 250 Miliar di NTB, KPK Diminta Turun Tangan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 12:45 WIB

CV Kecubung Diduga Beroperasi Tanpa Izin di Sape, FPP-NTB Desak Penindakan

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:15 WIB

PWPM NTB Ajak Pemuda NTB Sampaikan Statement Positif di Medsos

Selasa, 19 Mei 2026 - 22:43 WIB

Korban Alami Cacat Permanen, Garda Satu Soroti Lambannya Respons Satgas MBG

Berita Terbaru