Mataram, Jejakdata.com – Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) XIII Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Nusa Tenggara Barat (NTB) yang digelar di Hotel Lombok Raya Mataram, Minggu, 30 Agustus 2026, berakhir buntu. Forum tertinggi organisasi olahraga tingkat daerah tersebut gagal menetapkan Ketua Umum baru periode mendatang.
Kebuntuan terjadi setelah Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) melaporkan bahwa tidak ada satu pun figur bakal calon yang lolos verifikasi administrasi dan kriteria organisasi. Dua nama besar yang sebelumnya sempat mendaftar sebagai bakal calon Ketua Umum, yakni Mori Hanafi dan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) oleh TPP.
Akibat kegagalan penetapan pimpinan definitif ini, mekanisme organisasi bermuara pada pengambilalihan sementara oleh KONI Pusat melalui penunjukan pejabat caretaker.
Langkah penunjukan caretaker dinilai sebagai opsi realistis guna mengamankan kepastian hukum dan roda organisasi. Keberadaan pejabat sementara ini mendesak agar agenda strategis daerah terutama persiapan NTB sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028 bersama Nusa Tenggara Timur tidak terhambat kekosongan kepemimpinan.
Dinamika persidangan Musorprov XIII sejatinya berlangsung intensif. Namun, jalan buntu tak terhindarkan saat TPP menyampaikan hasil evaluasi pendaftaran. Berkas Mori Hanafi dan Gubernur Lalu Muhamad Iqbal dinyatakan tidak memenuhi ketentuan minimal dukungan yang dipersyaratkan, baik dari KONI Kabupaten/Kota maupun Pengurus Provinsi (Pengprov) cabang olahraga.
Sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KONI, ketika Musorprov tidak menghasilkan keputusan penetapan ketua umum karena tak ada calon yang memenuhi syarat, kepemimpinan otomatis diambil alih oleh KONI Pusat.
KONI Pusat dijadwalkan segera menerbitkan Surat Keputusan (SK) penunjukan caretaker. Pejabat sementara tersebut akan memikul dua agenda utama:
-
Memastikan program pembinaan prestasi atlet serta persiapan infrastruktur PON 2028 tetap berjalan sesuai jadwal.
-
Mempersiapkan konsolidasi ulang dan membentuk TPP baru untuk menggelar Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa (Musorprovlub) demi memilih ketua umum definitif.
Sejumlah pengurus cabang olahraga di NTB berharap KONI Pusat bergerak cepat menetapkan caretaker agar masa transisi organisasi tidak mengganggu konsentrasi para atlet yang sedang menjalani pemusatan latihan. (JD09)









