Bentrokan Saat PBAK UIN Mataram: 7 Mahasiswa Luka, 2 Orang Terkena Senjata Tajam

- Jurnalis

Senin, 24 Agustus 2026 - 22:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ahmad Farurozy, Sekretaris Bidang Hikmah PC IMM Kota Mataram. (JD88)

Foto: Ahmad Farurozy, Sekretaris Bidang Hikmah PC IMM Kota Mataram. (JD88)

Mataram, Jejakdata.com – Senin, 24 Agustus 2026. Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kota Mataram mengecam keras dugaan aksi kekerasan dan pengeroyokan yang terjadi di lingkungan Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram. Insiden berdarah yang menelan tujuh korban luka tersebut berlangsung di tengah kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) pada Kamis, 20 Agustus 2026.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kericuhan dipicu oleh ulah salah satu oknum mahasiswa yang diduga memprovokasi korban dengan kata-kata kasar. Provokasi tersebut memicu amarah hingga bentrok fisik tak terhindarkan.

Dimas, salah seorang mahasiswa UIN Mataram yang berada di lokasi kejadian, menuturkan bahwa bentrokan tersebut mengakibatkan tujuh orang mahasiswa mengalami luka-luka. Dua di antaranya terkena sabetan senjata tajam, sementara lima lainnya menjadi korban pengeroyokan.

“Korban 7 orang, terdiri dari 2 orang terkena benda tajam dan 5 orang lainnya luka-luka karena pengeroyokan,” ujar Dimas.

Menanggapi peristiwa tersebut, Sekretaris Bidang Hikmah PC IMM Kota Mataram, Ahmad Farurozy, menyayangkan terjadinya aksi kekerasan di institusi pendidikan tinggi. Menurutnya, tindakan un-intelektual semacam itu sangat mencoreng nama baik UIN Mataram yang selama ini dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi Islam terkemuka di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Baca Juga :  Korban Kekerasan Seksual Hidup dalam Ketakutan, Tersangka Tak Ditahan: Ada Apa di Polres Dompu?

“Sangat disayangkan aksi tidak intelektual ini terjadi di ranah pendidikan, tempat yang seharusnya menjadi ruang belajar, mendidik, dan berkreasi bagi mahasiswa,” tegas Ahmad Farurozy saat memberikan keterangan resmi.

Ahmad pun mendesak pihak rektorat untuk segera menindak tegas para pelaku dan tidak membiarkan tindak premanisme tumbuh subur di dalam lingkungan kampus. Ia menyoroti sistem keamanan kampus yang dinilai lemah hingga senjata tajam bisa masuk dalam area kegiatan PBAK.

“Kami mendesak Rektor UIN Mataram untuk segera mengambil langkah bijaksana dan memberikan sanksi administratif tegas terhadap terduga pelaku pemukulan. Selain itu, keamanan kampus harus dievaluasi total agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” tambahnya.

Baca Juga :  Menolak Jatah Rp600 Juta, Ketua Fraksi PAN Laporkan Ketua DPRD Bima ke Kejati, Sinyal Pembagian Pokir Tak Merata?

Pasca-insiden kekerasan pada Kamis sore, ketujuh korban didampingi sejumlah saksi resmi melaporkan dugaan penganiayaan dan pengeroyokan tersebut ke Kepolisian Resor Kota (Polresta) Mataram. Langkah hukum ini diambil guna mencegah eskalasi konflik horizontal antar-kelompok mahasiswa di kemudian hari.

Ahmad Farurozy meminta Kapolresta Mataram beserta jajaran penyidik untuk responsif dan profesional dalam mengusut tuntas perkara pidana ini demi memberikan keadilan dan pemulihan bagi para korban.

“Kami meminta Kapolresta Mataram untuk menindaklanjuti laporan tersebut dan melakukan penyelidikan secara profesional untuk memberikan keadilan serta pemulihan bagi korban,” ujar Ahmad.

IMM Kota Mataram juga melontarkan peringatan keras apabila penanganan kasus ini berjalan lambat. “Apabila kasus ini tidak diusut tuntas dan tidak memberikan keadilan oleh Polresta Mataram, kami pastikan PC IMM Kota Mataram akan mengambil langkah tegas dalam menangani masalah ini,” pungkasnya. (JD88)

Follow WhatsApp Channel jejakdata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kebakaran Desa Sade Lombok Tengah, Wagub NTB Turun Lokasi dan Salurkan Bantuan
Kondisi Terkini Dusun Sade Lombok Usai Kebakaran: Rata dengan Tanah, Ratusan Warga Mengungsi
Pasca Kebakaran Rumah Adat Sade, Raffi Ahmad dan The Dudas-1 Gelontorkan Bantuan Rp1 Miliar
Kebakaran Besar Melanda Kampung Adat Sade di Lombok Tengah
Diduga Hina Maulid Adat Bayan di FB, Akun “Nye Ot” Dilaporkan ke Polda NTB
Polemik Revitalisasi PAUD Rp1,4 Miliar di Dompu, Lokasi Bangunan Dipersoalkan
Hitam Melawan Mendesak Polres Bima Tuntaskan Kasus Tabrak Lari Ibunda Nurita
KPK-PD Desak APH Usut Proyek Revitalisasi Sekolah dan Pengadaan Mobil Bor Rp5,3 Miliar di Bima
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 22:08 WIB

Bentrokan Saat PBAK UIN Mataram: 7 Mahasiswa Luka, 2 Orang Terkena Senjata Tajam

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:46 WIB

Kebakaran Desa Sade Lombok Tengah, Wagub NTB Turun Lokasi dan Salurkan Bantuan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Kondisi Terkini Dusun Sade Lombok Usai Kebakaran: Rata dengan Tanah, Ratusan Warga Mengungsi

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:16 WIB

Pasca Kebakaran Rumah Adat Sade, Raffi Ahmad dan The Dudas-1 Gelontorkan Bantuan Rp1 Miliar

Minggu, 23 Agustus 2026 - 00:17 WIB

Kebakaran Besar Melanda Kampung Adat Sade di Lombok Tengah

Berita Terbaru

Screenshot

Berita

Kebakaran Besar Melanda Kampung Adat Sade di Lombok Tengah

Minggu, 23 Agu 2026 - 00:17 WIB