Jejakdata.com | Lombok Tengah, 22 Agustus 2026 — Kebakaran besar melanda Kampung Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Sabtu malam, menghanguskan sejumlah rumah adat dan memaksa warga menyelamatkan diri.
Kobaran api dilaporkan mulai membesar sekitar pukul 22.00 WITA dan dengan cepat merambat di kawasan permukiman tradisional yang menjadi salah satu tujuan wisata budaya utama di Lombok Tengah.
Petugas pemadam kebakaran bersama TNI, Polri dan warga dikerahkan untuk memadamkan api serta mencegah kobaran merambat ke bangunan lainnya. Hingga sekitar pukul 22.48 WITA, api masih terlihat di sejumlah titik, menurut laporan media lokal.
Kondisi bangunan di Kampung Adat Sade membuat api cepat menjalar. Rumah-rumah tradisional di kawasan tersebut menggunakan material yang mudah terbakar, antara lain atap alang-alang, kayu dan anyaman bambu.
Laporan sementara dari sejumlah media menyebut sedikitnya 150 kepala keluarga terdampak. Namun, jumlah pasti rumah atau bangunan yang terbakar masih dalam pendataan dan laporan mengenai skala kerusakan belum sepenuhnya terverifikasi.
Kepala Desa Rembitan, Lalu Winaksa, mengatakan pemerintah desa bersama pihak terkait masih melakukan evakuasi warga dan belum dapat memberikan keterangan mengenai jumlah pasti rumah yang terbakar maupun penyebab kebakaran.
Tidak ada laporan korban jiwa dalam laporan awal yang diterbitkan RRI. Namun, proses penanganan dan pendataan masih berlangsung.
Penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti. Sejumlah dugaan yang beredar di lapangan, termasuk korsleting listrik atau puntung rokok, masih memerlukan pemeriksaan dan konfirmasi dari pihak berwenang.
Desa Adat Sade dikenal sebagai salah satu kawasan permukiman tradisional Suku Sasak yang mempertahankan arsitektur dan tata kehidupan masyarakat adat. Kawasan ini juga menjadi salah satu ikon pariwisata budaya Nusa Tenggara Barat dan berada tidak jauh dari kawasan wisata Mandalika.
Hingga berita ini ditulis, petugas masih melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi. Aparat berwenang juga masih melakukan pendataan terhadap bangunan yang terdampak serta penyelidikan untuk menentukan penyebab kebakaran. (JD09)









