Prodi PPKn Universitas Mataram Dorong SDGs melalui Program “PPKn Naik Kelas”

- Jurnalis

Rabu, 23 September 2026 - 13:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Narasumber menyampaikan materi dalam program

Foto: Narasumber menyampaikan materi dalam program "PPKn Naik Kelas" bagi guru PPKn bersama mahasiswa Prodi PPKn FKIP Universitas Mataram.(Dok. Tim Pkm)

Mataram, Jejakdata.com – Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Jurusan PIPS FKIP Universitas Mataram memperkuat kontribusinya terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui program “PPKn Naik Kelas: Pelatihan dan Pendampingan Pembelajaran HOTS Terintegrasi Pembelajaran Mendalam dan Diferensiasi”. Kegiatan ini melibatkan guru-guru PPKn sekolah menengah di Kota Mataram bersama mahasiswa PPKn Universitas Mataram, dilaksanakan di Gedung LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat). Minggu, 20 Agustus 2026.

Program ini diketuai oleh Edy Herianto bersama M. Ismail, Lalu Sumardi, Jumrawati, dan Lianda Dewi Sartika. Edy Herianto menekankan bahwa penguatan kompetensi guru harus berujung pada perubahan praktik pembelajaran. Menurutnya, PPKn perlu bergerak dari pola hafalan menuju pembelajaran yang melatih analisis, evaluasi, kreasi solusi, argumentasi berbasis bukti, serta refleksi nilai-nilai Pancasila.

Dari Pelatihan ke Perangkat Pembelajaran

Materi pelatihan memadukan Higher Order Thinking Skills (HOTS), Pembelajaran Mendalam, dan Pembelajaran Berdiferensiasi. Guru diarahkan untuk merancang pembelajaran yang mindful, meaningful, dan joyful, sekaligus responsif terhadap kesiapan, minat, dan profil belajar siswa. Peserta juga mempraktikkan enam fase HOTS-PMD, mulai dari Mindful Orientation hingga Joyful Evaluation & Value Reflection.

Rangkaian program disusun secara sistematis meliputi sosialisasi, pemetaan kebutuhan, pre-test, pelatihan inti, workshop penyusunan perangkat dan asesmen, post-test, tugas pascapelatihan, serta pendampingan dan refleksi.

Baca Juga :  Kabar Gembira untuk Jamaah NTB, Kuota Haji Naik Jadi 4.000 Orang Tahun 2026

Hasil evaluasi terhadap 21 peserta dengan data lengkap menunjukkan peningkatan rata-rata skor dari 12,48 menjadi 13,24 dari skor maksimum 15 (atau naik dari 83,17% menjadi 88,25%). Sebanyak 12 peserta mengalami peningkatan, 6 memperoleh skor tetap, dan 3 mengalami penurunan. Selain itu, 13 RPP/Modul Ajar yang tersedia untuk dianalisis menunjukkan kemampuan peserta menerjemahkan HOTS-PMD, diferensiasi, refleksi, dan asesmen ke dalam desain pembelajaran yang lebih operasional.

Foto: Peserta mengikuti sesi pelatihan dan pendampingan secara aktif. Kegiatan memadukan paparan, diskusi, studi kasus, praktik penyusunan perangkat, asesmen, dan refleksi.(Dok. Tim PkM)
Foto: Peserta mengikuti sesi pelatihan dan pendampingan secara aktif. Kegiatan memadukan paparan, diskusi, studi kasus, praktik penyusunan perangkat, asesmen, dan refleksi.(Dok. Tim PkM)

Guru dan Mahasiswa Belajar Bersama

Yusriwanti Terta Astuti, S.Pd., guru SMPN 11 Mataram, menjadi salah satu peserta yang menerjemahkan materi pelatihan ke dalam modul tentang konflik akibat keberagaman dan upaya penyelesaiannya. Rancangannya memuat tujuan pada level analisis, evaluasi, dan kreasi, enam fase HOTS-PMD, scaffolding, pilihan produk, presentasi demokratis, dan refleksi. Ia menilai pola pelatihan yang langsung terhubung dengan perangkat pembelajaran membantu guru melihat PPKn secara lebih aplikatif dan kontekstual.

Keterlibatan mahasiswa juga memperkuat dimensi pembelajaran dalam kegiatan pengabdian ini. Susanti dan Yusni, mahasiswa PPKn Universitas Mataram, memandang kegiatan ini sebagai pengalaman autentik yang mempertemukan teori di kampus dengan kebutuhan nyata di sekolah. Mereka memperoleh gambaran tentang pentingnya kolaborasi, inovasi, dan refleksi dalam profesi guru.

Baca Juga :  Sudah Sesuai Aturan Hukum, Unram Luruskan Informasi Simpang Siur Terkait Pemilihan Senat

Tindak Lanjut dan Dampak SDGs

Tindak lanjut program dilakukan melalui siklus coba di kelas, pengumpulan bukti belajar siswa, refleksi guru, peer review, dan revisi desain. Komunitas praktik guru PPKn juga didorong sebagai ruang berbagi perangkat dan pengalaman. Evaluasi lanjutan akan melihat kualitas perangkat, kelayakan instrumen asesmen HOTS, implementasi di kelas, aktivitas komunitas praktik, serta perubahan pada proses dan kualitas penalaran siswa.

Target formal program mencakup sekurang-kurangnya 75 persen guru sasaran mampu menyusun perangkat pembelajaran secara mandiri dan terkumpul sedikitnya 10 instrumen asesmen HOTS yang layak digunakan.

Dalam kerangka SDGs, program ini:

  • SDG 4 (Pendidikan Berkualitas): Mendukung langsung peningkatan kualitas pembelajaran dan kompetensi pendidik.

  • SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan): Melalui pembelajaran yang responsif terhadap keragaman siswa.

  • SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh): Melalui penguatan nalar kritis, nilai Pancasila, toleransi, dan budaya demokratis.

Melalui “PPKn Naik Kelas”, Prodi PPKn FKIP Universitas Mataram menempatkan pengabdian kepada masyarakat sebagai jembatan antara kampus dan sekolah: memperkuat guru, memberi pengalaman nyata kepada mahasiswa calon pendidik, dan mendorong pembelajaran PPKn yang lebih bermutu serta berdampak.(JD09)

Follow WhatsApp Channel jejakdata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dukung Konservasi TNGR, Unram Latih Mitra Resort Sembalun Monitoring Sampah Berbasis Digital
Perkuat Daya Saing Global, UMMAT Sambut Mahasiswa Asing dan Bidik Akreditasi Unggul
Kurangi Kebiasaan Bakar Sampah, TIM Pengabdian Unram Dampingi Warga Sengkongo Kelola Sampah dengan Maggot
Dorong Siswa Peduli Lingkungan, Unram Gelar Edukasi Ekologi Digital di SMKN 2 Gerung
Tuntut Transparansi Rektorat, IMM UMMAT Soroti Status Dosen hingga Potongan Dana PKKMB
Fathul Gani: SPPG Abaikan Waktu Distribusi, Dugaan Keracunan MBG Mencuat di Lombok Tengah
SMP 4 Palibelo & SMP 6 Satap Monta Diseret, KPK-PD Tuntut Polda NTB Usut Tuntas Dana Revitalisasi
Jejak Rp1,1 Miliar Revitalisasi PAUD KB AMBI Dompu Resmi Dilaporkan ke Kejaksaan, Lokasi Bangunan dan Izin Operasional Tak Sebangun
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 17:18 WIB

Dukung Konservasi TNGR, Unram Latih Mitra Resort Sembalun Monitoring Sampah Berbasis Digital

Rabu, 23 September 2026 - 13:18 WIB

Prodi PPKn Universitas Mataram Dorong SDGs melalui Program “PPKn Naik Kelas”

Senin, 21 September 2026 - 14:43 WIB

Perkuat Daya Saing Global, UMMAT Sambut Mahasiswa Asing dan Bidik Akreditasi Unggul

Minggu, 20 September 2026 - 15:17 WIB

Kurangi Kebiasaan Bakar Sampah, TIM Pengabdian Unram Dampingi Warga Sengkongo Kelola Sampah dengan Maggot

Minggu, 20 September 2026 - 12:32 WIB

Dorong Siswa Peduli Lingkungan, Unram Gelar Edukasi Ekologi Digital di SMKN 2 Gerung

Berita Terbaru