Mataram, Jejakdata.com – Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Jurusan PIPS FKIP Universitas Mataram memperkuat kontribusinya terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui program “PPKn Naik Kelas: Pelatihan dan Pendampingan Pembelajaran HOTS Terintegrasi Pembelajaran Mendalam dan Diferensiasi”. Kegiatan ini melibatkan guru-guru PPKn sekolah menengah di Kota Mataram bersama mahasiswa PPKn Universitas Mataram, dilaksanakan di Gedung LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat). Minggu, 20 Agustus 2026.
Program ini diketuai oleh Edy Herianto bersama M. Ismail, Lalu Sumardi, Jumrawati, dan Lianda Dewi Sartika. Edy Herianto menekankan bahwa penguatan kompetensi guru harus berujung pada perubahan praktik pembelajaran. Menurutnya, PPKn perlu bergerak dari pola hafalan menuju pembelajaran yang melatih analisis, evaluasi, kreasi solusi, argumentasi berbasis bukti, serta refleksi nilai-nilai Pancasila.
Dari Pelatihan ke Perangkat Pembelajaran
Materi pelatihan memadukan Higher Order Thinking Skills (HOTS), Pembelajaran Mendalam, dan Pembelajaran Berdiferensiasi. Guru diarahkan untuk merancang pembelajaran yang mindful, meaningful, dan joyful, sekaligus responsif terhadap kesiapan, minat, dan profil belajar siswa. Peserta juga mempraktikkan enam fase HOTS-PMD, mulai dari Mindful Orientation hingga Joyful Evaluation & Value Reflection.
Rangkaian program disusun secara sistematis meliputi sosialisasi, pemetaan kebutuhan, pre-test, pelatihan inti, workshop penyusunan perangkat dan asesmen, post-test, tugas pascapelatihan, serta pendampingan dan refleksi.
Hasil evaluasi terhadap 21 peserta dengan data lengkap menunjukkan peningkatan rata-rata skor dari 12,48 menjadi 13,24 dari skor maksimum 15 (atau naik dari 83,17% menjadi 88,25%). Sebanyak 12 peserta mengalami peningkatan, 6 memperoleh skor tetap, dan 3 mengalami penurunan. Selain itu, 13 RPP/Modul Ajar yang tersedia untuk dianalisis menunjukkan kemampuan peserta menerjemahkan HOTS-PMD, diferensiasi, refleksi, dan asesmen ke dalam desain pembelajaran yang lebih operasional.

Guru dan Mahasiswa Belajar Bersama
Yusriwanti Terta Astuti, S.Pd., guru SMPN 11 Mataram, menjadi salah satu peserta yang menerjemahkan materi pelatihan ke dalam modul tentang konflik akibat keberagaman dan upaya penyelesaiannya. Rancangannya memuat tujuan pada level analisis, evaluasi, dan kreasi, enam fase HOTS-PMD, scaffolding, pilihan produk, presentasi demokratis, dan refleksi. Ia menilai pola pelatihan yang langsung terhubung dengan perangkat pembelajaran membantu guru melihat PPKn secara lebih aplikatif dan kontekstual.
Keterlibatan mahasiswa juga memperkuat dimensi pembelajaran dalam kegiatan pengabdian ini. Susanti dan Yusni, mahasiswa PPKn Universitas Mataram, memandang kegiatan ini sebagai pengalaman autentik yang mempertemukan teori di kampus dengan kebutuhan nyata di sekolah. Mereka memperoleh gambaran tentang pentingnya kolaborasi, inovasi, dan refleksi dalam profesi guru.
Tindak Lanjut dan Dampak SDGs
Tindak lanjut program dilakukan melalui siklus coba di kelas, pengumpulan bukti belajar siswa, refleksi guru, peer review, dan revisi desain. Komunitas praktik guru PPKn juga didorong sebagai ruang berbagi perangkat dan pengalaman. Evaluasi lanjutan akan melihat kualitas perangkat, kelayakan instrumen asesmen HOTS, implementasi di kelas, aktivitas komunitas praktik, serta perubahan pada proses dan kualitas penalaran siswa.
Target formal program mencakup sekurang-kurangnya 75 persen guru sasaran mampu menyusun perangkat pembelajaran secara mandiri dan terkumpul sedikitnya 10 instrumen asesmen HOTS yang layak digunakan.
Dalam kerangka SDGs, program ini:
-
SDG 4 (Pendidikan Berkualitas): Mendukung langsung peningkatan kualitas pembelajaran dan kompetensi pendidik.
-
SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan): Melalui pembelajaran yang responsif terhadap keragaman siswa.
-
SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh): Melalui penguatan nalar kritis, nilai Pancasila, toleransi, dan budaya demokratis.
Melalui “PPKn Naik Kelas”, Prodi PPKn FKIP Universitas Mataram menempatkan pengabdian kepada masyarakat sebagai jembatan antara kampus dan sekolah: memperkuat guru, memberi pengalaman nyata kepada mahasiswa calon pendidik, dan mendorong pembelajaran PPKn yang lebih bermutu serta berdampak.(JD09)









