Delapan Dekade Lombok Tengah, Pathul Bahri: Kemajuan Bukan Hadiah, Tapi Perjuangan

- Jurnalis

Selasa, 14 Oktober 2025 - 15:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Lombok Tengah | Lombok Fokus — Kabupaten Lombok Tengah resmi menapaki usia ke-80 tahun pada 15 Oktober 2025. Momentum bersejarah ini di mulai dengan rapat paripurna istimewa di Gedung DPRD Lombok Tengah, yang dihadiri jajaran Forkopimda, tokoh masyarakat, serta tamu undangan dari berbagai unsur pemerintahan.

 

Dalam pidatonya, Bupati Lombok Tengah H. Lalu Pathul Bahri menegaskan bahwa delapan dekade perjalanan daerah tersebut bukanlah hasil kebetulan, melainkan buah dari kerja keras, perjuangan, dan doa panjang masyarakatnya.

 

“Inilah Lombok Tengah, tanah yang mengajarkan bahwa kemajuan bukan hadiah, tapi hasil dari perjuangan dan doa,” tegasnya, Selasa (14/10).

 

Ia memaparkan berbagai capaian pembangunan dalam dua tahun terakhir. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lombok Tengah tahun 2024 mencapai 71,19 poin, tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 2,55 persen, dan angka kemiskinan berhasil ditekan hingga 10,68 persen.

 

Capaian signifikan juga ditunjukkan dalam upaya menurunkan prevalensi stunting yang kini berada di angka 10,17 persen terendah dalam lima tahun terakhir.

 

Meski pertumbuhan ekonomi tahun 2024 melambat di angka 3,34 persen akibat tekanan global, pemerintah daerah optimistis laju ekonomi Lombok Tengah pada 2026 akan tumbuh di kisaran 4,99 hingga 6,25 persen.

Baca Juga :  PLN UIW NTB Ajak Media “Menyala Bersama” dari PLTS Sengkol, Energi Bersih untuk Masa Depan

 

“Optimisme ini didukung geliat ekonomi Mandalika, sektor pariwisata, pertanian, dan UMKM yang terus menjadi tulang punggung ekonomi daerah,” jelasnya.

 

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan penjelasan rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2026. Ia menegaskan bahwa kebijakan fiskal tahun depan akan diarahkan pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan efisiensi belanja publik.

 

Pendapatan daerah tahun 2026 diproyeksikan mencapai Rp2,42 triliun, sementara belanja daerah sebesar Rp2,39 triliun. Surplus sekitar Rp31,18 miliar akan dimanfaatkan untuk membayar pokok utang program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang sebelumnya digunakan untuk pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan.

 

Selain itu, pemerintah juga akan memprioritaskan belanja daerah untuk mendukung program nasional seperti pengentasan kemiskinan ekstrem, penurunan stunting, pengendalian inflasi, serta program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Sekolah Rakyat.

 

Baca Juga :  Jalan Sehat Hultah Madrasah NWDI ke 90, 5 Peserta Beruntung Raih Hadiah Umrah

Untuk tahun anggaran 2026, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah mengusung tema pembangunan “Membangun Fondasi Masmirah melalui SDM Berkualitas, Pertumbuhan Berkelanjutan, dan Penurunan Kemiskinan.”

 

Pathul menjelaskan, ada enam prioritas utama yang menjadi fokus pembangunan, yaitu:

 

1. Peningkatan kualitas sumber daya manusia;

 

2. Penguatan sistem layanan kesehatan;

 

3. Reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan;

 

4. Penguatan UMKM dan koperasi;

 

5. Peningkatan infrastruktur dasar dan kualitas lingkungan hidup;

 

6. Penanggulangan kemiskinan dan permasalahan sosial.

 

 

“Kami ingin memastikan setiap rupiah anggaran benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat Lombok Tengah,” ujar Pathul.

 

 

Menutup pidatonya, Bupati H Lalu Pathul Bahri mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga semangat kebersamaan dalam membangun daerah.

 

Dengan semangat Tatas, Tuhu, Trasna, ia menegaskan komitmen pemerintah untuk menjadikan Lombok Tengah sebagai daerah yang mandiri, berdaya saing, dan sejahtera di usia yang ke-80 tahun.

 

“Delapan dekade bukan akhir, tapi awal babak baru menuju Lombok Tengah yang Masmirah,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel jejakdata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Intervensi Proyek Daerah, Peran Anak Bupati Bima Didesak Diusut KPK
Selamatkan Petani NTB dari Kerugian Massal, BARDAM NUSA Minta Harga Acuan Bawang Merah Segera Ditetapkan
Polemik Usulan Sekwan Dompu: Badko HMI Adukan Manuver Enam Fraksi ke Pengurus Pusat Partai
Bicara Mendunia, Jalan Menderita: HMI Cabang Bima Kritik Arah Pembangunan NTB
Hasil Musorprov XIII KONI NTB Gagal Tetapkan Ketum Baru, KONI Pusat Resmi Ambil Alih Organisasi
SMP 4 Palibelo & SMP 6 Satap Monta Diseret, KPK-PD Tuntut Polda NTB Usut Tuntas Dana Revitalisasi
Jejak Rp1,1 Miliar Revitalisasi PAUD KB AMBI Dompu Resmi Dilaporkan ke Kejaksaan, Lokasi Bangunan dan Izin Operasional Tak Sebangun
Budi Arie Minta Maaf Setelah Bicara Pemilu Lebih Cepat dari 2029, Tegaskan Bukan Sinyal Jokowi
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 00:55 WIB

Diduga Intervensi Proyek Daerah, Peran Anak Bupati Bima Didesak Diusut KPK

Rabu, 2 September 2026 - 15:30 WIB

Selamatkan Petani NTB dari Kerugian Massal, BARDAM NUSA Minta Harga Acuan Bawang Merah Segera Ditetapkan

Rabu, 2 September 2026 - 14:38 WIB

Polemik Usulan Sekwan Dompu: Badko HMI Adukan Manuver Enam Fraksi ke Pengurus Pusat Partai

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:47 WIB

Bicara Mendunia, Jalan Menderita: HMI Cabang Bima Kritik Arah Pembangunan NTB

Senin, 31 Agustus 2026 - 09:17 WIB

Hasil Musorprov XIII KONI NTB Gagal Tetapkan Ketum Baru, KONI Pusat Resmi Ambil Alih Organisasi

Berita Terbaru