Saat Dunia Melambat, Danantara Bentukan Prabowo Dinilai Mulai Menunjukkan Efeknya bagi Ekonomi RI

- Jurnalis

Jumat, 31 Juli 2026 - 18:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komisioner Badan Perlindungan Konsumen Nasional Republik Indonesia (BPKN RI) Periode 2024–2027, Ir. Jailiani, S.T., M.M. (Foto: Dok. Istimewa)

Komisioner Badan Perlindungan Konsumen Nasional Republik Indonesia (BPKN RI) Periode 2024–2027, Ir. Jailiani, S.T., M.M. (Foto: Dok. Istimewa)

Jejakdata.com | Jakarta 31 Juli 2026  – Langkah Presiden Prabowo Subianto membentuk Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dinilai mulai menunjukkan perannya dalam memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi nasional. Di tengah perlambatan ekonomi global, sejumlah indikator ekonomi Indonesia justru bergerak ke arah yang positif.

Komisioner Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) RI, Ir. Jailani, S.T., M.M., mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Semester I 2026 mencapai sekitar 5,6 persen, sementara realisasi investasi telah menembus Rp1.010 triliun. Di sisi lain, industri pengolahan masih menjadi kontributor terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), sedangkan defisit APBN tetap terjaga di kisaran 0,76 persen terhadap PDB.

“Capaian tersebut menunjukkan bahwa strategi pemerintah dalam memperkuat investasi nasional mulai memberikan hasil. Salah satu langkah strategis Presiden Prabowo adalah menghadirkan Danantara sebagai instrumen untuk mengoptimalkan aset negara menjadi investasi yang produktif,” kata Jailani di Jakarta, Jumat.

Menurutnya, Danantara bukan sekadar lembaga pengelola investasi, melainkan bagian dari arsitektur baru pembangunan ekonomi Indonesia. Melalui pengelolaan aset negara yang lebih profesional, pemerintah berupaya memperluas sumber pembiayaan pembangunan di luar APBN sehingga kapasitas investasi nasional dapat terus meningkat.

Baca Juga :  ‎Keluarga Korban Siap Bantu Ungkap Penyembunyian Mobil Hitam, Demi Keadilan bagi Siswa Tewas di Lombok Timur

Jailani menjelaskan, tantangan ekonomi global kini semakin kompleks akibat ketegangan geopolitik, perang dagang, perubahan iklim, disrupsi teknologi, hingga pergeseran rantai pasok dunia. Dalam situasi tersebut, negara tidak dapat hanya mengandalkan belanja pemerintah untuk menjaga pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membutuhkan instrumen investasi yang mampu menciptakan sumber pertumbuhan baru secara berkelanjutan.

“Danantara merupakan salah satu jawaban atas kebutuhan tersebut. Gagasan Presiden Prabowo bukan sekadar membentuk sebuah institusi baru, tetapi membangun mekanisme agar aset negara dapat menghasilkan nilai tambah ekonomi, memperkuat hilirisasi industri, menarik investasi, serta membuka lapangan kerja,” ujarnya.

Ia menilai berbagai indikator ekonomi yang menguat belum sepenuhnya dapat diatribusikan secara langsung kepada Danantara. Namun, kehadiran lembaga tersebut dinilai telah meningkatkan optimisme investor sekaligus menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperbesar kapasitas investasi nasional menuju visi Indonesia Emas 2045.

Baca Juga :  Rektor UNW Mataram: Hultah NWDI Adalah Warisan Sakral Maulanasyaikh yang Harus Dijaga

Sebagai pembanding, Jailani menyebut sejumlah negara seperti Singapura, Norwegia, Uni Emirat Arab, dan Malaysia telah membuktikan bahwa lembaga investasi negara mampu menjadi motor transformasi ekonomi apabila dikelola secara profesional, independen, dan berorientasi jangka panjang.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan Danantara pada akhirnya akan ditentukan oleh kualitas tata kelola. Independensi dalam pengambilan keputusan investasi, transparansi, akuntabilitas, profesionalisme, serta manajemen risiko harus terus diperkuat agar manfaat ekonominya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Danantara memiliki peluang menjadi salah satu mesin baru pertumbuhan ekonomi Indonesia. Namun keberhasilannya tidak ditentukan oleh besarnya aset yang dikelola, melainkan oleh kemampuannya menciptakan investasi produktif, lapangan kerja, dan nilai tambah bagi perekonomian nasional,” tutup Jailani. (JD13)

Follow WhatsApp Channel jejakdata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

170 Nyawa Dipertaruhkan! Pilot Malaysia Airlines Jadi Tersangka Penyelundupan 70 Ribu Butir Ekstasi, Mengaku 3 Kali Jadi Kurir Narkoba
Korwil BGN Kayong Utara Diduga Main Ponsel Saat Briefing, Sudaryono Minta Dipindahkan ke Papua
Dari Sabu hingga Barang Bukti yang Dibuang, Pengakuan Terduga Pembunuh Mahasiswi Unram Terungkap
Dituduh Tak Transparan Soal Hibah Rp 38 Miliar, Mori Hanafi: KONI Terbuka, Silakan Cek dan Tunjukkan Bukti!
Misteri Pengusutan Hibah Rp 38 Miliar: Menagih Transparansi KONI NTB Era Mori Hanafi
KPK Tetapkan Bupati Lombok Barat Tersangka, Sita Rp9 Miliar dalam OTT, Apa Sebenarnya Kasusnya?
Bupati Lombok Barat Tiba di Gedung KPK Usai Terjaring OTT, Bungkam Saat Digiring Penyidik
Dari Bos Perumda Air Minum ke Kursi Bupati, Lalu Ahmad Zaini Terjaring OTT KPK, Berapa Hartanya?
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:04 WIB

170 Nyawa Dipertaruhkan! Pilot Malaysia Airlines Jadi Tersangka Penyelundupan 70 Ribu Butir Ekstasi, Mengaku 3 Kali Jadi Kurir Narkoba

Jumat, 31 Juli 2026 - 18:37 WIB

Saat Dunia Melambat, Danantara Bentukan Prabowo Dinilai Mulai Menunjukkan Efeknya bagi Ekonomi RI

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:18 WIB

Korwil BGN Kayong Utara Diduga Main Ponsel Saat Briefing, Sudaryono Minta Dipindahkan ke Papua

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:50 WIB

Dituduh Tak Transparan Soal Hibah Rp 38 Miliar, Mori Hanafi: KONI Terbuka, Silakan Cek dan Tunjukkan Bukti!

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:34 WIB

Misteri Pengusutan Hibah Rp 38 Miliar: Menagih Transparansi KONI NTB Era Mori Hanafi

Berita Terbaru