7.000 Ayam Mati akibat Listrik Padam, Peternak Lempar Bangkai ke Kantor PLN Palangka Raya

- Jurnalis

Minggu, 1 November 2026 - 11:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Aksi yang memasuki jilid ketujuh Sejumlah peternak ayam bersama Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap menggelar demonstrasi dengan membawa dan melemparkan ribuan bangkai ayam ke halaman Kantor PT PLN (Persero) UP3 Palangka Raya, Jumat (30/10/2026).

Foto: Aksi yang memasuki jilid ketujuh Sejumlah peternak ayam bersama Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap menggelar demonstrasi dengan membawa dan melemparkan ribuan bangkai ayam ke halaman Kantor PT PLN (Persero) UP3 Palangka Raya, Jumat (30/10/2026).

Jejakdata.com | Palangka Raya, 1 November 2026 – Protes terhadap pemadaman listrik bergilir di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, kembali memuncak. Sejumlah peternak ayam bersama Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap menggelar demonstrasi dengan membawa dan melemparkan ribuan bangkai ayam ke halaman Kantor PT PLN (Persero) UP3 Palangka Raya, Jumat (30/10/2026).

Aksi yang memasuki jilid ketujuh tersebut menjadi simbol kekecewaan masyarakat terhadap gangguan pasokan listrik yang dinilai terus berulang dan berdampak langsung terhadap kegiatan ekonomi warga.

Salah seorang peternak, Satrio, mengaku kehilangan sekitar 7.000 ekor ayam pedaging berusia 16 hari akibat pemadaman listrik. Ia memperkirakan kerugian materiil mencapai Rp200 juta, termasuk biaya operasional, pakan dan produksi.

Menurut Satrio, pemadaman listrik menyebabkan genset cadangan di peternakannya mengalami kerusakan. Akibatnya, sistem sirkulasi udara kandang terganggu dan ribuan ayam mati.

Baca Juga :  Terganjal Anggaran Pusat, Pembangunan Gedung Baru DPRD NTB Bakal Terlambat?

Ia mengatakan kejadian serupa sebelumnya juga pernah terjadi, ketika sekitar 5.000 ekor ayam miliknya mati akibat gangguan listrik.

“Pemadaman kembali terjadi, genset kami kembali jebol dan akhirnya ayam yang menjadi korban,” kata Satrio

Dalam demonstrasi tersebut, massa membawa sekitar 4.000 bangkai ayam ke halaman kantor PLN sebagai bentuk protes atas kerugian yang mereka alami.

Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap mendesak PLN menghentikan pemadaman bergilir, membuka informasi mengenai penyebab gangguan pasokan listrik, serta memberikan kompensasi kepada masyarakat dan pelaku usaha yang terdampak.

Massa juga meminta evaluasi terhadap jajaran pimpinan PLN di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, termasuk manajemen PLN UP3 Palangka Raya.

Persoalan ini bukan kali pertama memicu demonstrasi. Pada Juli 2026, Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap juga pernah menggelar aksi dengan menyegel sementara kantor PLN UP3 Palangka Raya dan membawa bangkai ayam sebagai simbol kerugian peternak.

Baca Juga :  Wakil Bupati Lombok Timur Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Tegaskan Peran Generasi Muda dalam Menjaga Nilai-nilai Bangsa

Saat itu, PLN menjelaskan gangguan pasokan listrik berkaitan dengan kerusakan generator di PLTU Asam-Asam serta gangguan pada sejumlah pembangkit independen atau Independent Power Producer (IPP) yang terhubung dengan Sistem Interkoneksi Kalimantan.

Namun, berulangnya protes hingga akhir Oktober menunjukkan bahwa masyarakat masih menuntut kepastian mengenai pemulihan pasokan listrik dan penyelesaian kerugian yang mereka alami.

Hingga laporan ini disusun, belum diperoleh penjelasan resmi PLN UP3 Palangka Raya mengenai penyebab gangguan terbaru maupun tuntutan kompensasi para peternak.

Bagi para peternak, persoalan listrik bukan sekadar gangguan kenyamanan. Ketidakstabilan pasokan energi dapat berujung pada kematian ternak, hilangnya modal usaha dan terancamnya keberlangsungan mata pencaharian mereka. (JD13)

Follow WhatsApp Channel jejakdata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Visi Indonesia Soroti Fondasi Baru Kemandirian Pangan dan Industri
UPAYA MEMPERTAHANKAN EKSISTENSI PERADILAN MILITER PASCA PUTUSAN MK 260/2025
HMI Mataram Gelar Dialog Publik, Desak Pemerintah Dengar Kritik Pemuda Menjelang Puncak Bonus Demografi 2030
Tok! Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Dibatalkan MA, Kasasi H.M. Subhan Dikabulkan!
Hashim Peringatkan Rupiah Bisa Tembus Rp. 22.000, Ancaman MSCI Mengintai Ekonomi Indonesia
Komisioner BPKN Yakin Dirut Baru PLN PerkuatPerlindungan Konsumen, Dorong Keandalan Listrik dan Transparansi Layanan
APBD NTB 2027 Tertunda, HMI MPO Desak DPRD Kaji Pemakzulan Gubernur Iqbal
Babak Baru Energi RI, Batam Dilirik Jadi Kandidat Kuat Tapak Perdana Pembangkit Nuklir
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 11:40 WIB

7.000 Ayam Mati akibat Listrik Padam, Peternak Lempar Bangkai ke Kantor PLN Palangka Raya

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 19:23 WIB

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Visi Indonesia Soroti Fondasi Baru Kemandirian Pangan dan Industri

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:04 WIB

UPAYA MEMPERTAHANKAN EKSISTENSI PERADILAN MILITER PASCA PUTUSAN MK 260/2025

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:16 WIB

HMI Mataram Gelar Dialog Publik, Desak Pemerintah Dengar Kritik Pemuda Menjelang Puncak Bonus Demografi 2030

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Tok! Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Dibatalkan MA, Kasasi H.M. Subhan Dikabulkan!

Berita Terbaru