Belum Satu pun Dapur MBG di Lombok Tengah Kantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi

- Jurnalis

Senin, 6 Oktober 2025 - 20:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Dapur MBG. (Dok.ist)

Ilustrasi Dapur MBG. (Dok.ist)

Lombok Tengah, Lombok Fokus – Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Lombok Tengah mengungkapkan bahwa hingga awal Oktober 2025, belum ada satu pun dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah ini yang memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

 

Kepala Dinas Kesehatan Lombok Tengah, H. Suardi, mengatakan sejauh ini baru dua dapur yang telah mengajukan permohonan sertifikasi, namun dokumen dan syarat yang diajukan belum lengkap.

 

“Baru dua dapur yang sudah mengajukan, tapi syaratnya masih kurang,” tutur Suardi Senin, (6/10/2025).

 

 

Ia menegaskan pentingnya sertifikasi tersebut untuk menjamin standar kebersihan dan keamanan pangan di dapur pelaksana MBG.

Baca Juga :  PBNU Bergejolak, Syuriyah Resmi Pecat Gus Yahya

 

“SLHS ini penting agar dapur MBG memenuhi standar kebersihan dan kesehatan yang ditetapkan pemerintah. Tujuannya mencegah potensi penyakit dan memastikan makanan yang disajikan aman untuk dikonsumsi,” jelasnya.

 

 

Suardi menambahkan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menerbitkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 17 Tahun 2024 yang mewajibkan seluruh dapur mitra MBG memiliki SLHS. Aturan itu diterbitkan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan munculnya kasus keracunan makanan di sejumlah daerah penerima program MBG.

 

Meski demikian, Suardi mengakui bahwa operasional dapur MBG bukan di bawah kewenangan langsung Dinas Kesehatan, melainkan menjadi tanggung jawab Badan Gizi Nasional (BGN) selaku pelaksana program.

Baca Juga :  APRI NTB Apresiasi Langkah Kapolda NTB dalam Menata Pertambangan Rakyat

 

“Kalau soal dapur MBG yang beroperasi tanpa SLHS, itu di luar kewenangan kami. Namun kami tetap mendorong semua pengelola dapur untuk segera mengurus sertifikat tersebut,” ujarnya.

 

 

Berdasarkan data Dinkes Lombok Tengah, terdapat 39 dapur MBG yang saat ini sudah beroperasi di berbagai kecamatan di wilayah tersebut. Namun, belum satu pun di antaranya yang mengantongi SLHS.

 

Kondisi ini menjadi sorotan mengingat dapur MBG berperan penting dalam penyediaan makanan bergizi bagi ribuan pelajar di Lombok Tengah. Pemerintah daerah diharapkan segera berkoordinasi dengan pihak BGN untuk memastikan setiap dapur memenuhi standar kesehatan sesuai regulasi nasional.

Follow WhatsApp Channel jejakdata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rakyat Desa Tidak Hidup dari Dolar, Tapi dari Harga Beras
Gubernur NTB Disarankan Edukasi Diri Sebelum Edukasi Publik
KEPAK NTB Demo Kejati, Desak Usut Aktor Kunci Kasus Gratifikasi DPRD
Bau Anyir Dana Siluman di NTB: Menanti Nyali Jaksa Memanggil Gubernur
Sebar Nomor Telepon Gubernur NTB, Yuni Bourhany Beri Klarifikasi
Eksekusi SPBU di Lombok Utara Tuai Polemik, Komisi III DPR Diminta Turun Tangan
IMBI Mataram Ultimatum Gubernur NTB: Realisasi Tuntutan atau Aksi Lebih Besar
Aksi HMI-MPO: Gubernur NTB Dinilai Gagal Prioritaskan Kebutuhan Rakyat
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:54 WIB

Rakyat Desa Tidak Hidup dari Dolar, Tapi dari Harga Beras

Kamis, 23 April 2026 - 11:55 WIB

Gubernur NTB Disarankan Edukasi Diri Sebelum Edukasi Publik

Rabu, 22 April 2026 - 16:57 WIB

KEPAK NTB Demo Kejati, Desak Usut Aktor Kunci Kasus Gratifikasi DPRD

Selasa, 21 April 2026 - 15:01 WIB

Bau Anyir Dana Siluman di NTB: Menanti Nyali Jaksa Memanggil Gubernur

Selasa, 21 April 2026 - 08:57 WIB

Sebar Nomor Telepon Gubernur NTB, Yuni Bourhany Beri Klarifikasi

Berita Terbaru